Tuesday, October 23, 2012

Refleksi by Lily Gunawan XIA1-28


Pada hari pertama live in, saya sudah menemui hal-hal baru yaitu pergi ke dusun dengan truk. Setelah sampai di dusun dengan cuaca yang panas, saya mencari rumah orangtua asuh saya, karena teman-teman saya yang lain di jemput oleh orangtua suhnya kecuali saya dan teman saya. Dan alhasil setelah menemuikan rumah orangtua asuh saya yang tidak lain adalah Kepala Desa Tambaksari sendiri, rumahna kosong karena istrinya bekerja dan anaknya masih sekolah. Karena tidak ada kerjaan, saya dan teman saya berjalan-jalan dan akhirnya ada tetangga yang tidak lain adalah orangtua dari orangtua asuh saya mencari saya untuk makan siang. Setelah menunggu terlalu lama, saya melaporkan kepada coordinator dusun saya dan saya segera dipindahkan ke homestay lainnya. Disini lah hari baru dimulai di rumah orangtua asuh baru saya
                Baru saja sampai, saya langsung berganti baju dan langsung menuju dapur untuk memasak makan malam. Saya menyiapkan banak sekali makanan. Setelah memasak saya langsung mandi dan berjalan-jualan keliling dusun. Bertemu masyarakat sekitar yang ramah-ramah dan berkunjung ke homestay lainnya. Awal yang menyenangkan. Malam harinya kami semua di kumpulkan di rumah Kepala Desa untuk mengenal perangkat desa setelah itu pulang dan tidur.
                Pada hari kedua, saya bangun sangat pagi. Rencananya saya dan teman-teman akan memeras susu sapi, tetapi karena saya ditinggal dan udaranya sangat dingin, akhirnya saya lebih memilih untuk belanja di warung sebelah dan memasak untuk sarapan pagi kami semua. Setelah sarapan, saya dan teman-teman pergi ke lading untuk memanen kopi dan cabe sampai tengah hari dan setelah itu kembali pulang. Sesampai di rumah saya langsung antri mandi dan makan siang karena setelah ini kami akan berkumpul di rumah bu Mike untuk treasuregame. Tetapi treasuregamenya tidak jadi. Hhmm sangat mengecewakan. Disana kami hanya mempersiapkan pentas seni (menyanyi) untuk farewell party malamnya.setelah latihan kami kembali ke homestay masing-masing.
                Sampai dirumah saya mandi dan bersiap-siap untuk farewell party. Kami berkumpul di homestay saya dan di jemput dengan truk, tetapi malam itu saya sedang masuk angina jadi tidak bisa menikmati perjalanan dan keseruan bersama teman-teman. Sesampainya di balai desa kami melaksanakan penutupan live in dan setelah itu di suguhi hidangan makan malam dengan urap-urap di atas “pincuk”. Mengesankan. Setelah makan malam, kami segera menuju lapangan untuk farewell party dengan di buka paduan suara Santa Maria berserta OSIS menyanyikan Mars SMAK Santa Maria setelah itu disusul kesenian masyarakat sekitar “jaranan”. Selama pertunjukkan saya hanya bisa bersandar di pundak teman saya. Pengalaman farewell yang tidak menyenangkan. Akhirnya acara farewell party di tutup dengan rintik-rintik hujan dan kami segera masuk kedalam gedung balai desa. Setelah itu kami didistribusikan dengan truk lagi untuk kembali ke homestay masing-masing.
`               Keesokkan harinya kami bangun kesiangan karena terlalu capek, setelah itu kami packing dan saya membantu memasak dan menyiapkan sarapan pagi untuk kami semua di dapur. Hari terakhir ini, kami sangat menganggur tidak ada kerjaan. Jadi kami beristirahat (kurang tidur juga) di sofa ber-6 sampai ketiduran. Siangnya kami bersiap-siap untuk kembali ke Malang. Sbelumnya kami makan siang terlebih dahulu yang telah di siapkan oleh ibu asuh saya. Setelah makan siang saatnya kami berpisah dengan orangtua asuh . kami berpamitan dengan di sertai kata maaf dan berjuta terimakasih atas hari-hari serta pengalaman yang mereka berikan kepada saya dan teman-teman. Sebelum pulang kami sempat berfoto dengan anggota keluarga kami selama live in ini. Dan akhirnya kami pergi ke balai desa dengan menggunakan truk dan didistribusikan ke Malang dengan truk tentara.
                Sungguh pengalaman yang unik dan menakjubkan selama live in ini. Semoga ini menjadi pengalaman berharga sepanjang hidup saya.







No comments:

Post a Comment