Malang – 11
Oktober 2012, tepatnya pada hari kamis. yah inilah yang aku tunggu-tunggu juga
bagi anak-anak klas XI , acara LIVE IN “the docter two”. Dimana nantinya aku
akan mengalami banyak pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan dan tidak mungkin
aku dapatkan dalam kehidupan sehari-hariku. Nantinya aku akan dihadapkan pada
kehidupan yang jauh dari kota dimana seperti aku sekarang tinggal, 3 hari 2
malam aku akan hidup di sebuah dusun yang dimana aku akan melakukan kegiatan
sehari-hari yang biasanya dilakukan penduduk disana seperti
bertani,berternak,berhebun, serta beradaptasi pada lingkungan di desa. Dan desa
Tambaksari yang menjadi tujuannya.
Di
desa Tambaksari yang terletak di Purwodadi,Pasuruan ini terdapat 4 dusun yaitu
Dusun Tambakwatu, Dusun kraing, Dusun Ampelsari, dan Dusun Gunung Malang.
Pembagian dusunpun dibagi dan Dusun Gunung Malang, itulah dusun yang akan aku
tempati selama 3 hari 2 malam. Aku akan
tinggal di homestay bernomor 20 dengan ibu angkatku yang bernama bu atik. Bu
atik ini yang akan menjadi ibuku selama kegiatan live in berlangsung. Aku tinggal
bersama ketiga temanku, lia thalia teman sekelas, karunia dan agnes teman
tetangga dari XI IPA 2, ini akan menjadi live in yang seru karena aku mendapat
pembagian 4 orang, sedangkan lainnya lebih banyak hanya 2 orang. Dan pasti
maksud dari pembagian acak ini agar mungkin pak hendra membuat kita lebih akrab
antar teman satu dengan teman yang lain.
Pukul
06.45 pagi kita berkumpul disekolah dengan menggunakan baju live yang berkera
berwarna hijau perpaduan putih. Aku membawa 1 tas besar 1 tas ransel kecil lalu
1 tas kecil untuk tempat sepatu serta sandal. Sebenarnya terlihat banyak dan
ribet tapi tak apalah lagi pula barang-barang sudah kumasukkan. Semua sudah aku
siapkan pada malam hari sebelum hari H tidak lupa juga aku membawa camera yang
menjadi media untuk menyimpan moment berharga kami nantinya. Tapi ada satu hal
yang tidak dan mungkin sangat tidak kita sukai yaitu tidak dibolehkan membawa
HP, itu seperti siksaan bagi kita yang sudah terbiasa berhari-hari selalu tidak
bias dipisahkan oleh HP. Kenapa tidak boleh membawa katanya sih supaya kita
lebih terpusat oleh kegiatan-kegiatan disana bukannya malah sibuk bermain
dengan HP. Tapi tetap saja kita tidak terima pada hal itu L. Setelah semua berkumpul pengarahan pun
berlangsung, jam 9 kita berangkat dengan menggunakan tranportasi yang jarang
dan mungkin tidak pernah kita naiki , yak kita diantar oleh 6 truk tentara yang
cukup memuat kurang lebih 30 orang. Di perjalan aku dan kawan-kawan
berseru-seru pastinya, nyanyi-nyanyi, bercanda, foto-foto, bahkan menjailli
orang-orang di jalan.
Akhirnya
yang kami tunggu-tunggu tiba, sampailah kami ke tempat tujuan dengan selamat,
tapi hawa panasnya tidak mendukung . Kami berkumpul di balai untuk mendengarkan
pengarahan dan sambutan-sambutan termasuk sambutan dari pak kepala desa. Hal
keseruan yang kedua kami nantinya akan diantar oleh truk-truk yang biasanya
digunakan untuk mengangkut hewan ternak, sangat sangat seru sekali apalagi aku
naik di atas kepala truk, rasanya menakutkan tapi ada sensasi seru memacu
adrenalin. Homestay ku terletak paling ujung. Aku, lia, agnes, dan karunia
disambut sangat hangat oleh ibu atik, kami langsung disuguhi segelas teh
hangat. Kita pun memperkenalkan diri kepada anggota keluarga bu atik dan bu
atik langsung menunjukkan kamar yang akan kami tempati ,aku mendapat kamar di
bagian depan dengan lia sedangkan agnes dan karunia mendapat kamar bagian
belakang. Ibu atik mempunyai suami bernama pak suparno dan bu atik mempunyai 2
orang anak dan 1 keponakan yang sudah lama tinggal di serumah. Bu atik juga
punya hewan peliharaan ayam dan sapi, awalnya aku dan kawan-kawan sangat takut melihat
sapi karena badannya yang besar tapi lama kelamaan kami beradaptasi dan bahkan
kami telah menamai sapi itu “Moo” , setelah kami perkenalan kami langsung
melakukan aktifitas sehari-hari termasuk melakukan pekerjaan bu atik. Aku juga
menyempatkan keliling dusun mampir ke homestay anak-anak lain. Disitulah kami
mulai berkenalan dengan penduduk sekitar, dan mereka juga menyambut hangat
kami. Aku juga membantu ibu-ibu yang sedang bekerja, ada yang membuat dupa dari
seperti serpihan kayu lalu merawat ternak dan juga memetik cengkeh. Lumanyan
menambah pengalaman. Malam harinya kami semua se-dusun diajak kakak Pembina
untuk pergi kerumah kepala dusun.
Hari
pertama live in pun berjalan dengan baik dan malamnya aku dan kawan-kawan
melakukan hal yang konyol, kita memutuskan intuk tidak tidur per kamar
melainkan kita akan membeber karpet dan tidur di ruang tengah berempat tapi yah
begitu resikonya kita akan kedinginan karena tidur dibawah, tapi justru
keseruan ini yang kita cari. Sebelum tidur kita juga menyemoatkan ntuk mengisi
buku live in dan membuat refleksi, setelah itu ada yang tidak aku suka i,aku
susah tidur soalnya jika dirumah aku sudah terbiasa suka tidur malam, sedangkan
kawan-kawanku sudah terlihat capek dan lelah, woooa rasanya aku bingung di
malam pertma itu harus memaksa tidur dengan cara bagaimana, tapi untungnya
karunia mau menemaniku karena dia tidak tega liat aku sendirian tidak bisa
tidur. Kami pun saling curhat pada malam itu dan curhatan itu yang lama-lama
membuat kami ketiduran hahaha.
Besoknya
pagi-pagi buta karunia dan agnes sudah bangun pagi mendahuluiku, aku dan lia
masih enak-enaknya tidur mbangkong. Ternyata karuni dan agnes sudah rajin
mengambil air di depan rumah unutk mandi karena persediaan air di kamar mandi
sudah habis, aku salut pada mereka tidak seperti aku yang malah masih
malas-malas tidur. Oh ya homestay yang kami tempati sudah ada kamar mandi
tertutupnya loh, padahal awalnya kami kira di dusun itu pasti mandinya di kamar
mandi terbuka untuk umum dan pasti kotor atau kamar mandi tanpa penutup, kali
maksudnya. Setelah mandi kita menyiapkan sarapan setelah itu kita langsung
diajak ibu untuk mencari rumput di lading belakang untuk makanan si moo. Ooo
dan perjalan itu tidak sampe disitu, soalnya ibu menawarkan aku dan kawan-kawan
untuk melanjutkan perjalan ke kebun teh di puncak dan pulangnya melewati hutan
pinus. Tapi ibu menawarinya dengan keraguan kaerna takut kita akan capek
dijalan, soalnya rutenya sangat jauh krang lebih 5 kilometer dan pastinya
melewati jalan tanjakan dan turunan yang jurang itu yang membuat ibu tidak
yakin mengajak kita.yapi dengan sangat memaksa dan memohon ke ibu , hatinya pun
luluh oleh rayuan jitus kita. Let’s go petualangan dimulai !
Memang
benar yang dikatakan ibu jalannya sangat jurang dan kaki kita harus terpaksa
gatal-gatal karena tidak terbiasa melewati rumput-rumput dan parit. Hawa yang
panas juga menjadi tantangan bagi kita
apalagi kita lupa membawa bontot minum, akhirnya dengan cara setiap sejenak
kita berhenti untuk menarik nafas dan foto-foto, setelah itu melanjutkan
perjalanan lagi. Aku memang salut dengan ibu atik dengan raganya yang sudah
tidak sebugar kita tapi jalan seprti ini sudah biasa buat dia , ibu juga pernah
berceria bahwa dia juga sering menempuh jalan yang lebih jauh dari ini dengan
jalan kaki. Woow salutt !. saat yang kita tiba tiba datang kita sampai di kebun
the yang biasanya aku Cuma bias melihatnya di TV di reklame minuman teh-teh
sekarang bias aku nikmati dan liat secara langsung. Aku dan kawan-kawan
langsung foto-foto disana. Pulangnya ada bonus yang lebih lagi untuk kami ,
melewati hutan pinus yang sangaaaaaat indah dan sangat bagus untuk foto-foto.
Rasanya hawa ini gak pernah aku rasakan di kota. Aku juga memunguti bunga bunga
yang mengering berjatuhan dari pohon pinus yang sangat tinggi ini, bunganya
berwarna coklat tua bentuknya sangat indah dan tektursnya seperti kayu bukan
seperti bunga-bunga biasa.
Kita
sampai juga dirumah, dengan badan berkeringat dan wajah yang sangat capek . wah
rasanya capek kami ingin kami lampiaskan ke kasur, tapi sebelum itu aku
membersihkan diri dulu biar segar. Lia dan agnes langsung tidur tergelepak di
ruang tengah, tapi aku kan karunia malah keliling dusun dan menyapa
tetangga-tetangga. Aku dan karunia malah pergi kerumah bu erna, coordinator
dari dusun Gunung Malang, disitu temapt tinggal homestay disa yang menjadi
teman akrab bermain ku, disana anak-anak berkumpul sejenak kalo sudah merasa
bisan dan tak ada kegiatan. Aku dan anak-anak membuat keseruan di sore itu, aku
dkk bermain kartu tablek nyamuk, bekelan, dan lompat tali. Wah serasa sudah
menjadi anak desa, tingkah laku kami menjadi tontonan bagi warga sekitar, bagi
mereka ini hiburan yang jarang mereka lihat.
Sorenya
aku dan anak-anak berkumpul untuk mengikuti teasure game. Awalnya kita
berkumpul di suatu lapangan lalu kakak pembina meminta kami agar agar membentuk
grup kurang lebih 8 orang per anggota dan kami ditugaskan untuk membuat yel-yel
grup. Grup ku lah yang menjadi grup terheboh dan berani tampil yang pertama,
kakak pembina pun sampai tertawa melihat tingkah laku dan yel yel yang
kelompokku bawakan. Yel-yel kelompokku sangat bersemangat dengan gaya yel-yel
iwak peyek dan gangnam style. Tapi sayangnya treasure game hanya dijalankan 1
permainan saja karena anak-anak pada seenaknya sendiri tidak mau memperhatikan
dan mendengarkan pengarahan, kakak pembina memutuskan untuk membatalkan 3 game
dan menyuruh kita intuk mempersiapkan penampilan unutk firewell party yang
nanti malam akan diadakan.
Malam
harinya pada hari kedua aku dan anak-anak berkumpul di rumah bu, setelah itu
dari dusun ke balai desa yang akan menjadi tempat diadakannya firewell party
kami diantar oleh truk. Sungguh menyenangkan sensasi naik truk bersama
teman-teman pada malam hari. Aku dkk pun sampai dan dipersilahkan untuk mengisi
perut kami. Lalu setelah kita semua makan langsung bergegas berbaris keluar
menuju lapangan yang letaknya tidak jauh dari balai desa. Kembang api pun
dinyalakan dan api unggun di kobarkan api dengan kita mengelilinginya. Setelah
itu kami siswa-siswi SMAK santa maria mwmpersembahkan sebuah lagu kebanggaan
sekolah kita , mars SMAK santa maria, kami menyanyikannya dengan penuh semangat.
Setelah itu acara persembahan dari desa tambaksari pun dimulai, Jaranan dengar
saja aku sudah ngeri dan tidak suka bukannya apa masalahnya acara ini diadakan
malam lagi. Yang lain menonton dengan sangat dekat aku dan devina cukup dari
kejauan saja, yang penting kelihatan. Beberapa anak dari santa maria yupita,
cha cha, dan satu laki-laki juga ikut berjoget bersama para penari jaranan.
Sekitar jam 10 pun cuaca menjadi gerimis dan beberapa menit kemudian anak-anak
langsung bubar dari tempat mereka semula, termasuk aku yang segera lari kedalam
balai desa untuk berteduh. Truk-truk sudah disiapkan dan kita semua dipulangkan
ke masing-masing dusun karena kita semua sudah terlihat lelah dan ngantuk.
Sayangnya
karena rumahku yang terletak paling pucuk dan kita para wanita takut pulang
karena jalan-jalannya yang sangat gelap sedangkan yang membawa senter hanya
lia, akhirnya aku memutuskan meminta tolong kapon, ricard dkk untuk
mengantarkan kami pulang. Setelah sampai dirumah ibu atik yang merindukan kita
sudah menyambut kita dengan rasa kangen dan menyuruh kita untuk segera tidur.
Untungnya di malam kedua ini aku bias tertidur lelap tidak seperti malam
sebelumnya.
Pagi
hari di hari ke tiga yah sepertinya aku dan lia memang jago tidur sedangkan
karunia dan agnes sudah selesai sarapan. Kita disambut dengan susu segar yang
hangat di pagi hari , awalnya aku tidak begitu suka susu segar tapi melihat
anak-anak meminumnya dengan sangat enak membuat aku jadi tertarik, eh setelah
dicoba ternyata rasanya enak walaupun terlalu manis lagipula susu ini segar
sekali karena berasal langsung dari hasil perah di dusun Gunung Malang. Setelah
sarapan kenyang kita semua mandi-mandi dan segera packing semua bawaan kita.
Ibu
atik sekeluarga menyiapkan banyak oleh-oleh buat kita, ada kacang, 1 tandan
pisang, buah apukat, ketela rebus dan onde-onde. Wah itu sudah lebih dari cukup
bagi kita, malah akita yang merasa sungkan tidak bias membelikan apa-apa buat
keluarga bu atik, mereka malah berkat “Wes to nduk gak usa kasih apa-apa,
kalian dating kesini nemeni ibuk sama anak e ibuk a ewes seneng, maaf kalo ibuk
cuma bias kasih itu , sama janga lupa kalo ada waktu main-main kesini jangan
lupa sama kita”. Uuuuuuu ! kata-kata itu sungguh buat aku,lia,karunia,agnes
mersa terharu. Kami langsung salim mencium tangan bu atik dan suaminya kita
juga berpamitan sama anak-anak bu atik.sebagai peninggalan dari aku,aku meninggalkan
sandal jogger ku buat candra anak laki-laki bu atik, aku tau itu tidak baru
tapi itu yakin akan buat candra senang. Sebelum pulang kita juga menyempatkan mampir
ke tetangga-tetangga sekitar untuk berpamitan dank arena itu sialnya lagi
ternyata setelah kita sudah membawa barang-barang bawaan kita samapi keruamh bu
erna. Sepi yang ada, kita ternyata ketinggalan truk. Tapi untungnya kita
diantar oleh suami bu atik dan beberapa orang yang dekat situ untuk menyusul
truknya. Hahahaha sungguh konyol :D
Setelah
semua berkumpul dibalai kita langsung diabsen lalu para koordinator mengucapkan
salam perpisahan lalu kita tidak lupa doa sebelum pulang agar sampai dirumah
dengan selamat. Truk-truk tentara sudah terlihat berjejer rapi. Segera kita semua menaikkan
barang dan naik dalam truk. Tidak seperti awal keberangkatan, dalam perjalan
kami semua pada capek,lelah, bahkan ada yang tidur , maklum memang live in in
sangat melelahkan tapi bukan dalam arti menyiksa. SMAK santa maria.. yeah sudah
sampai, semua orang tua dan penjemput berjejer. Aku dijemput oleh bundaku dan
aku segera ingin membagi banyak cerita dan pengalaman seruku ini ke keluargaku.
Tapi ternyata setelah sampai di rumah yang ada aku malah tepar capek dan kangen
pada kasurku yang selama ini buat tidurku nyenyak.
LIVE
IN? yah kata itu yang buat aku mendapat semua pengalaman berharga yang tak akan
aku lupakan ini, capek ku terbayar oleh semua kejadian-kejadian seru di dusun
Gunung Malang dimana aku tinggal bersama ibu kedua ku bu atik bersama keluarganya.
Live in yang mengajarkan aku pada bagaimana susahnya orang bekerja susah payah
mencari uang dengan cara mereka sebagai orang desa, yang beda dengan orang kota
yang tidak perlu berjalan bermil-mil menempuh jarak dengan jalan kaki untuk
hanya pergi ke kebun.
Dan
akhir dari semua ini aku tidak lupa untuk bersyukur pada tuhan dengan doaku ini
:
“Terimakasih
tuhan untuk kemarin, hari ini, dan esok ini. Kau membolehkan ku mengikuti acara
live in ini dengan penuh semangat, tuhan aku tidak akan pernah melupakan
momen-momen berharga yang kau berikan ini” AMIN !
No comments:
Post a Comment