Tuesday, October 23, 2012

Stanislaus Felix XIA1-42


Kamis, 11 Oktober 2012 saya dan teman-teman SMAK Santa Maria kumpul di Aula pukul 07.00 untuk melakukan briefing sebelum melakukan kegiatan live in di Desa Tambaksari, Pasuruan. Kami semua berangkat menuju lokasi menggunakan truk tentara. Perjalan menuju desa Tambaksari kurang lebih memerlukan waktu 1,5 jam. Setibanya di lokasi kami disambut dengan hangat oleh warga-warga desa Tambaksari, Bpk. Jatmiko (Kepala Desa Tambaksari),  dan juga tak lupa mendapat sugguhan berupa makanan tradisional yaitu Pisang Godok,Gethuk, dll. Setelah selesai acara kami disebar kebeberapa dusun di sekitar desa Tambaksari, saya dan beberapa teman-teman yang 1 dusun dengan saya diangkut menggunakan 2 truk yang menuju dusun Tambakwatu.
Setelah sampai pada rumah home stay saya dan teman 1 home stay saya yang bernama Rio. Kami pun bersilahturahmi dengan pemilik rumah. Rumah yang kami tinggal sangatlah sederhana dan sejuk. Kami pun segera membantu pemilik rumah yang bernama Bu Misni menyiapkan makan siang. Cara memasak di rumah kami sangatlah tradisional yaitu masih menggunakan kayu bakar.  Kepulan asap membuat mata kami pedas. Pemerintah seharusnya menyalurkan tangan untuk masyarakat daerah sini berupa bantuan kompor gas dan tabung elpiji. Karena di daerah sini rata-rata masyarkatnya masih menggunakan kayu bakar untuk memasak makanan dan air.
Setelah itu, kami bersosialisai dengan tentangga sekitar agar dapat diterima sangat baik oleh masyarakat sekitar. Kami mengunjingi rumah home stay pertaman teman kami yaitu rumah ibu Dum yang di huni oleh Angelia Irena & Pastia Malino, lalu, kami mengunjungi rumah home stay kedua teman kami yaitu Ibu Lika yang di huni oleh Sherly Witanto & Charina Halim. Kami semua sekomplek yang di tempatkan teratas dari semua teman kami di dusun Tambakwatu. Malam harinya kami kumpul di rumah kepala dusun untuk mendapat sambutan dari Bapak Kepala Dusun yaitu Bapak Kasune.
Keesokan saya dan rio melalukan aktifitas yang biasa dilakukan oleh keluarga home stay kami. Saya dan rio membagi tugas. Saya membantu teman-teman saya yang tinggal di depan rumah saya dan keluarganya untuk berladang. Ladang yang kami kunjungi adalah ladang kopi, terletak sekitar 1 km dari home stay kami. Sedangkan rio mengantar  cucu pemilik rumah pergi ke sekolah yang letak berada di dekat rumah kepala dusun. Setelah selesai berladang kami melanjutkan untuk pergi mengunjungi wisata religi Goa Ontoboego. Selama dalam perjalanan menuju Goa Ontoboego kami di sunggkan dengan pemandangan pohon pinus yang tumbuh rapi di hutan dan pemandangan yang indah membentang sejauh mata memandang .Di sana biasa dilakukan pembaretan tentara-tentara Kostrad. Sesampainya di gua. Saya merenungkan bahwa tidak ada perkerjaan yang kecuali menjalaninya dengan sepenuh hati dan tanpa ada keluhan dalam hati. Kami pun akhirnya kembali pulang. Pada malam harinya kami semua berkumpul kembali di kepala dusun untuk mendapatkan jemputan dan melakukan Farewell Party di Balai Desa Tambaksari. Kami menyaksikan kesenian daerah Jaranan dan Bantengan. Setelak selesai kami pulang ke dusun kami masing-masing.
Sesampainya di dusun kami berjalan pulang ke rumah home stay kami masing-masing. Dalam perjalanan pulang listrik padam untuk beberapa saat. Teman-teman ketakutan dan mengkhawatirkan masyrakat daerah sini. Bila ini terus terjadi maka dapat mengganggu keamanan masyarakat daerah sini.
Keesokkan harinya saya dan rio bersiap-siap untuk packing dan kembali melanjutkan aktifitas seperti biasanya hingga pukul 10.00 dan berpamitan dengan pemilik rumah home stay kami dan tak lupa juga berpamitan dengan tetangga sekitar agar kami tak meninggalkan kesan buruk pada tentangga. Kami semua berkumpul di kepala dusun untuk menunggu jemputan kami yang akan mengantar kami ke balai desa diamana truk-truk tentara telah menunggu dan siap untuk mengantar kami pulang ke malang.
Selama 3 hari 2 malam saya live in ini saya mengambil beberapa pelajaran bahwa kebahagiaan tak didapat dari harta melainkan keharmonisan dengan keluarga dan masyarakat sekitar. Rumah yang berharga 2x lipat dari rumah sebelumnya tak dapat memuaskan anda 2x lipat. Serta tak ada pekerjaan yang mudah untuk mendapatkan rezeki haruslah diimbangi dengan kecintaan dan rasa cinta pada pekerjaan yang kita jalani.









No comments:

Post a Comment