Tuesday, October 23, 2012

LIVE IN by Ayu Krisanti XIA1-7


Desa Tambak Sari, tempat Live In bagi kelas sebelas Santa Maria. Live in yang diadakan mulai 11 – 13 oktober ini  sangat memberi kesan buat saya. Saya selama 3 hari ini tinggal di dusun Krai, tepatnya di rumah Ibu Sarmini yang berumur 50 tahun dan Bapak Darsono yang berumur 60 tahun. Meskipun Ibu Sarmini belum mengenal saya Ibu Sarmini bisa menerima saya di rumahnya dengan sangat baik. Ibu sarmini mempunyai dua anak yang satu bernama Hati Ningsih dan Wahyudi. Masing masing dari anak Ibu sarmini ini sudah berkeluarga. Ibu Sarmini mempunyai  5 orang cucu. Dan saya tinggal di rumah salah satu cucu Ibu Sarmini, yaitu Nurul. Cucu Ibu Sarmini ini kelas 3 SMA dan bersekolah di SMA PGRI Lawang.
            Hari pertama saya melihat sapi Ibu Sarmini yang berjumlah 9 ekor. Awalnya saya dilarang untuk membantu memeras susu atau sekedar membersihkan kandang sapi itu karena Ibu Sarmini khawatir kalau sapinya marah. Di rumah Ibu Sarmini ini kotoran dari sapi ini diolah untuk bahan bakar biogas, yang bisa digunakan untuk memasak dan menyalakan beberapa lampu di rumah ibu sarmini. Dan kotoran sapinya juga ada yang diolah sebagai pupuk. Selama saya di rumah Ibu Sarmini saya membantu pekerjaan Ibu Sarmini, sperti menyapu dan memasak, dan mencuci piring.  
            Hari kedua masih tetap dengan rutinitas yang sama. Dan di siang harinya koordinator dari Dusun Krai mengadakan Treasure Game. Meski hanya permainan sederhana tapi ini sangat berkesan, memberi banyak pengalaman dan pelajaran seperti di permainan ini saya diajar untuk bersikap jujur dan saling bekerja sama. Di malam harinya semua diajak untuk pergi ke Balai Desa untuk api unggun dan melihat kesenian khas di daerah sini. Yaitu kuda lumping. Yang awalnya terlihat sedikit menyeramkan. Tapi lama kelamaan saya mulai bisa menikmatinya juga. Acara di balai desa ini selesai sekitar pukul 10 malam.
            Hari terakhir di Dusun Krai saya diajak untuk jelajah Dusun. Dan saya diajak untuk ke sungai yang letaknya cukup jauh dengan jalan yang cukup sulit untuk dilewati. Di saat terakhir setelah saya packing untuk pulang saya berpamitan dengan Ibu Sarmini. Meskipun baru 3 hari saya disini ada perasaan berat untuk meninggalkan desa ini. Dengan semua sambutan baik dari Ibu Sarmini, kebaikan dari semua warga dusun Krai, pengalaman yang saya dapat. Dan banyaknya pelajaran hidup yang saya peroleh dari kesederhanaan hidup masyarakat Dusun krai.





No comments:

Post a Comment