Tuesday, October 23, 2012

Diana Augustin XIA1-15


            Kamis, 11 Oktober 2012 siswa-siswi SMAK Santa Maria Malang mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan live in di Desa Tambaksari. Siswa-siswi datang ke sekolah pk 06.55 dan berangkat ke Desa Tambaksari pk 09.00. Perjalanan dari Malang ke Desa Tambaksari sekitar 1-2jam. Kami mengendarai truk tentara ke Desa Tambaksari dan kami mengenakan baju “Live In” yang sama. Sesampai kami disana kami langsung menuju ke Balai Desa untuk mendengar sambutan dari Bapak Kepala Desa. Setelah mendapat kata pengantar dari Bapak Kepala Desa kami mulai di koordinator untuk berangkat menuju dusun masing-masing dengan menggunakan truk. Saya mendapat Dusun Gunung Malang dan ibu asuh saya bernama Ibu I’in. Setelah kami sampai di rumah Ibu I’in saya dan teman-teman bersalaman terlebih dahulu setelah itu kami dipersilahkan makan siang. Setelah makan siang kami membersihkan piring dan dipersilhkan untuk membersihkan diri dan berisitirahat serta merapikan barang-barang kami. Setelah selesai beristirahat kami membersihkan diri dan berbincang-bincang dengan anggota keluarga Ibu I’in, anggota keluarga Ibu I’in sangat menyenangkan, semuanya ramah dan berperilaku baik. Setelah kami berbincang-bincang saya dan teman-teman diajak makan bakso di dekat rumah Ibu I’in dan baksonya enaaakkk. Setelah kami makan bakso kami pergi ke rumah Bu Erna untuk berkumpul dan melakukan kegiatan berikutnya. Setelah kami berkumpul kami mulai berjalan ke rumah bapak dusun, ternyata bapak dusun sedang ada urusan jadi kami dibawa untuk pergi ke rumah Bapak Kepala Desa. Disana kami dapat bertemu langsung dengan Ibu Kepala Desa. Bapak dan Ibu Kepala Desa orang yang menyenangkan dan sangat bersahabat. Mereka tidak sombong kepada kami. Setelah dari rumah Bapak Kepala Desa kami pulang ke rumah untuk beristirahat.
            Jumat, 12 Oktober 2012, saya dan teman-teman bangun pk 05.00. Setelah bangun kami membereskan tempat tidur. Setelah membersihkan tempat tidur saya dan teman-teman membereskan belanjaan dan membantu Ibu I’in memasak, setelah memasak kami sarapan dan membereskan piring. Setelah itu kami menyapu dan mengepel. Setelah menyelesaikan itu kami selesai membersihkan rumah kami diajak oleh teman-teman untuk pergi ke sungai di bawah bersama Ibu Carukan. Jalan menuju ke sungai itu sangat jauh dan jalannya naik turun dan sangat jelek, kami juga terkadang melewati hutan-hutan. Sesampai di tempat yang disebut sungai itu kami semua kecewa ternyata hanya sumur yang ada bukan sungai. Dan kami mengambil air secara bergantian. Kami kira air itu akan dibawa naik untuk keperluar Ibu Carukan di rumah tapi ternyata tidak kami mengangkat air itu danmenuju ke kebun cengkeh untuk memberi air di kebun itu, cengkeh disana masih belum tumbuh karena baru saja panen. Setelah memberi air kami naik ke atas untuk pulang dan beristirahat, kami semua sangat capek dan udara disana sangat panas, padahal disana jam masih menunjukkan pk 08.30. Setelah sampai di ruah kami berisitrahat sebentar dan karena kami ingin pergi mengelilingi dusun kami pinjam sepeda motor milik warga itu dan pergi berputar-putar sampai di Dusun Tambakwatu, setelah putar-putar kami pulang ke rumah masing-masing. Sampai di rumah kami makan siang dan membereskan piring. Setelah itu kami segera pergi ke rumah Ibu Erna untuk berkumpul dan melakukan kegiatan treasure games. Tapi karena cuaca tidak memungkinkan kami untuk melakukan treasure games acara treasure games dibatalkan dan kami pulang untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke balai desa dan mengikuti kegiatan yang sudah disiapkan oleh sekolah. Pk 18.00 kami sudah sampai di rumah Ibu Erna setelah berkumpul semua kami berangkat menggunakan truk. Setelah sampai di Balai Desa kami mendapat sambutan dari Bapak dan Ibu Kepala Desa. Setelah itu kami dipersilahkan makan nasi tumpeng dengan mengikuti adat mereka. Kami makan dengan nasi pincuk dan tidak memakai sendok. Sungguh menarik hal yang jarang dilakukan sebelumya sambil berdesak-desakan dengan teman-teman. Sangat menyenangkan. Setelah makan malam kami dipersilahkan menuju ke samping balai desa untuk melihat api unggun dan jaran kepang. Jarang kepang itu menarik tapi sayangnya kami terutama yang perempuan tidak nyaman karena pada waktu sudah tengah-tengah pertunjukkan anak laki-laki banyak yang datang dan mengganggu. Dan jaran kepangnya itu terlalu kalap sehingga membuat kami menjadi ketakutan dan tidak ingin melihat lagi. Tetapi acara api unggun itu sangat menarik dan juga ada kembang api sungguh hal yang menyenangkan bisa melihat kembang api bersama semua warga sekolah. Tetapi sayangnya malamnya sempat hujan jadi acara itu bubar semua. Dan kami di koordinasi untuk kembali ke dusun masing-masing menggunakan truk. Setelah sampai di rumah kami pergi membersihkan diri dan tidur karena kami merasa sangat lelah. Dan kami mempersiapkan untuk jelajah dusun di keesokan harinya.
            Sabtu,13 Oktober 2012, kami bangun pk 06.00 dan segera membersihkan rumah dan tempat tidur. Setelah itu kami segera membantu Ibu I’in untuk mempersiapkan sarapan. Di hari ketiga ini kegiatan kai tidak terlalu padat karena acara hari ini kami hanya akan melakukan jelajah dusun. Tetapi apabila ada yang tidak ingin mengikuti jelajah dusun juga tidak apa-apa. Saya dan teman-teman merasa capek karena kegiatan kemarin seharian jadi kami memutuskan untuk tidak mengikuti acara itu. Kami lebih memilih untuk bersitirahat dan mempersiapkan barang-barang karena hari ini kita akan kembali ke Malang. Pk 12.00 kami bersiap-siap untuk pamit dan mengucapkan terma kasih dengan Ibu I’in dan warga setempat untuk pulang. Ibu I’in mengantar kami sampai di rumah Ibu Erna sambil menunggu kami menaiki dokar yang lewat dan berkeliling di sekitar Dusun Gunung Malang. Hal baru lagi yang kami temukan di sini sebelum kami pulang. Sangat menyenangkan dan menakutkan tetapi juga ingin mengulang hal itu lagi. Setelah itu truk datang untuk membawa kami ke balai desa. Di balai desa ada kata sambutan terakhir sebelum kami semua pulang. Sebelum kami pulang kami semua berdoa dan mengucapkan terima kasih pada panitia yang sudah membuat acara itu sungguh menyenangkan.
            Di desa ini saya benar-benar merasakan kehangatan keluarga yang mungkin di rumah jarang saya rasakan. Dan suasana disini sungguh membuat saya bisa merasa tenang dan melupakan sejenak persoalan sekolah.




No comments:

Post a Comment