Desa
Tambak Sari, tempat Live In bagi kelas sebelas Santa Maria. Live in yang
diadakan mulai 11 – 13 oktober ini
sangat memberi kesan buat saya. Saya selama 3 hari ini tinggal di dusun
Krai, tepatnya di rumah Ibu Sarmini yang berumur 50 tahun dan Bapak Darsono
yang berumur 60 tahun. Meskipun Ibu Sarmini belum mengenal saya Ibu Sarmini
bisa menerima saya di rumahnya dengan sangat baik. Ibu sarmini mempunyai dua
anak yang satu bernama Hati Ningsih dan Wahyudi. Masing masing dari anak Ibu
sarmini ini sudah berkeluarga. Ibu Sarmini mempunyai 5 orang cucu. Dan saya tinggal di rumah salah
satu cucu Ibu Sarmini, yaitu Nurul. Cucu Ibu Sarmini ini kelas 3 SMA dan
bersekolah di SMA PGRI Lawang.
Hari pertama saya melihat sapi Ibu
Sarmini yang berjumlah 9 ekor. Awalnya saya dilarang untuk membantu memeras
susu atau sekedar membersihkan kandang sapi itu karena Ibu Sarmini khawatir
kalau sapinya marah. Di rumah Ibu Sarmini ini kotoran dari sapi ini diolah
untuk bahan bakar biogas, yang bisa digunakan untuk memasak dan menyalakan
beberapa lampu di rumah ibu sarmini. Dan kotoran sapinya juga ada yang diolah
sebagai pupuk. Selama saya di rumah Ibu Sarmini saya membantu pekerjaan Ibu
Sarmini, sperti menyapu dan memasak, dan mencuci piring.
Hari kedua masih tetap dengan
rutinitas yang sama. Dan di siang harinya koordinator dari Dusun Krai
mengadakan Treasure Game. Meski hanya permainan sederhana tapi ini sangat
berkesan, memberi banyak pengalaman dan pelajaran seperti di permainan ini saya
diajar untuk bersikap jujur dan saling bekerja sama. Di malam harinya semua
diajak untuk pergi ke Balai Desa untuk api unggun dan melihat kesenian khas di
daerah sini. Yaitu kuda lumping. Yang awalnya terlihat sedikit menyeramkan.
Tapi lama kelamaan saya mulai bisa menikmatinya juga. Acara di balai desa ini
selesai sekitar pukul 10 malam.
Hari terakhir di Dusun Krai saya
diajak untuk jelajah Dusun. Dan saya diajak untuk ke sungai yang letaknya cukup
jauh dengan jalan yang cukup sulit untuk dilewati. Di saat terakhir setelah saya
packing untuk pulang saya berpamitan dengan Ibu Sarmini. Meskipun baru 3 hari
saya disini ada perasaan berat untuk meninggalkan desa ini. Dengan semua
sambutan baik dari Ibu Sarmini, kebaikan dari semua warga dusun Krai,
pengalaman yang saya dapat. Dan banyaknya pelajaran hidup yang saya peroleh
dari kesederhanaan hidup masyarakat Dusun krai.
No comments:
Post a Comment