Tuesday, October 23, 2012

KEGIATAN LIVE IN DI DESA TAMBAKSARI by Andika Pratama XIA1-5


Pada tanggal 11-13 Oktober 2012, SMAK Santa Maria Malang mengadakan kegiatan Live Inn. Kegiatan live Inn ini merupakan kegiatan tahunan dan diikuti oleh seluruh siswa siswi kelas XI. Dan pada tahun ini, kegiatan Live Inn dilaksanakan di Desa Tambaksari.
Pada tanggal 11 pagi, saya dan teman-teman berkumpul di aula. Di aula, kami medapat briefing dan juga foto bersama. Setelah melakukan foto bersama, secara bergiliran kami menuju ke truk tentara untuk berangkat ke Desa Tambaksari. Untuk tahun ini, kami menggunakan 6 truk. Perjalanan dari sekolah menuju ke Desa Tmbaksari memakan waktu sekitar 1 jam samapai 1 jam setengah. Kondisi jalan menuju ke Desa Tamabaksari sangat buruk. Banyak jalan-jalan yang berlubang dan tidak rata. Setelah tiba di Desa Tambaksari, kami semua dikumpulkan di balai desa. Di balai desa, kami disambut oleh bapak kepala desa. Kami juga disuguhkan dengan camilan-camilan khas desa seperti gethuk dan pisang godog. Kami memakan camilan tersebut sambil mendengarkan kata sambutan dari kepala desa. Setelah selesai, kami dikumpulkan sesuai dengan dusun kami masing-masing. Di Desa tambaksari dibagi menjadi 3 dusun yaitu Dusun krai, Dusun ampelsari, Dusun Tambak Watu, dan Dusun Gunung malang. Setelah semua dikumpulkan sesuai dusun masing-masing, kami diantar menuju ke rumah yang akan kami tinggali selama 3 hari 2 malam dengan menggunakan truk. Kebetulan saya berada di Dusun Krai. Dusun Krai ini dikenal sebagai tempat peternak sapi potong dan sapi perah. Saya dan teman saya Kevin, tinggal di rumah Ibu Cariaseh. Keluarga Ibu Cariaseh merupakan peternak sapi perah. Setelah tiba di rumah Ibu Cariaseh, saya dan teman saya disuruh untuk beristirahat. Karena terlau lelah, saya dan teman saya akhirnya tertidur. Untungnya kami berdua dapat bangun sekitar jam 2. Kami pun lngsung keluar dan melihat sekeliling. Ternyata kandang sapi milik keluarga Ibu Cariaseh berada di belakang rumah. Ketika saya dan teman saya melewati kandang sapi, kami melihat Ibu Cariaseh dan suaminya sedang memerah susu sapi. Setelah bertanya-tanya, ternyata sapi diperah setiap hari 2 kali yaitu pukul setengah 4 pagi dan jam 2 sore. Kami pun ditanya oleh ibu Cariaseh apakah kami pernah memerah susu sapi sebelumnya. Dengan jujur kami menjawab tidak pernah. Akhirnya, kami hanya diperboleh kan untuk melihat proses pemerahan susu karena ibu Cariaseh takut kalau sapinya belum terbiasa akan menendang-nendang. Setelah sapi deperah, hasil susunya akan disetorkan ke KUD. Oleh KUD susu tersebut akan di seleksi dan disetorkan kembali ke pabrik susu Nestle. Pada malam harinya, saya dan teman-teman yang tinggal di Dusun Krai juga berkumpul di rumah kepala dusun. Di sana kami mendengarkan kata sambutan dari kepala dusun dan makan bakso. Setelah itu kami semua kembali ke rumah. Setelah sampai di rumah, saya dan teman saya menyempatkan untuk bermain kartu sebentar. Setelah merasa mengantuk, saya dan teman saya akhirnya tidur.
Keesokan harinya, saya dan teman saya bangun agak siang. Karena bangunnya yang agak siang, kami tidak dapat melihat proses pemerahan susu saat pagi hari tadi. Setelah sarapan pagi, saya dan teman saya diajak mencari rumput untuk makan sapi-sapi di rumah. Kalau di sana istilahnya “ngarit”. Keluarga ibu Cariaseh memiliki ladang yang tidak jauh dari rumahnya. Kami menuju ke ladang tersebut menggunakan sepeda motor. Jenis rumput yang dimakan oleh sapi adalah rumput Australia. Di ladang tersebut ditumbuhi banyak rumput Australia. Satu kali ngarit untuk makan sapi selama 1 hari. setelah dipotong, rumput-rumput tersebut diikat menjadi 4 ikatan. Setelah pulang, saya dan teman saya bergantian mandi. Sekitar jam 2 siang, diadakan permainan yang dinamakan Treasure Game. Dalam permainan itu, saya dan teman-teman yang tinggal di Dusun Krai dibagi menjadi 2 kelompok yang masing-masing kelomppok beranggotakan 16 orang. Pertama-tama, masing-masing kelompok diminta untuk membuat yel-yel. Setelah itu, kami bermain games-games yang seru. Diantaranya, memindahkan kelereng dengan potongan bambu serta memindahkan karet gelang dengan korek. Setelah menyelesaikan beberapa permainan, kami mempersiapkan penampilan untuk acara farewell party nanti malam. Dusun Krai mendapat jatah untuk menampilkan drama. Kami dibagi menjadi 2 kelompok. Lalu 1 kelompok bagian yang memeragakan gerakan sedangkan kelompok lain nya bagian pengisi suara. Setelah melakukan beberapa kali latihan, akhirnya kami disuruh pulang kembali ke rumah agar bersiap-siap untuk acara farewell party nanti. Sekitar jam 6, saya dan teman saya berkumpul di rumah salah satu teman kami untuk dijemput menuju ke balai desa. Dusun kami sangat special karena kami dijemput dan diantar menggunakan bus. Sedangkan dusun-dusun yang lain menggunakan truk. Di dalam bus, kami saling bercanda gurau sambil mendengarkan musik dangdut. Ternyata di balai desa sudah banyak teman-teman saya yang berada di dusun lain sudah menunggu. Setelah semua dusun telah berkumpul di balai  desa, acara pun dimulai. Pertama-tama ada samutan dari kepala desa. Setelah itu prosesi pemotongan tumpeng. Setelah pemotongan tompeng, akhirnya kami semua diperbolehkan untuk mengambil makan. Lauk yang disuguhkan pun lauk pauk khas desa. Seperti dadar jagung, tempe penyet, tempe, dan telur dadar. Setelah semua selesai bersantap malam, kami semua pun diajak menuju ke lapangan sebelah balai desa untuk menonton pertunjukkan bantengan dan kuda lumping. Pertunjukkan tersebut diiringi oleh permainan gamelan yang bagus. Pada awalnya saya menonton dengan antusias. Lalu kejadian janggal pun terjadi. Bantengan terebut berubah menjadi kalab dan membuat saya dan beberapa teman saya yang lain berlari menjauh karena takut. Setelah pertunjukkan bantengan, acara pun dilanjutkan dengan pertunjukkan kuda lumping. Pada awalnya pun, pertunjukkan kuda lumping berjalan baik. Hingga akhirnya beberap teman saya ikut menari dalam pertujukkan kuda lumping tersebut. Hingga suatu saat, salah satu penari mengalami kesurupan dan mulai bertingkah aneh. Yang paling mencengangkan adalah ketika penari tersebut memakan kayu bekas api unggun atau arang yang masih panas dan sedikit mengeluarkan api. Saya pun membayangkan bagaimana rasanya yang pasti tidak enak. Tiba-tiba, ketika sedang asik menonton pertujukkan, gerimis pun tiba. Karena gerimis dan ditakutkan akan turun hujan, saya dan teman-teman yang lain diminta untuk kembali pulang ke rumah home stay masing-masing. Saya pun kecewa karena penampilan drama yang telah kami persiapkan dan kami latih akhirnya tidak dapat di tampilkan. Karena sudah malam dan capek, setelah sampai di rumah saya pun langsung tertidur pulas.
Keesokan harinya, setelah bangun saya dan teman saya sarapan. Setelah sarapan, saya dan teman saya kembali ke kamar untuk packing barang-barang karena hari ini adalah hari terakhir kami di Desa Tambaksari. Di tengah-tengah acara packing., pintu kamar kami tiba-tiba diketuk. Setelah saya buka, ternyata ada mas Lukis yang ingin memberi tahukan bahwa ada pergantian jadwal. Ternyata acara packing diundur dan acara jelajah dusun dimajukan. Kerena saya belum mandi dan acara jelajah dusun sudah mepet akhirnya, saya mengikuti acara jelajah dusun dengan kondisi belum mandi. Pada acara jelajah dusun, kami semua diajak untuk melihat sumber mata air yang digunakan oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi. Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan akhirnya acara jelajah dusun pun selesai. Akhirnya saya pun langsung mandi dan melanjutkan acara packing nya. Setelah packing, kami berkumpul lagi untuk dijemput untuk menuju ke balai desa. Di balai desa, kami semua mengucapkan terima kasih kepada kepala desa sebagai perwakilan para warga. Setelah mengucapkan terima kasih, kami semua pun naik ke truk tentara dan kembali ke sekolah. Setelah sampai di sekolah kami pun pulang ke rumah masing-masing.

No comments:

Post a Comment