Tuesday, October 23, 2012

Refleksi Live in by Claudia Christania XIA1-11


Hari pertama saya datang saya mengira dusun tembakwatu sangat membosankan, tetapi setelah saya melidah dusun saya sangat terkesan karena warga disana sangatlah ramah dan murah senyum.Setelah saya mengetahui tempat yang untuk beberapa hari ini saya tempati saya langsung menaruh barang-barang dan langsung ingin mengetahui ibu dan bapak asuh kami. Ternyata ibu dan bapak asuh kami masih sangat muda, Ibu asuh kami yaitu Bu.Ita masih berumus 22 tahun sedangkan bapak asuh yaitu pak.Arif kami masih berumur 25 tahun dan mereka mempunyai seorang anak yang berusia 5 bulan dan namanya Nania. Malam itu kami diundang untuk mendatangi Balai dusun untuk saling mengenal warga dusun. Kami diberi tugas untuk mengenal warga sekitar dengan cara meminta tanda tangan mereka minimal 10 warga. Dan malamnya kami beristirahat untuk kegiatan esok hari.
            Hari kedua saya dan teman serumah bangun dan ingin membantu Bu.Ita, tetapi setelah ditanya apa yang bisa dibantu, Bu.Ita langsung mengatakan “aduh saya tidak ada kerjaan, sudah kamu diam didepan aja”, Lalu saya megerjakan untuk menyapu rumah dan membersihkan rumah bersama dengan teman serumah saya. Saat kami berdiam, Inu asuh kami ingin berangkat kerja dan berkata bahwa kami membantu neneknya saja yang rumahnya bertepatan di sebelah rumah. Disana saya membantu memasak dan setelah saya selesai saya bingung akan apa yang dikerjakan selanjutnya, ternyata banyak anak ingin keladang kopi untuk meladang disana, akhirnya kami ikut untuk meladang. Kami berkumpul di rumah bu.cicik yaitu ibu coordinator di dusun sana. Setelah semua anak berkumpul kami segera pergi untuk meladang. Saat perjalanan kami kira sudah setengah perjalanan, ternyata belum ada setengah jalan. Ada beberapa anak yang memutuskan untuk kembali kerumah karena takut jika lading itu masih jauh tanpa sepengetahuan ibu coordinator. Beberapa kali kami beristirahat karena jalan yang menanjak dan suasana panas. Sesampainya kami di lading kami langdung membantu mencabuti rumput dan membersihkan ladang kopi agar panenya berhasil dengan baik. Akhirnya kami pulang dengan rute jalan yang berbeda. Dalam perjalanan kami menuju ataupun pulang dari ladang kami menjumpai berbagai hal yang unik, seperti adanya gua, daun-daun yang unik, tumbuhan yang bisa menjadi alat music dll.Setelah itu kami sampai di rumah dan bersih-bersih diri untuk aktivitas selanjutnya. Sesaat setelah bersih-bersih diri kami kedatangan teman dari rumah-rumah tetangga. Disana kami membicarakan tentang rumah dan kegiatan yang sudah dilaksanakan pagi itu. Sorepun tiba, kami bersiap-siap untuk melaksanakan kegiatan yang diadakan di bnalao desa yaitu kergiatan farewell. Disana kami dapat bertemu dengan teman-teman yang lain dari dusun-dusun yang berbeda pula. Berbicara mengenai hal-hal yang menarik dari berbagai dusun. Disana juga disuguhi makanan yang memakai daun pisan yang biasa disebut ‘Pincuk’ kami juga ditintinkan sebuah atraksi yang biasanya disebut “Jaranan”atraksinya sangat menarik juga menakutkan, ada pemain yang kesurupan dll. Saat disana hujan gerimis para murid semuanya di bagi kelompok sesuai dusun untuk pulang ke rumah masing- masing dan beristirahat.
            Hari Ketiga kami bangun dan bersiap-siap untuk pulang dan kami pergi untuk membantu mempersiapkan santap pagi itu. Banyak anak dusun yang masih belum bangun karena kecapekan kemarin. Dan kami juga diberi susu sapid an ditawari pula jalan-jalan dusun. Beberapa anak memutuskan tinggal untuk packing.sebalum jam untuk sijemput anak-anak dusun sudah berkumpul di tempat penjemputan dan ramai sekali disana. Setelah itu anak-anak di dusun lapar saat menunggu truk, mereka langsung membeli bakso yang ada di dekat rumah pusat dan langsung melahapnya. Setelah jam sudah menunjukkan bahwa semua anak akan pulang, kami berpamitan dengan ibu asuh dan segera berkumpul ke balai desa dan pulang ke Malang.





No comments:

Post a Comment