Pada
hari pertama live in, saya sudah menemui hal-hal baru yaitu pergi ke dusun
dengan truk. Setelah sampai di dusun dengan cuaca yang panas, saya mencari
rumah orangtua asuh saya, karena teman-teman saya yang lain di jemput oleh
orangtua suhnya kecuali saya dan teman saya. Dan alhasil setelah menemuikan
rumah orangtua asuh saya yang tidak lain adalah Kepala Desa Tambaksari sendiri,
rumahna kosong karena istrinya bekerja dan anaknya masih sekolah. Karena tidak
ada kerjaan, saya dan teman saya berjalan-jalan dan akhirnya ada tetangga yang
tidak lain adalah orangtua dari orangtua asuh saya mencari saya untuk makan
siang. Setelah menunggu terlalu lama, saya melaporkan kepada coordinator dusun
saya dan saya segera dipindahkan ke homestay lainnya. Disini lah hari baru
dimulai di rumah orangtua asuh baru saya
Baru saja sampai, saya langsung
berganti baju dan langsung menuju dapur untuk memasak makan malam. Saya
menyiapkan banak sekali makanan. Setelah memasak saya langsung mandi dan
berjalan-jualan keliling dusun. Bertemu masyarakat sekitar yang ramah-ramah dan
berkunjung ke homestay lainnya. Awal yang menyenangkan. Malam harinya kami
semua di kumpulkan di rumah Kepala Desa untuk mengenal perangkat desa setelah
itu pulang dan tidur.
Pada hari kedua, saya bangun
sangat pagi. Rencananya saya dan teman-teman akan memeras susu sapi, tetapi
karena saya ditinggal dan udaranya sangat dingin, akhirnya saya lebih memilih
untuk belanja di warung sebelah dan memasak untuk sarapan pagi kami semua.
Setelah sarapan, saya dan teman-teman pergi ke lading untuk memanen kopi dan
cabe sampai tengah hari dan setelah itu kembali pulang. Sesampai di rumah saya
langsung antri mandi dan makan siang karena setelah ini kami akan berkumpul di
rumah bu Mike untuk treasuregame. Tetapi treasuregamenya tidak jadi. Hhmm
sangat mengecewakan. Disana kami hanya mempersiapkan pentas seni (menyanyi)
untuk farewell party malamnya.setelah latihan kami kembali ke homestay masing-masing.
Sampai dirumah saya mandi dan
bersiap-siap untuk farewell party. Kami berkumpul di homestay saya dan di
jemput dengan truk, tetapi malam itu saya sedang masuk angina jadi tidak bisa
menikmati perjalanan dan keseruan bersama teman-teman. Sesampainya di balai
desa kami melaksanakan penutupan live in dan setelah itu di suguhi hidangan
makan malam dengan urap-urap di atas “pincuk”. Mengesankan. Setelah makan
malam, kami segera menuju lapangan untuk farewell party dengan di buka paduan
suara Santa Maria berserta OSIS menyanyikan Mars SMAK Santa Maria setelah itu
disusul kesenian masyarakat sekitar “jaranan”. Selama pertunjukkan saya hanya
bisa bersandar di pundak teman saya. Pengalaman farewell yang tidak
menyenangkan. Akhirnya acara farewell party di tutup dengan rintik-rintik hujan
dan kami segera masuk kedalam gedung balai desa. Setelah itu kami
didistribusikan dengan truk lagi untuk kembali ke homestay masing-masing.
` Keesokkan harinya kami bangun
kesiangan karena terlalu capek, setelah itu kami packing dan saya membantu
memasak dan menyiapkan sarapan pagi untuk kami semua di dapur. Hari terakhir
ini, kami sangat menganggur tidak ada kerjaan. Jadi kami beristirahat (kurang
tidur juga) di sofa ber-6 sampai ketiduran. Siangnya kami bersiap-siap untuk
kembali ke Malang. Sbelumnya kami makan siang terlebih dahulu yang telah di
siapkan oleh ibu asuh saya. Setelah makan siang saatnya kami berpisah dengan
orangtua asuh . kami berpamitan dengan di sertai kata maaf dan berjuta
terimakasih atas hari-hari serta pengalaman yang mereka berikan kepada saya dan
teman-teman. Sebelum pulang kami sempat berfoto dengan anggota keluarga kami
selama live in ini. Dan akhirnya kami pergi ke balai desa dengan menggunakan
truk dan didistribusikan ke Malang dengan truk tentara.
Sungguh pengalaman yang unik dan
menakjubkan selama live in ini. Semoga ini menjadi pengalaman berharga
sepanjang hidup saya.
No comments:
Post a Comment