Saat pertama kali berangkat dari sekolah
sekitar pukul 08.00 kami dijemput oleh beberapa truk tentara, perjalanan menuju
desa Tambak Sari yang kurang lebih 1,5 jam diisi dengan pembicaraan-penbicaraan
yang menjadikan waktu yang ditempuh menjadi tidak terasa. Setelah sampai
disana, kami langsung diantar menuju balai desa. Balai desa yang saya anggap
besar, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Di balai desa itu kami semua
duduk bersama dengan bersempitan,dan dengan dialasi oleh sebuah tikar. Setelah
semua anak sudah masuk, kami diberikan beberapa snack kecil seperti naga sari,
pisang rebus dan minumnya seperti teh, kopi air putih, beberapa saat kemudian
kami disambut oleh kepala desa disana.
Acara pembuka yang sangat sederhana dan
sangat singkat tersebut, diakhiri dengan pengiriman semua anak ke dusun yang
dituju. Saya dan teman saya mendapat tempat yang tidak terlalu dekat dengan
balai desa, sehingga kami dijemput oleh truk. Setelah sampai dirumah Bu Cicik
kami langsung di bagi untuk pergi ke rumah orang tua asuh. Saya satu rumah
dengan Januar, Kevin Menat dan Ito. kami langsung disambut baik dan diantar
menuju kamar kami. Kamipun tidak lupa berkenalan dengan orang tua asuh kami,
sambil berkenalan, kami diberikan snak dan segelas teh. Setelah kami selesai
menyantap makanan yang diberikan, kami mencoba melihat keadaan disekitar rumah.
Setelah selesai melihat-lihat kami pun meminta ijin kepada Ibu Cik Asih untuk
berjalan jalan di sekitar desa. Saat jalan jalan di desa udaranya sangat dingin
walaupun di siang hari. Akhirnya kami capek dan kembali ke rumah. Setelah
kembali kami berkumpul bersama Ibu Cik Asih sambil menonton televisi dan
bergantian untuk mandi. Setelah selesai mandi kami pun di suruh makan.
Pada malam harinya kami satu dusun
berkumpul di rumah ibu Cicik untuk pergi ke kepala Dusun Tambakwatu. Di rumah
kepala Dusun kami mendapatkan makanan ringan dan juga es sirup. Di sana kami
mendapat pengarahan dan penjelasan tentang kehidupan orang orang yang ada di
sana. Setelah selesai saya dan teman saya jalan jalan dan pulang ke rumah.
Sampai di rumah kami langsung istirahat.
Pada hari kedua saya bangun jam 5 pagi.
Saya bersama teman saya membantu Ibu Cik Asih untuk memasak ayam goring. Ternyata
memasaknya tidak gampang karena harus memakai kayu bakar. Kadang kadang apinya
kekecilan tapi kadang kadang apinya kebesaran. Setelah memasak kami pun makan
pagi. Setelah makan kami jalan keliling Dusun untuk meminta tanda tangan ke
penduduk Dusun Tambakwatu. Setelah selesai kami pulang. Sampai di rumah
ternyata Ibu Cik Asih sudah siap siap untuk pergi ke ladang dan kami pun ikut.
Perjalanan ke ladang ternyata sangat jauh
dan juga menanjak. Belum sampai ke ladang saya sudah capek tetapi saya tak
boleh menyerah. Akhirnya kami sampai di ladang dan memetik lombok yang sudah
berwarna merah. Kami mendapatkan lombok lumayan banyak dan setelah capek kami
pun kembali ke rumah. Sampai di rumah saya bergantian untuk mandi dan kami pun
tidur karena kecapekan. Setelah bangun kami di suruh makan siang dan setelah
selesai saya keluar rumah dan bermain bersama teman teman. Kurang lebih jam 2
siang kami harus berkumpul di rumah bapak Tamat untuk melakukan permainan yang
di adakan oleh panitia. Kami di bagi menjadi 4 kelompok dan di suruh membuat
yel yel.
Setelah game selesai saya dan teman saya
kembali ke rumah dan kami pun langsung mandi. Setelah kami selesai mandi kami
bersiap siap untuk ke balai desa. Sebelum berangkat kami di suruh untuk makan
dan setelah makan kami pun langsung berkumpul di rumah Ibu Cicik dan menunggu jemputan.
Akhirnya jemputan pun datang. kami berkumpul di balai desa, dan berkumpul
dengan teman-teman dari dusun yang lain. Kami di sana di kasih makan khas dari
desa sana dan makannya tanpa pakai piring tetapi pakai daun pisang dan memakai
tangan. Di malam hari itu kami ditunjukan kesenian daerah sana, seperti kuda
lumping.
Acara pada malam hari itu selesai pada
pukul 10.00 malam dan kami langsung pulang kerumah kamidengan di jemput truk
karena rumah jauh dengan balai desa. Pada saat kami berjalan kaki untuk kembali
kerumah tiba tiba mati lampu dan akhirnya menjadi sangat gelap, tetapi untung
mati lampu iyu hanya sebentar saja.
Pada hari terakhir, kami lebih banyak
menghabiskan waktu diluar rumah. Pada hari ketiga ini kami diajak jelajah dusun
oleh panitia dusun kami. Pada jelajah dusun ini kami lebih mengenal dusun kami,
dan kami pulang pada siang hari, kami langsung makan siang dan berpamitan dengan
orang tua asuh kami. Setelah selesai berkemas dan berpamitan, kami berkumpul
dibalai desa dan menunggu teman-teman dari dusun yang lain. Setelah semua sudah
berkumpul, kami langsung menuju ke truk kami masing-masing dan pulang kembali
ke Malang.
No comments:
Post a Comment