Hari
pertama saya datang saya mengira dusun tembakwatu sangat membosankan, tetapi
setelah saya melidah dusun saya sangat terkesan karena warga disana sangatlah
ramah dan murah senyum.Setelah saya mengetahui tempat yang untuk beberapa hari
ini saya tempati saya langsung menaruh barang-barang dan langsung ingin
mengetahui ibu dan bapak asuh kami. Ternyata ibu dan bapak asuh kami masih
sangat muda, Ibu asuh kami yaitu Bu.Ita masih berumus 22 tahun sedangkan bapak
asuh yaitu pak.Arif kami masih berumur 25 tahun dan mereka mempunyai seorang
anak yang berusia 5 bulan dan namanya Nania. Malam itu kami diundang untuk
mendatangi Balai dusun untuk saling mengenal warga dusun. Kami diberi tugas
untuk mengenal warga sekitar dengan cara meminta tanda tangan mereka minimal 10
warga. Dan malamnya kami beristirahat untuk kegiatan esok hari.
Hari kedua saya dan teman serumah
bangun dan ingin membantu Bu.Ita, tetapi setelah ditanya apa yang bisa dibantu,
Bu.Ita langsung mengatakan “aduh saya
tidak ada kerjaan, sudah kamu diam didepan aja”, Lalu saya megerjakan untuk
menyapu rumah dan membersihkan rumah bersama dengan teman serumah saya. Saat
kami berdiam, Inu asuh kami ingin berangkat kerja dan berkata bahwa kami
membantu neneknya saja yang rumahnya bertepatan di sebelah rumah. Disana saya
membantu memasak dan setelah saya selesai saya bingung akan apa yang dikerjakan
selanjutnya, ternyata banyak anak ingin keladang kopi untuk meladang disana,
akhirnya kami ikut untuk meladang. Kami berkumpul di rumah bu.cicik yaitu ibu
coordinator di dusun sana. Setelah semua anak berkumpul kami segera pergi untuk
meladang. Saat perjalanan kami kira sudah setengah perjalanan, ternyata belum
ada setengah jalan. Ada beberapa anak yang memutuskan untuk kembali kerumah
karena takut jika lading itu masih jauh tanpa sepengetahuan ibu coordinator.
Beberapa kali kami beristirahat karena jalan yang menanjak dan suasana panas.
Sesampainya kami di lading kami langdung membantu mencabuti rumput dan
membersihkan ladang kopi agar panenya berhasil dengan baik. Akhirnya kami
pulang dengan rute jalan yang berbeda. Dalam perjalanan kami menuju ataupun
pulang dari ladang kami menjumpai berbagai hal yang unik, seperti adanya gua,
daun-daun yang unik, tumbuhan yang bisa menjadi alat music dll.Setelah itu kami
sampai di rumah dan bersih-bersih diri untuk aktivitas selanjutnya. Sesaat
setelah bersih-bersih diri kami kedatangan teman dari rumah-rumah tetangga.
Disana kami membicarakan tentang rumah dan kegiatan yang sudah dilaksanakan
pagi itu. Sorepun tiba, kami bersiap-siap untuk melaksanakan kegiatan yang
diadakan di bnalao desa yaitu kergiatan farewell. Disana kami dapat bertemu
dengan teman-teman yang lain dari dusun-dusun yang berbeda pula. Berbicara
mengenai hal-hal yang menarik dari berbagai dusun. Disana juga disuguhi makanan
yang memakai daun pisan yang biasa disebut ‘Pincuk’
kami juga ditintinkan sebuah atraksi yang biasanya disebut “Jaranan”atraksinya sangat menarik juga menakutkan, ada pemain yang
kesurupan dll. Saat disana hujan gerimis para murid semuanya di bagi kelompok
sesuai dusun untuk pulang ke rumah masing- masing dan beristirahat.
Hari Ketiga kami bangun dan
bersiap-siap untuk pulang dan kami pergi untuk membantu mempersiapkan santap
pagi itu. Banyak anak dusun yang masih belum bangun karena kecapekan kemarin.
Dan kami juga diberi susu sapid an ditawari pula jalan-jalan dusun. Beberapa
anak memutuskan tinggal untuk packing.sebalum jam untuk sijemput anak-anak
dusun sudah berkumpul di tempat penjemputan dan ramai sekali disana. Setelah itu
anak-anak di dusun lapar saat menunggu truk, mereka langsung membeli bakso yang
ada di dekat rumah pusat dan langsung melahapnya. Setelah jam sudah menunjukkan
bahwa semua anak akan pulang, kami berpamitan dengan ibu asuh dan segera
berkumpul ke balai desa dan pulang ke Malang.
No comments:
Post a Comment