Tuesday, October 23, 2012

Pengalaman Pada Saat di Desa Tambaksari by Erwin Angkawan XIA1-18

Saat pertama kali berangkat dari sekolah sekitar pukul 08.00 kami dijemput oleh beberapa truk tentara, perjalanan menuju desa Tambak Sari yang kurang lebih 1,5 jam diisi dengan pembicaraan-penbicaraan yang menjadikan waktu yang ditempuh menjadi tidak terasa. Setelah sampai disana, kami langsung diantar menuju balai desa. Balai desa yang saya anggap besar, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Di balai desa itu kami semua duduk bersama dengan bersempitan,dan dengan dialasi oleh sebuah tikar. Setelah semua anak sudah masuk, kami diberikan beberapa snack kecil dan air putih, beberapa saat kemudian kami disambut oleh kepala desa disana.
Acara pembuka yang sangat sederhana dan sangat singkat tersebut, diakhiri dengan pengiriman semua anak ke dusun yang dituju. Kebetulan saya dan teman saya mendapat tempat yang dekat dengan balai desa, sehingga kami hanya dijemput oleh orang tua asuh dengan berjalan kaki saja. Setelah sampai dirumah orang tua asuh, kami langsung disambut baik dan diantar menuju kamar kami. Kamipun tidak lupa berkenalan dengan orang tua asuh kami, sambil berkenalan, kami diberikan pisang goreng dan segelas teh. Setelah kami selesai menyantap makanan yang diberikan, kami mencoba melihat keadaan disekitar rumah. Dirumah itu terdapat sebuah toko sederhana, dan merekan memelihara Ayam Bangkok. Pada sore harinya kami diantar pergi mandi, dengan membawa perlengkapan mandi, kami dibawa ke kali, tapi sebernarnya kali yang mereka maksud adalah sumur yang ada di tengah hutan.
Dalam perjalanan kami melewati hutan yang penuh dengan pepohonan yang masih lebat, kami juga melewati makam, dan sumur tua yang terkenal di sana, yang mereka beri nama Sumur Gemuling. Didekat Sumur Gemuling yang sering kami lewati saat pergi mandi, terdapat tempat warga Dusun Ampelsari untuk melakukan doa bersama, menurut berita yang saya tanyakan pada seseorang yang kami temui di sumur itu, tempat ini digumakan pada waktu tertentu, serta untuk berdoa agar dusun ini selalu aman. Di sekitar tempat itu ada makam yang mereka anggap sebagai makam tempat orang yang pertama kali masuk, dan membuat sumur gemuling. Sumur itu seperti sumur tanpa ada air dan seperti tertidur, sehingga mereka menyebut sebagai Sumur Gemuling.
Hari-hari tinggal disana sangat berkesan,karna saya dapat melihat mereka hidup dalam kondisi yang seperti itu. Pada malam harinya kami di sediakan makanan yang sederhana. Pada hari kedua kami bangun pukul 05.30, kami langsung mandi, dan sarapan pagi. Di rumah itu terdapat 2 kamar tidur, dan sebuah kamar mandi. Di kamar mandi itu hanya untuk ibu asuh, sementara kami beserta ayah asuh serta anak-anaknya harus mandi disumur karna keluarga ini kesulitan dalam mendapatkan air. Pada hari kedua saya sudah lebih mengenal mereka, dan saya juga mulai membantu keluarga ini, tetapi karna mereka tidak mempunyai kebun atau ladang, kami hanya membantu mencuci piring dan menyapu saja. Pada hari kedua ini kami mencoba untuk berkeliling rumah, karna kami mulai merasa bosan, kami juga diajak untuk melakukan beberapa games dari panitia. Hari kedua ini kami mulai menganggap mereka seperti keluarga sendiri.
Malam harinya kami berkumpul di balai desa, dan berkumpul dengan teman-teman dari dusun yang lain. Di malam hari itu kami ditunjukan kesenian daerah sana, seperti kuda lumping. Acara pada malam hari itu selesai pada pukul 11.00 malam dan kami langsung pulang kerumah kami, karna rumah kami yang berdekatan dengan balai desa tempat digunakan acara kesenian daerah kami masih bisa mendengar suara-suara dari tempat itu. Pada saat sampai dirumah kami masih ditunggu oleh orang tua asuh, dimalam hari itu sempat mati lampu, tetapi hanya sebentar saja.
Pada hari terakhir, kami lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah. Pada hari ketiga ini kami diajak jelajah dusun oleh panitia dusun kami. Pada jelajah dusun ini kami lebih mengenal dusun kami, dan kami pulang pada siang hari, kami langsung makan siang dan berpamitan dengan orang tua asuh kami. Setelah sselesai berkenas dan berpamitan, kami berkumpul dibalai desa dan menunggu teman-teman dari dusun yang lain. Setelah semua sudah berkumpul, kami langsung menuju ke truk kami masing-masing dan pulang kembali ke malang.

No comments:

Post a Comment