Tuesday, October 23, 2012

Live In "The Doctor Two" by Febby Yuanitha XIA1-19


Malang – 11 Oktober 2012, tepatnya pada hari kamis. yah inilah yang aku tunggu-tunggu juga bagi anak-anak klas XI , acara LIVE IN “the docter two”. Dimana nantinya aku akan mengalami banyak pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan dan tidak mungkin aku dapatkan dalam kehidupan sehari-hariku. Nantinya aku akan dihadapkan pada kehidupan yang jauh dari kota dimana seperti aku sekarang tinggal, 3 hari 2 malam aku akan hidup di sebuah dusun yang dimana aku akan melakukan kegiatan sehari-hari yang biasanya dilakukan penduduk disana seperti bertani,berternak,berhebun, serta beradaptasi pada lingkungan di desa. Dan desa Tambaksari yang menjadi tujuannya.
Di desa Tambaksari yang terletak di Purwodadi,Pasuruan ini terdapat 4 dusun yaitu Dusun Tambakwatu, Dusun kraing, Dusun Ampelsari, dan Dusun Gunung Malang. Pembagian dusunpun dibagi dan Dusun Gunung Malang, itulah dusun yang akan aku tempati  selama 3 hari 2 malam. Aku akan tinggal di homestay bernomor 20 dengan ibu angkatku yang bernama bu atik. Bu atik ini yang akan menjadi ibuku selama kegiatan live in berlangsung. Aku tinggal bersama ketiga temanku, lia thalia teman sekelas, karunia dan agnes teman tetangga dari XI IPA 2, ini akan menjadi live in yang seru karena aku mendapat pembagian 4 orang, sedangkan lainnya lebih banyak hanya 2 orang. Dan pasti maksud dari pembagian acak ini agar mungkin pak hendra membuat kita lebih akrab antar teman satu dengan teman yang lain.
Pukul 06.45 pagi kita berkumpul disekolah dengan menggunakan baju live yang berkera berwarna hijau perpaduan putih. Aku membawa 1 tas besar 1 tas ransel kecil lalu 1 tas kecil untuk tempat sepatu serta sandal. Sebenarnya terlihat banyak dan ribet tapi tak apalah lagi pula barang-barang sudah kumasukkan. Semua sudah aku siapkan pada malam hari sebelum hari H tidak lupa juga aku membawa camera yang menjadi media untuk menyimpan moment berharga kami nantinya. Tapi ada satu hal yang tidak dan mungkin sangat tidak kita sukai yaitu tidak dibolehkan membawa HP, itu seperti siksaan bagi kita yang sudah terbiasa berhari-hari selalu tidak bias dipisahkan oleh HP. Kenapa tidak boleh membawa katanya sih supaya kita lebih terpusat oleh kegiatan-kegiatan disana bukannya malah sibuk bermain dengan HP. Tapi tetap saja kita tidak terima pada hal itu L. Setelah semua berkumpul pengarahan pun berlangsung, jam 9 kita berangkat dengan menggunakan tranportasi yang jarang dan mungkin tidak pernah kita naiki , yak kita diantar oleh 6 truk tentara yang cukup memuat kurang lebih 30 orang. Di perjalan aku dan kawan-kawan berseru-seru pastinya, nyanyi-nyanyi, bercanda, foto-foto, bahkan menjailli orang-orang di jalan.
Akhirnya yang kami tunggu-tunggu tiba, sampailah kami ke tempat tujuan dengan selamat, tapi hawa panasnya tidak mendukung . Kami berkumpul di balai untuk mendengarkan pengarahan dan sambutan-sambutan termasuk sambutan dari pak kepala desa. Hal keseruan yang kedua kami nantinya akan diantar oleh truk-truk yang biasanya digunakan untuk mengangkut hewan ternak, sangat sangat seru sekali apalagi aku naik di atas kepala truk, rasanya menakutkan tapi ada sensasi seru memacu adrenalin. Homestay ku terletak paling ujung. Aku, lia, agnes, dan karunia disambut sangat hangat oleh ibu atik, kami langsung disuguhi segelas teh hangat. Kita pun memperkenalkan diri kepada anggota keluarga bu atik dan bu atik langsung menunjukkan kamar yang akan kami tempati ,aku mendapat kamar di bagian depan dengan lia sedangkan agnes dan karunia mendapat kamar bagian belakang. Ibu atik mempunyai suami bernama pak suparno dan bu atik mempunyai 2 orang anak dan 1 keponakan yang sudah lama tinggal di serumah. Bu atik juga punya hewan peliharaan ayam dan sapi, awalnya aku dan kawan-kawan sangat takut melihat sapi karena badannya yang besar tapi lama kelamaan kami beradaptasi dan bahkan kami telah menamai sapi itu “Moo” , setelah kami perkenalan kami langsung melakukan aktifitas sehari-hari termasuk melakukan pekerjaan bu atik. Aku juga menyempatkan keliling dusun mampir ke homestay anak-anak lain. Disitulah kami mulai berkenalan dengan penduduk sekitar, dan mereka juga menyambut hangat kami. Aku juga membantu ibu-ibu yang sedang bekerja, ada yang membuat dupa dari seperti serpihan kayu lalu merawat ternak dan juga memetik cengkeh. Lumanyan menambah pengalaman. Malam harinya kami semua se-dusun diajak kakak Pembina untuk pergi kerumah kepala dusun.
Hari pertama live in pun berjalan dengan baik dan malamnya aku dan kawan-kawan melakukan hal yang konyol, kita memutuskan intuk tidak tidur per kamar melainkan kita akan membeber karpet dan tidur di ruang tengah berempat tapi yah begitu resikonya kita akan kedinginan karena tidur dibawah, tapi justru keseruan ini yang kita cari. Sebelum tidur kita juga menyemoatkan ntuk mengisi buku live in dan membuat refleksi, setelah itu ada yang tidak aku suka i,aku susah tidur soalnya jika dirumah aku sudah terbiasa suka tidur malam, sedangkan kawan-kawanku sudah terlihat capek dan lelah, woooa rasanya aku bingung di malam pertma itu harus memaksa tidur dengan cara bagaimana, tapi untungnya karunia mau menemaniku karena dia tidak tega liat aku sendirian tidak bisa tidur. Kami pun saling curhat pada malam itu dan curhatan itu yang lama-lama membuat kami ketiduran hahaha.
Besoknya pagi-pagi buta karunia dan agnes sudah bangun pagi mendahuluiku, aku dan lia masih enak-enaknya tidur mbangkong. Ternyata karuni dan agnes sudah rajin mengambil air di depan rumah unutk mandi karena persediaan air di kamar mandi sudah habis, aku salut pada mereka tidak seperti aku yang malah masih malas-malas tidur. Oh ya homestay yang kami tempati sudah ada kamar mandi tertutupnya loh, padahal awalnya kami kira di dusun itu pasti mandinya di kamar mandi terbuka untuk umum dan pasti kotor atau kamar mandi tanpa penutup, kali maksudnya. Setelah mandi kita menyiapkan sarapan setelah itu kita langsung diajak ibu untuk mencari rumput di lading belakang untuk makanan si moo. Ooo dan perjalan itu tidak sampe disitu, soalnya ibu menawarkan aku dan kawan-kawan untuk melanjutkan perjalan ke kebun teh di puncak dan pulangnya melewati hutan pinus. Tapi ibu menawarinya dengan keraguan kaerna takut kita akan capek dijalan, soalnya rutenya sangat jauh krang lebih 5 kilometer dan pastinya melewati jalan tanjakan dan turunan yang jurang itu yang membuat ibu tidak yakin mengajak kita.yapi dengan sangat memaksa dan memohon ke ibu , hatinya pun luluh oleh rayuan jitus kita. Let’s go petualangan dimulai !
Memang benar yang dikatakan ibu jalannya sangat jurang dan kaki kita harus terpaksa gatal-gatal karena tidak terbiasa melewati rumput-rumput dan parit. Hawa yang panas  juga menjadi tantangan bagi kita apalagi kita lupa membawa bontot minum, akhirnya dengan cara setiap sejenak kita berhenti untuk menarik nafas dan foto-foto, setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Aku memang salut dengan ibu atik dengan raganya yang sudah tidak sebugar kita tapi jalan seprti ini sudah biasa buat dia , ibu juga pernah berceria bahwa dia juga sering menempuh jalan yang lebih jauh dari ini dengan jalan kaki. Woow salutt !. saat yang kita tiba tiba datang kita sampai di kebun the yang biasanya aku Cuma bias melihatnya di TV di reklame minuman teh-teh sekarang bias aku nikmati dan liat secara langsung. Aku dan kawan-kawan langsung foto-foto disana. Pulangnya ada bonus yang lebih lagi untuk kami , melewati hutan pinus yang sangaaaaaat indah dan sangat bagus untuk foto-foto. Rasanya hawa ini gak pernah aku rasakan di kota. Aku juga memunguti bunga bunga yang mengering berjatuhan dari pohon pinus yang sangat tinggi ini, bunganya berwarna coklat tua bentuknya sangat indah dan tektursnya seperti kayu bukan seperti bunga-bunga biasa.
Kita sampai juga dirumah, dengan badan berkeringat dan wajah yang sangat capek . wah rasanya capek kami ingin kami lampiaskan ke kasur, tapi sebelum itu aku membersihkan diri dulu biar segar. Lia dan agnes langsung tidur tergelepak di ruang tengah, tapi aku kan karunia malah keliling dusun dan menyapa tetangga-tetangga. Aku dan karunia malah pergi kerumah bu erna, coordinator dari dusun Gunung Malang, disitu temapt tinggal homestay disa yang menjadi teman akrab bermain ku, disana anak-anak berkumpul sejenak kalo sudah merasa bisan dan tak ada kegiatan. Aku dan anak-anak membuat keseruan di sore itu, aku dkk bermain kartu tablek nyamuk, bekelan, dan lompat tali. Wah serasa sudah menjadi anak desa, tingkah laku kami menjadi tontonan bagi warga sekitar, bagi mereka ini hiburan yang jarang mereka lihat.
Sorenya aku dan anak-anak berkumpul untuk mengikuti teasure game. Awalnya kita berkumpul di suatu lapangan lalu kakak pembina meminta kami agar agar membentuk grup kurang lebih 8 orang per anggota dan kami ditugaskan untuk membuat yel-yel grup. Grup ku lah yang menjadi grup terheboh dan berani tampil yang pertama, kakak pembina pun sampai tertawa melihat tingkah laku dan yel yel yang kelompokku bawakan. Yel-yel kelompokku sangat bersemangat dengan gaya yel-yel iwak peyek dan gangnam style. Tapi sayangnya treasure game hanya dijalankan 1 permainan saja karena anak-anak pada seenaknya sendiri tidak mau memperhatikan dan mendengarkan pengarahan, kakak pembina memutuskan untuk membatalkan 3 game dan menyuruh kita intuk mempersiapkan penampilan unutk firewell party yang nanti malam akan diadakan.
Malam harinya pada hari kedua aku dan anak-anak berkumpul di rumah bu, setelah itu dari dusun ke balai desa yang akan menjadi tempat diadakannya firewell party kami diantar oleh truk. Sungguh menyenangkan sensasi naik truk bersama teman-teman pada malam hari. Aku dkk pun sampai dan dipersilahkan untuk mengisi perut kami. Lalu setelah kita semua makan langsung bergegas berbaris keluar menuju lapangan yang letaknya tidak jauh dari balai desa. Kembang api pun dinyalakan dan api unggun di kobarkan api dengan kita mengelilinginya. Setelah itu kami siswa-siswi SMAK santa maria mwmpersembahkan sebuah lagu kebanggaan sekolah kita , mars SMAK santa maria, kami menyanyikannya dengan penuh semangat. Setelah itu acara persembahan dari desa tambaksari pun dimulai, Jaranan dengar saja aku sudah ngeri dan tidak suka bukannya apa masalahnya acara ini diadakan malam lagi. Yang lain menonton dengan sangat dekat aku dan devina cukup dari kejauan saja, yang penting kelihatan. Beberapa anak dari santa maria yupita, cha cha, dan satu laki-laki juga ikut berjoget bersama para penari jaranan. Sekitar jam 10 pun cuaca menjadi gerimis dan beberapa menit kemudian anak-anak langsung bubar dari tempat mereka semula, termasuk aku yang segera lari kedalam balai desa untuk berteduh. Truk-truk sudah disiapkan dan kita semua dipulangkan ke masing-masing dusun karena kita semua sudah terlihat lelah dan ngantuk.
Sayangnya karena rumahku yang terletak paling pucuk dan kita para wanita takut pulang karena jalan-jalannya yang sangat gelap sedangkan yang membawa senter hanya lia, akhirnya aku memutuskan meminta tolong kapon, ricard dkk untuk mengantarkan kami pulang. Setelah sampai dirumah ibu atik yang merindukan kita sudah menyambut kita dengan rasa kangen dan menyuruh kita untuk segera tidur. Untungnya di malam kedua ini aku bias tertidur lelap tidak seperti malam sebelumnya.
Pagi hari di hari ke tiga yah sepertinya aku dan lia memang jago tidur sedangkan karunia dan agnes sudah selesai sarapan. Kita disambut dengan susu segar yang hangat di pagi hari , awalnya aku tidak begitu suka susu segar tapi melihat anak-anak meminumnya dengan sangat enak membuat aku jadi tertarik, eh setelah dicoba ternyata rasanya enak walaupun terlalu manis lagipula susu ini segar sekali karena berasal langsung dari hasil perah di dusun Gunung Malang. Setelah sarapan kenyang kita semua mandi-mandi dan segera packing semua bawaan kita.
Ibu atik sekeluarga menyiapkan banyak oleh-oleh buat kita, ada kacang, 1 tandan pisang, buah apukat, ketela rebus dan onde-onde. Wah itu sudah lebih dari cukup bagi kita, malah akita yang merasa sungkan tidak bias membelikan apa-apa buat keluarga bu atik, mereka malah berkat “Wes to nduk gak usa kasih apa-apa, kalian dating kesini nemeni ibuk sama anak e ibuk a ewes seneng, maaf kalo ibuk cuma bias kasih itu , sama janga lupa kalo ada waktu main-main kesini jangan lupa sama kita”. Uuuuuuu ! kata-kata itu sungguh buat aku,lia,karunia,agnes mersa terharu. Kami langsung salim mencium tangan bu atik dan suaminya kita juga berpamitan sama anak-anak bu atik.sebagai peninggalan dari aku,aku meninggalkan sandal jogger ku buat candra anak laki-laki bu atik, aku tau itu tidak baru tapi itu yakin akan buat candra senang. Sebelum pulang kita juga menyempatkan mampir ke tetangga-tetangga sekitar untuk berpamitan dank arena itu sialnya lagi ternyata setelah kita sudah membawa barang-barang bawaan kita samapi keruamh bu erna. Sepi yang ada, kita ternyata ketinggalan truk. Tapi untungnya kita diantar oleh suami bu atik dan beberapa orang yang dekat situ untuk menyusul truknya. Hahahaha sungguh konyol :D
Setelah semua berkumpul dibalai kita langsung diabsen lalu para koordinator mengucapkan salam perpisahan lalu kita tidak lupa doa sebelum pulang agar sampai dirumah dengan selamat. Truk-truk tentara sudah terlihat  berjejer rapi. Segera kita semua menaikkan barang dan naik dalam truk. Tidak seperti awal keberangkatan, dalam perjalan kami semua pada capek,lelah, bahkan ada yang tidur , maklum memang live in in sangat melelahkan tapi bukan dalam arti menyiksa. SMAK santa maria.. yeah sudah sampai, semua orang tua dan penjemput berjejer. Aku dijemput oleh bundaku dan aku segera ingin membagi banyak cerita dan pengalaman seruku ini ke keluargaku. Tapi ternyata setelah sampai di rumah yang ada aku malah tepar capek dan kangen pada kasurku yang selama ini buat tidurku nyenyak.
LIVE IN? yah kata itu yang buat aku mendapat semua pengalaman berharga yang tak akan aku lupakan ini, capek ku terbayar oleh semua kejadian-kejadian seru di dusun Gunung Malang dimana aku tinggal bersama ibu kedua ku bu atik bersama keluarganya. Live in yang mengajarkan aku pada bagaimana susahnya orang bekerja susah payah mencari uang dengan cara mereka sebagai orang desa, yang beda dengan orang kota yang tidak perlu berjalan bermil-mil menempuh jarak dengan jalan kaki untuk hanya pergi ke kebun.
Dan akhir dari semua ini aku tidak lupa untuk bersyukur pada tuhan dengan doaku ini :
“Terimakasih tuhan untuk kemarin, hari ini, dan esok ini. Kau membolehkan ku mengikuti acara live in ini dengan penuh semangat, tuhan aku tidak akan pernah melupakan momen-momen berharga yang kau berikan ini” AMIN !











No comments:

Post a Comment