Hari pertama, saya sampai ke balai
desa bersama dengan teman-teman yang lain untuk berkumpul menikmati jajanan
pedesaan dan pembagian dusun masing-masing. Saat pembagian dusun tiba, saya
dusun Ampelsari diumumkan terakhir karena balai desa tersebut sudah terletak di
Ampelsari. Ketika giliran saya, awalnya di papan pengumuman sekolah saya
berpasangan dengan teman 1 kelas saya. Giliran saya tepat paling akhir,
ternyata saya digabung dengan teman-teman dari IPS karena homestay saya ada
kendala. Saya sangat terkejut ketika digabung dengan anak IPS tersebut, karena
teman tersebut adalah teman baik saya yang saya tidak pernah salin sapa karena
adanya salah paham sejak kelas 10. Ketika jalan meuju homestay, saya berpikir
dan sedikit gelisah, bagaimana jika nanti di rumah tersebut kami masih saing
diam, bagaimana jika nanti ketika melakukan pekerjaan rutin kami tidak dapat
membaur dan berkelompok sendiri-sendiri. Akhirnya, pada saat itu saya berusaha
untuk berpikir jernih hingga saya sampai di tempat homestay. Sesampainya kami
di tempat homestay, kami disambut hangat dengan pemilik rumahnya, bu Mursidi
namanya. Beliau berumur 70 tahun, hidup sendiri karena suaminya sudah
meninggal, tetapi anak-anaknya dan cucu-cucunya masih mengunjungi beliau setiap
hari. Kami masuk ke dalam rumah dan kami menempati kamar kami masing-masing.
Setelah berganti baju dan menata semuanya, kami dihidangkan makan siang untuk
dimakan saat itu. Awalnya, kami malu-malu untuk makan, karena merasa belum
seberapa kenal. Pada makan siang itu, semua pikiran gelisah saya terjawab, saya
dan teman baik lama saya akhirnya bertegur sapa. Rasanya sangat senang sekali.
Setelah makan siang, kami berbincang-bincang sejenak dengan ibu asuh kami.
Ketika agak sore, saya dan teman 1 kelas saya pergi ke tetangga karena ada
teman saya yang meninggali rumah tersebut. Hanya sebentar saya mengunjunginya,
saya pulang dan yang kami mandi secara bergantian. Setelah mandi, kami membantu
ibu asuh untuk menyiapkan makan malam kami. Waktu itu ada pak hendra dan bapak
kepala sekolah datang. Setelah itu kami makan malam bersama dan mencuci
peralatan makannya setelah selesai makan. Kamipun berkumpul di ruang tamu dan
cerita-cerita mengenai hantu hingga akhirnya kami takut sendiri, akhirnya kami
ke rumah tetangga untuk bermain dengan anak-anak yang lain. Malam harinya
setelah kembali ke rumah, kami memutuskan untuk tidur berempat karena kami
ketakutan.
Hari kedua, saya dan teman 1 kelas
saya bangun pagi untuk membantu ibu asuh memasak, teman IPS yang lain membantu
membersihkan rumah. Karena ibu asuh kami tidak bekerja, kami hanya membantu
pekerjaan rumah tangga. Sehabis makan pagi, kami diajak ibu asuh untuk melihat
sumur di belakang rumah untuk mengisi air di kamar mandi dan melihat kebun ibu
asuh yang sedang tidak panen di belakang rumah, ketika melihat kebun kami
bertemu dengan teman-teman kami yang homestay nya tidak jauh dari rumah kami.
Akhirnya kami, ibu asuh, dan teman-teman dari homestay lain kembali ke rumah
homestay kami. Tak lama kemudian, kami diajak ke rumah homestay teman kami yang
perkerjaannya memerah susu sapi. Setelah sampai disana, awalnya saya ingin
mencoba memerah susu sapi, tapi karena melihat kotorannya saya jadi tidak ingin
sama sekai. Saya dan teman-teman saya hanya melihat salah satu teman dari
homestay itu memerah susunya dan membersihkan kotoran sapi. Kami hanya mencoba
memberi makan sapi karena itu mudah J
Ketika
perjalanan pulang, ada sebuah mobil pick up dari arah bawah dan berhenti di
sebelah kami berjalan. Ternyata, teman-teman lain yang akan pergi ke ladang.
Kami ditawari untuk ikut naik, kamipun naik ke atasnya. Rasanya sangat
menyenangkan menjadi orang desa, karena bebas dari keramaina dan polusi kota
yang berlebihan. Ditengah perjalanan, teman lain juga ada yang ikut lagi, jadi
kita ramai-ramai ke ladangnya. Sesampainya disana, kami hanya melihat-lihat
karena ladangnya masih sebagian tumbuh, akhirnya kami berfoto-foto ramai-ramai
disana dengan bapak asuh teman kami dan bermain binatang undur-undur. Setelah
itu, kami kembali ke rumah. Kami bersiap-siap karena di jadwal tertera adanya
Treasure Game. Siangnya, kami menuju balai desa untuk melaksanakan game dari
coordinator dusun. Ternyata gamenya membosankan K
. Kami bermain hingga sore hari. Pulangnya kami langsung bersiap-siap untuk
farewell party di balai desa, dimana teman-teman dari dusun lain juga ikut
berkumpul disana. Kami dihidangkan makanan pedesaan, rasanya enak sekali.
Setelah itu kami berkumpul di halaman balai desa untuk menyaksikan seni jaran
kepang. Saat puncak acara, tiba-tiba hujan gerimis. Kamipun kembali ke tempat
perkumpulan dan saat akan pulang ternyata gerimisnya berhenti. Sesampainya
dirumah kami langsung istirahat, dan kali ini kami tidak tidur berempat lagi
karena kepanasan.
Hari terakhir kami di desa, seperti
biasa pekerjaan kami sehari-hari hanya membantu ibu asuh kami mengerjakan
pekerjaan rumah. Setelah semuanya selesai, kami pergi ke rumah tetangga untuk
bermain bersama teman-teman lain. Ketika mulai agak sepi, saya dan teman saya
dari rumah tersebut ketiduran di sofa. Siang harinya salah satu teman dari
homestay saya datang membanguni saya, ternyata waktu sudah menunjukan jam
12.15. Sayapun bergegas lari kembali ke rumah untuk bersiap-siap akan pulang.
Sebelum pulang, kami dihidangkan makan siang lagi, padahal kami masih merasa
sangat kenyang K . Setelah makan, kami mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu asuh kami karena teah bersedia menerim
kami dengan sangat baik. Saya pribadi rasanya tidak rela meninggalkan ibu asuh
saya karena beliau sudah tua dan sendirian. Tapi bagaimanapun memang sudah
saatnya pulang.
Dalam live-in ini saya belajar hidup
sederhana, saya sudah sangat beruntung memiliki keluarga yang dapat mencukupi
saya hingga berlebih. Hidup sederhana saja sudah senang, hidup berkelimpahan
bagi saya sudah merupakan hadiah dari Tuhan J
. Keuntungan saya di live-in ini, saya dapat berbaikan dengan teman saya dan
mulai bisa bertegur sapa di sekolah hingga sekarang J
. Terima Kasih Live In DOCTORS TWO J


No comments:
Post a Comment