Pada hari pertama Live In yaitu hari
Kamis tanggal 11 Oktobber 2012, saya merasa sangat senang. Tidak tau kenapa
perasaan ini muncul secara tiba-tiba. Dan, saat sampai di desa yang bernama
Desa Tambak sari itu, kita di borong langsung ke balai desa. Dan disana
disuguhi makanan seperti lemet. Yang jarang saya temui di kota-kota. Lalu
setelah itu, barulah digiring ke rumah orang tua asuh kami.
Sesampainya
di rumah orang tua asuh saya, saya sempat heran. Ternyata, rumah yang saya
tinggali lumayan layak, mungkin menurut saya juga bagus. Karena di rumah
tersebut ada mobil, truk, sepeda motor, dan kondisi rumah yang sudah seperti
rumah-rumah di kota. Dan saat masuk ke dalam rumah, ibu asuh kami yang
menyambut dengan senyum yang ramah. Dan kami ditunjukkan segera kamir kami yang
mana. Dan setelah meletakkan tas kami, ibu asuh kami sudah menyiapkan makan
siang untuk kami. Dan kami pun langsung makan. Setelah itu, ibu asuh kami
menawarkan kami untuk ikut bekerja atau tidak? Dan kami pun menjawab mau.
Kami
diajak pergi ke kandang sapi untuk memerah, tapi saya tidak sempat. Karena
teman serumah saya masih ngebet untuk memerah susu sapi. Jadinya, saya tidak
sempat ‘memegang’ susu sapi. Dan sorenya, langsung di ajak bapak asuh kami ke
tempat penampungan susu. Sampek jam setengah 5 sore. Lalu, diantar pulang,
karena bapak asuh kami pulang kerjanya masih lama.
Sepulang
dari tempat penampungan susu, kami di beri sebotol aqua ukuran 1 liter berisi
susu. Dan langsung direbus oleh teman saya yang tidak sabran meminum susu sapi.
Setelah merebus susu, kami langsung melanjutkan masak singkon dan makanan untuk
makan malam kami.
Malamnya,
kami ke rumah pak kepala dusun, karena sudah ada jadwalnya. Tetapi, sebelum
berangkat ke rumah pak kepal dusun, ada insiden yang tidak mengenakkan. Karena,
teman kami telah melihat penampakan. Malah, teman kami yang menjadi korban.
Saya merasa kasihan, karena mereka sangat shock setelah penampakan tersebut. Setelah
kejadian itu, mereka cepat-cepat untuk menuju ke rumah pak kepala dusun. Di
rumah pak kepala dusun membahas tentang kelebihan dusunnya. Dan setelah selesai
membahas tentang hal itu, teman kami yang melihat penapakan segera cerita ke
pak kepala dusun sambil menangis karena shock itu.
Tetapi,
setelah itu. Kami malah di ajak jalan-jalan malam sebelum pulang ke rumah. Dan
dalam rombongan itu, teman-teman saya tidak mau bergurau sampai ketawa ketiwi
karena masih takut.
Besok
paginya saya dan teman-teman saya bangun kesiangan. Jadinya, kami tidak ikut
bekerja. Padahal malamnya sudah janjian agar dibangunkan untuk ikut kerja.
Tapi, paginya malah tidak dibangunkan. Jadinya, kami bangun jam 6 pagi, yang
memang sudah kesiangan. Setelah bangun itu saja, masih malas untuk melakukan
apa-apa. Karena adayang masih mengantuk. Jadinya, kami berempat tidur-tiduran.
Saat ada yang mandi ada yang memasak dan menyapu. Dan saya yang kedapatan tugas
untuk menyapu.
Mandinya
saja masih hompimpa. Tapi setelah mandi, saya dan teman serumah saya langsung
ganti baju dan siap-siap untuk main ke rumah teman-teman yang lain. Serta mau
meminta tanda tangan ke tetangga-tetangga.
Setelah
selesai meminta tanda tangan di tetangga, sampai berjalan ke atas. Kami
langsung main ke rumah teman kami yang lain, yang rumahnya dekat dengan pak
kepala dusun. Di rumah teman saya itu, saya main dengan adik angkat teman saya
yang agak-agak ‘nggemesin’. Bahkan sampai lupa waktu. Lalu segera pulang ke
rumah untuk ijin kalau nanti akan keluar lagi. Karena adanya treasure game yang
diadakan di belakang balai desa.
Waktu
treasure game, kebetulan awal-awal kelompok kita tidak begitu serius. Tapi
waktu game sudah dimulai, yang menang selalu kelompok kami. Dan setelah game
treasure berakhir, kita dikasih makan pisang mas yang kecil-kecil itu. Dan
langsung pulang. Sesampainya di rumah kami langsung mandi, karena malamnya ada
farewell party. Dan sebelum itu masih latihan untuk performance. Tapi tidak
jadi latihan, karena datangnya telat semua.
Malamnya,
masih disuruh berkumpul di rumah bu darsiah. Itu saja masih saja ada yang telat.
Tapi, setelah datang semua. Seluruh anak yang ada di dusun kami langsung
berangkat dengan jalan kaki. Karena letak dusun kami paling dekat dengan balai
desa.
Di
balai desa, disuguhkan makanan, ada urap-urap, tempe dan dadar jagung. Dengan
makan tanpa sendok dan tidak ada piring. Tapi, makan dengan cara begini, sangat
seru. Karena jarang saya lakukan di rumah. Setelah makan langsung di suguhkan
dengan pertunjukan tradisional. Sampai pukul 11 malam. Itupun karena adanya
hujan datang.
Semuanya
langsung pulang karena ada yang sudah capek, ada jga yang sudah ngantuk.
Setelah sampainya di rumah, kami berempat cuci kaki dan cuci tangan, kemudian
langsung tidur.
Besok
paginya masih saja ketiduran. Malah bangunnya malah makin siang, yaitu jam 7.
Yang tentu saja, tidak ikut kerja lagi. Semuanya mandi, dan ibu asuh saya sudah
menyiapkan makan pagi untuk kami bertiga. Serta susu yang direbus sendiri oleh
teman saya. Dan langsung ganti baju yang baru, dan segera siap-siap jelajah
dusun. Tapi, yang jelajah dusun tidak semua anak dusun kami ikut. Hanya 15
orang dari 46 orang yang ada di dusun kami, dusun Ampelsari.
Saat
jelajah dusun, kami melewati hutan bambu, dan ditunjukkan yang paling menarik
di dusun saya, yaitu banyaknya sumur-sumur yang masih bisa digynkan, karena
tidak keruh. Tapi, ada juga yang keruh dan digunakan hanya untuk pengairan
saja, terutama untuk hewan dan tumbuhan.
Siangnya,
kami berpisah dengan ibu asuh kami. Saat berpisah itu, ibu asuh kami sempat
berkaca-kaca matanya. Dan saya orangnya yang memang sensitifan, ikut
berkaca-kaca juga. Bahkan sudah mengeluarkan air mata. Sampai-sampai teman saya
dan saya bilang ke ibu asuh kami agar tidak menangis. Setelah berpamitan itu,
kami langsung menuju ke balai desa untuk menunggu anak-anak dari dusun yang lain.
Saat penutupan, anggota karang taruna meminta maaf sebesar-besarnya dan ditutup
dengan do’a. Sambil menunggu truk yang menjemput kami.
Dan
truk datang, dan semua buru-buru untuk menaikkan tasnya ke truk. Dan segera
naik. Saat di truk, masih saja ada anak yang membicarakan tentang live in yang
enak dan seru. Tapi, memang. Pengalaman live in ini tidak akan pernah saya
lupakan. J
No comments:
Post a Comment