Kamis, 11 Oktober adalah hari dimana saya dan
seluruh teman-teman dari SMAK Santa maria melakukan kegiatan live in. Live in
tahun ini diadakan di Desa Tambak Sari, Purwodadi. Kami siswa-siswi kelas 11
dipkelompokkan ke dalam 4 dusun, yakni Dusun Tmbak watu, Ampel Sari, Krai, dan
Gunung Malang. Saya dan sherly, teman serumah saya, ditempatkan di Keluarga Ibu
Lika di Dusun Tambak Watu. Sambutan ramah dan hangat datang pada saya dan sherly
saat kami berdua sampai di kediaman Ibu Lika. Ibu Lika tinggal bersama 4
anggota keluarganya yang lain yakni, angel (anak Bu Lika), Bapak Eko (suami),
Bapak dan Ibu Tajip (orangtua Ibu Lika). Mereka semua sangat menerima
kedatangan saya dengan baik. Lalu saya dipersilahkan untuk istirahat sejenak di
sebuah kamar sederhana tetapi sangat nyaman dan layak untuk kami tempati.
Setelah saya membereskan barang-barang saya dan istirahat sejenak, saya menuju
halaman belakang dan melihat lihat kondisi rumah. Memang tampak depan rumah Ibu
Lika lebih dari cukup,dan memadai, tetapi kondisi dapur, kamar mandi, dan
halaman belakang sungguh sederhana dan alakadarnya. Setelah melihat-lihat isi
rumah, saya berjalan jalan dan mencari tahu kegiatan masyarakat di sekitar
dusun Tambak Watu ini. Penduduk sekitar sangat sopan dan ramah. Walau saya
orang asing di dusun mereka, tetapi mereke tetap bergaul akrab dan melontarkan
senyumannya kepada saya. Saya juga ikut bermain kereta-keretaan dengan
anak-anak kecil di dusun tersebut sambil berfoto-foto, mereka semua walaupun
baru bagi saya tetapi saya merasa senang dan sangat disambut hangat oleh mereka
semua. Malamnya saya berkumpul dan
berbincang-bincang dengan beberapa warga dan teman-teman se dusun.
12
Oktober, hari kedua saya berada di Dusun Tambak Watu. Pukul 05:00 pagi saya
sudah harus bangun dan membantu Ibu Lika untuk memasak. Setelah selesai memasak
dan sarapan, pukul 07:00 saya berangkat ke ladang bersama bapak dan beberapa
teman se-dusun saya. Ladang bapak sangatlah jauh dari rumah. Medan yang harus
ditempuhpun juga berat, jalan mendaki dan tidak ada jalan setapak, jadi kaki
saya dan teman-teman banyak yang tergores. Pukul 07:00 kami berangkat dan baru
sampai pada ladang bapak pukul 08:30. Tidak dapat dibayangkan ketika bapak
harus ke ladang dengan waktu 1 setengah jam, tanpa kendaraan, dan harus ia
lakukan setiap pagi. Belum lagi jika bapak membawa rumput-rumput dari atas
gunung untuk pakan ternak. Begitu berat pekerjaan yang harus bapak lakukan.
Setelah membantu bapak berladang, saya dan teman-teman diajak pergi ke salah
satu wahana religius di dusun gambak watu, yakni di Goa Onto Boego. Sejenak
kami beristirahat disana. Setelah beberapa waktu, kami semuapun turun dan
melakukan perjalanan pulang. Sampai dirumah saya dan teman-teman duduk-duduk
sambil beristirahat di teras ruman Bu
Lika. Sambil kami semua berbincang-bincang, Bu Lika memberi kami setandan
pisang, pohong dan ubi.
Setelah
setengah hari penuh saya dan teman-teman berkegiatan, malam harinya kami semua ada
acara di balai desa. Kami semua makan bersama disana/ melakukan acara potong
tumpeng. Setelah itu kami melihat pertunjukan yang disediakan oleh desa Tambak
Sari, yakni kesenian tradisional kuda lumping. Kami semua menikmati acara
tersebut. Setelah semua acara di Balai Desa selesai, kami semua pulang ke dusun
masing-masing untuk beristirahat.
13
Oktober, hari ketiga dan merupakan hari terakhir saya dan teman-teman SMAK
Santa Maria berada di Desa Tambak Sari untuk menjalankan kegiatan Live in.
Seperti kegiatan kemarin, pagi-pagi saya sudah bangun, membantu Ibu Lika
memasak dan sarapan pagi bersama. Setelah itu saya mendapat tugas untuk
mengantarkan angel, anak Ibu Lika, berangkat ke sekolah. Setelah mengantar
angel pergi ke sekolah. Saya membantu Ibu Lika mengangkat dan memindahkan
kayu-kayu yang di jemur di halaman rumah menuju halaman belakang. Setelah
semuanya selesai, karena saya dan teman-teman yang lain tidak ada pekerjaan
yang harus dikerjakan lagi, akhirnya kami mengisi waktu kami dengan bermain voly di depan rumah orang
tua asuh kedua teman kami, felix dan rio. Pukul 09:00 kami masuk ke rumah,
berbenah diri, dan membereskan barang-barang kami. Tak terasa 3 hari sudah saya
berada dan bersama-sama keluarga Ibu Lika, sungguh pengalaman yang benar-benar
tidak terlupakan. Pukul 10:00 tepat saya dan teman-teman berpamitan pulang, dan
tak lupa kami mengucap banyak dan sangat terima kasih atas kesediaan keluarga
Ibu Lika menerima dan mengajarkan banyak hal-hal baru untuk saya. Pengalaman,
pengetahuan dan banyak lagi hal baru yang dapat saya dapat ditengah-tengan
keluarga Ibu Lika dan masyarakat Tambak Watu.
No comments:
Post a Comment