Wednesday, October 24, 2012

Pengalaman Pada Saat di Desa Tambak Sari by Gialluca Albert XIA1-20


Saat pertama kali berangkat dari sekolah sekitar pukul 08.00 kami dijemput oleh beberapa truk tentara, perjalanan menuju desa Tambak Sari yang kurang lebih 1,5 jam diisi dengan pembicaraan-penbicaraan yang menjadikan waktu yang ditempuh menjadi tidak terasa. Setelah sampai disana, kami langsung diantar menuju balai desa. Balai desa yang saya anggap besar, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Di balai desa itu kami semua duduk bersama dengan bersempitan,dan dengan dialasi oleh sebuah tikar. Setelah semua anak sudah masuk, kami diberikan beberapa snack kecil seperti naga sari, pisang rebus dan minumnya seperti teh, kopi air putih, beberapa saat kemudian kami disambut oleh kepala desa disana.
Acara pembuka yang sangat sederhana dan sangat singkat tersebut, diakhiri dengan pengiriman semua anak ke dusun yang dituju. Saya dan teman saya mendapat tempat yang tidak terlalu dekat dengan balai desa, sehingga kami dijemput oleh truk. Setelah sampai dirumah Bu Cicik kami langsung di bagi untuk pergi ke rumah orang tua asuh. Saya satu rumah dengan Januar, Kevin Menat dan Ito. kami langsung disambut baik dan diantar menuju kamar kami. Kamipun tidak lupa berkenalan dengan orang tua asuh kami, sambil berkenalan, kami diberikan snak dan segelas teh. Setelah kami selesai menyantap makanan yang diberikan, kami mencoba melihat keadaan disekitar rumah. Setelah selesai melihat-lihat kami pun meminta ijin kepada Ibu Cik Asih untuk berjalan jalan di sekitar desa. Saat jalan jalan di desa udaranya sangat dingin walaupun di siang hari. Akhirnya kami capek dan kembali ke rumah. Setelah kembali kami berkumpul bersama Ibu Cik Asih sambil menonton televisi dan bergantian untuk mandi. Setelah selesai mandi kami pun di suruh makan.
Pada malam harinya kami satu dusun berkumpul di rumah ibu Cicik untuk pergi ke kepala Dusun Tambakwatu. Di rumah kepala Dusun kami mendapatkan makanan ringan dan juga es sirup. Di sana kami mendapat pengarahan dan penjelasan tentang kehidupan orang orang yang ada di sana. Setelah selesai saya dan teman saya jalan jalan dan pulang ke rumah. Sampai di rumah kami langsung istirahat.
Pada hari kedua saya bangun jam 5 pagi. Saya bersama teman saya membantu Ibu Cik Asih untuk memasak ayam goring. Ternyata memasaknya tidak gampang karena harus memakai kayu bakar. Kadang kadang apinya kekecilan tapi kadang kadang apinya kebesaran. Setelah memasak kami pun makan pagi. Setelah makan kami jalan keliling Dusun untuk meminta tanda tangan ke penduduk Dusun Tambakwatu. Setelah selesai kami pulang. Sampai di rumah ternyata Ibu Cik Asih sudah siap siap untuk pergi ke ladang dan kami pun ikut.
Perjalanan ke ladang ternyata sangat jauh dan juga menanjak. Belum sampai ke ladang saya sudah capek tetapi saya tak boleh menyerah. Akhirnya kami sampai di ladang dan memetik lombok yang sudah berwarna merah. Kami mendapatkan lombok lumayan banyak dan setelah capek kami pun kembali ke rumah. Sampai di rumah saya bergantian untuk mandi dan kami pun tidur karena kecapekan. Setelah bangun kami di suruh makan siang dan setelah selesai saya keluar rumah dan bermain bersama teman teman. Kurang lebih jam 2 siang kami harus berkumpul di rumah bapak Tamat untuk melakukan permainan yang di adakan oleh panitia. Kami di bagi menjadi 4 kelompok dan di suruh membuat yel yel.
Setelah game selesai saya dan teman saya kembali ke rumah dan kami pun langsung mandi. Setelah kami selesai mandi kami bersiap siap untuk ke balai desa. Sebelum berangkat kami di suruh untuk makan dan setelah makan kami pun langsung berkumpul di rumah Ibu Cicik dan menunggu jemputan.
Akhirnya jemputan pun datang.  kami berkumpul di balai desa, dan berkumpul dengan teman-teman dari dusun yang lain. Kami di sana di kasih makan khas dari desa sana dan makannya tanpa pakai piring tetapi pakai daun pisang dan memakai tangan. Di malam hari itu kami ditunjukan kesenian daerah sana, seperti kuda lumping.
Acara pada malam hari itu selesai pada pukul 10.00 malam dan kami langsung pulang kerumah kamidengan di jemput truk karena rumah jauh dengan balai desa. Pada saat kami berjalan kaki untuk kembali kerumah tiba tiba mati lampu dan akhirnya menjadi sangat gelap, tetapi untung mati lampu iyu hanya sebentar saja.
Pada hari terakhir, kami lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah. Pada hari ketiga ini kami diajak jelajah dusun oleh panitia dusun kami. Pada jelajah dusun ini kami lebih mengenal dusun kami, dan kami pulang pada siang hari, kami langsung makan siang dan berpamitan dengan orang tua asuh kami. Setelah selesai berkemas dan berpamitan, kami berkumpul dibalai desa dan menunggu teman-teman dari dusun yang lain. Setelah semua sudah berkumpul, kami langsung menuju ke truk kami masing-masing dan pulang kembali ke Malang.


No comments:

Post a Comment