Tuesday, October 23, 2012

Maria Angelica Bunga XIA1-30


            Hari pertama, saya sampai ke balai desa bersama dengan teman-teman yang lain untuk berkumpul menikmati jajanan pedesaan dan pembagian dusun masing-masing. Saat pembagian dusun tiba, saya dusun Ampelsari diumumkan terakhir karena balai desa tersebut sudah terletak di Ampelsari. Ketika giliran saya, awalnya di papan pengumuman sekolah saya berpasangan dengan teman 1 kelas saya. Giliran saya tepat paling akhir, ternyata saya digabung dengan teman-teman dari IPS karena homestay saya ada kendala. Saya sangat terkejut ketika digabung dengan anak IPS tersebut, karena teman tersebut adalah teman baik saya yang saya tidak pernah salin sapa karena adanya salah paham sejak kelas 10. Ketika jalan meuju homestay, saya berpikir dan sedikit gelisah, bagaimana jika nanti di rumah tersebut kami masih saing diam, bagaimana jika nanti ketika melakukan pekerjaan rutin kami tidak dapat membaur dan berkelompok sendiri-sendiri. Akhirnya, pada saat itu saya berusaha untuk berpikir jernih hingga saya sampai di tempat homestay. Sesampainya kami di tempat homestay, kami disambut hangat dengan pemilik rumahnya, bu Mursidi namanya. Beliau berumur 70 tahun, hidup sendiri karena suaminya sudah meninggal, tetapi anak-anaknya dan cucu-cucunya masih mengunjungi beliau setiap hari. Kami masuk ke dalam rumah dan kami menempati kamar kami masing-masing. Setelah berganti baju dan menata semuanya, kami dihidangkan makan siang untuk dimakan saat itu. Awalnya, kami malu-malu untuk makan, karena merasa belum seberapa kenal. Pada makan siang itu, semua pikiran gelisah saya terjawab, saya dan teman baik lama saya akhirnya bertegur sapa. Rasanya sangat senang sekali. Setelah makan siang, kami berbincang-bincang sejenak dengan ibu asuh kami. Ketika agak sore, saya dan teman 1 kelas saya pergi ke tetangga karena ada teman saya yang meninggali rumah tersebut. Hanya sebentar saya mengunjunginya, saya pulang dan yang kami mandi secara bergantian. Setelah mandi, kami membantu ibu asuh untuk menyiapkan makan malam kami. Waktu itu ada pak hendra dan bapak kepala sekolah datang. Setelah itu kami makan malam bersama dan mencuci peralatan makannya setelah selesai makan. Kamipun berkumpul di ruang tamu dan cerita-cerita mengenai hantu hingga akhirnya kami takut sendiri, akhirnya kami ke rumah tetangga untuk bermain dengan anak-anak yang lain. Malam harinya setelah kembali ke rumah, kami memutuskan untuk tidur berempat karena kami ketakutan.
            Hari kedua, saya dan teman 1 kelas saya bangun pagi untuk membantu ibu asuh memasak, teman IPS yang lain membantu membersihkan rumah. Karena ibu asuh kami tidak bekerja, kami hanya membantu pekerjaan rumah tangga. Sehabis makan pagi, kami diajak ibu asuh untuk melihat sumur di belakang rumah untuk mengisi air di kamar mandi dan melihat kebun ibu asuh yang sedang tidak panen di belakang rumah, ketika melihat kebun kami bertemu dengan teman-teman kami yang homestay nya tidak jauh dari rumah kami. Akhirnya kami, ibu asuh, dan teman-teman dari homestay lain kembali ke rumah homestay kami. Tak lama kemudian, kami diajak ke rumah homestay teman kami yang perkerjaannya memerah susu sapi. Setelah sampai disana, awalnya saya ingin mencoba memerah susu sapi, tapi karena melihat kotorannya saya jadi tidak ingin sama sekai. Saya dan teman-teman saya hanya melihat salah satu teman dari homestay itu memerah susunya dan membersihkan kotoran sapi. Kami hanya mencoba memberi makan sapi karena itu mudah J
Ketika perjalanan pulang, ada sebuah mobil pick up dari arah bawah dan berhenti di sebelah kami berjalan. Ternyata, teman-teman lain yang akan pergi ke ladang. Kami ditawari untuk ikut naik, kamipun naik ke atasnya. Rasanya sangat menyenangkan menjadi orang desa, karena bebas dari keramaina dan polusi kota yang berlebihan. Ditengah perjalanan, teman lain juga ada yang ikut lagi, jadi kita ramai-ramai ke ladangnya. Sesampainya disana, kami hanya melihat-lihat karena ladangnya masih sebagian tumbuh, akhirnya kami berfoto-foto ramai-ramai disana dengan bapak asuh teman kami dan bermain binatang undur-undur. Setelah itu, kami kembali ke rumah. Kami bersiap-siap karena di jadwal tertera adanya Treasure Game. Siangnya, kami menuju balai desa untuk melaksanakan game dari coordinator dusun. Ternyata gamenya membosankan K . Kami bermain hingga sore hari. Pulangnya kami langsung bersiap-siap untuk farewell party di balai desa, dimana teman-teman dari dusun lain juga ikut berkumpul disana. Kami dihidangkan makanan pedesaan, rasanya enak sekali. Setelah itu kami berkumpul di halaman balai desa untuk menyaksikan seni jaran kepang. Saat puncak acara, tiba-tiba hujan gerimis. Kamipun kembali ke tempat perkumpulan dan saat akan pulang ternyata gerimisnya berhenti. Sesampainya dirumah kami langsung istirahat, dan kali ini kami tidak tidur berempat lagi karena kepanasan.
            Hari terakhir kami di desa, seperti biasa pekerjaan kami sehari-hari hanya membantu ibu asuh kami mengerjakan pekerjaan rumah. Setelah semuanya selesai, kami pergi ke rumah tetangga untuk bermain bersama teman-teman lain. Ketika mulai agak sepi, saya dan teman saya dari rumah tersebut ketiduran di sofa. Siang harinya salah satu teman dari homestay saya datang membanguni saya, ternyata waktu sudah menunjukan jam 12.15. Sayapun bergegas lari kembali ke rumah untuk bersiap-siap akan pulang. Sebelum pulang, kami dihidangkan makan siang lagi, padahal kami masih merasa sangat kenyang K . Setelah makan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu asuh kami karena teah bersedia menerim kami dengan sangat baik. Saya pribadi rasanya tidak rela meninggalkan ibu asuh saya karena beliau sudah tua dan sendirian. Tapi bagaimanapun memang sudah saatnya pulang.
            Dalam live-in ini saya belajar hidup sederhana, saya sudah sangat beruntung memiliki keluarga yang dapat mencukupi saya hingga berlebih. Hidup sederhana saja sudah senang, hidup berkelimpahan bagi saya sudah merupakan hadiah dari Tuhan J . Keuntungan saya di live-in ini, saya dapat berbaikan dengan teman saya dan mulai bisa bertegur sapa di sekolah hingga sekarang J . Terima Kasih Live In DOCTORS TWO J



No comments:

Post a Comment