Tuesday, October 23, 2012

Martinus Fajar XIA1-33


Pengalaman saat mengikuti  ‘LIVE-IN’ 2012 SMAK St.Maria 1 Malang “The Doctors two”
Tanggal  11 Oktober  2012 saya mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah , yaitu live-in . Live in adalah kegiatan dimana para siswa hidup bersama orang lain dengan kehidupan yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari para siswa.
 Pagi hari saya berkumpul d sekolah dengan teman-teman untuk breafing  , pak Hendra selaku guru agama memberikan pengarahan dan persiapan untuk keberangkatan kami.Tiba saatnya kami berangkat ke lokasi yaitu desa Tambak Sari Kab.Pasuruan. kami melakukan perjalan menggunakan truk tentara , dalam perjalanan kami tidak merasa jauh dan lelah karena selama perjalanan d campur dengan bergurau bersama teman , sehingga tak terasa kami telah sampai di lokasi yaitu desa Tambak Sari , di sana kami masih di bagi ke beberapa Dusun , ada dusun Ampelsari , dusun krai , dusun tambak watu,dusun gunung malang.Saya mendapatkan homestay di dusun Ampelsari.kami di kumpulkan di balai desa terlebih dahulu , untuk menyantap snack khas daerah sana.Setelah itu kami d pencar ke home stay masing-masing.Saya bersama teman serumah saya tiba di home stay.Tempatnya bersih , rapi , termasuk rumah yang sedang. Tidak terlalu buruk . Saya di sambut dengan baik di sana , langsung di siapkan makan siang , setelah kami makan siang , kami beristirahat sejenak dan menata pakaian kami di dalam lemari yang telah di sediakan.
Sore hari kami berkunjung ke home stay lain bercakap dengan teman-teman dan warga sekitar . hari menjelang malam , kami pulang ke home stay untuk mandi , setelah mandi kami sudah di siapkan makan malam . Setelah makan malam kami bersama teman-teman berkunjung ke kepala dusun yang letaknya tidak terlalu jauh dari home stay.Kami ngobrol dengan kepala dusun tentang dusun ampelsari ini , beliau menjelaskan cerita-cerita yang ada di dusun ampelsari. Malam tiba , kami pulang k masing-masing home stay untuk tidur malam .
Hari ke-2 , kami bangun pagi pukul  6.30 , padahal di jadwal kami , kami harus bangun pukul 4.00 untuk membantu pekerjaan orang tua asuh kami , tapi ternyata orang tua asuh saya tidak punya pekerjaan lagi selain membuka took serba ada , jadi kami hanya membersihkan rumah , menyapu saja , tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya seperti menanam di lading atau sawah , membersihkan kandang sapi / ayam , kami sudah di siapkan sarapan pagi , dan selesai makan kami tidak lupa mencuci piring , lalu mandi. Setelah mandi kami bermain d rumah teman kami dan bercanda , ngobrol , karena mereka juga tidak ada kerjaan sama seperti kami. Hari mulai siang , kira-kira pukul 10.00 kami pulang ke rumah untuk menyiapkan makan siang , kami berkantian tugas , tutus yang menggoreng , saya mengupas bawang , begitu pula sebaliknya . Akirnya makan siang pun siap , kami mandi terlebih dahulu , setelah itu kami makan , tak lupa mencuci piring . pukul 14.00 kami semua berkumpul di lapangan belakang balai desa untuk melakukan game yaitu ‘ Treasure Game’  namun ada beberapa anak yang terlambat sehingga game agak terhambat dan tidak berjalan secara lancar. Kami tidak mendapat apa=apa hanya lelah karena keliling dusun.
Sore hari kami pulang untuk bersih diri dan bersiap untuk acara api unggu pada malamnya nanti , malam pun tiba , kami berkumpul dibalai desa dan bertemu dengan teman-teman lainnya yang berkumpul disana juga , pertama kami makan malam bersama dengan makanan khas daerah sana , setelah itu api unggun di nyalakan , dan pertunjukan ‘Tarian Jaran Kepang’ persembahan dari dusun ampelsari di tampil kan , banyak anak yang takut karena tarian itu ada hubungannya dengan makhluk halus , tentu ada beberapa orang yang kesurupan , dan anak-anak menjadi takut . Malam hari , kira-kira pukul 9.00 kami pulang ke dusun masing-masing untuk beristirahat .
Hari ke-3 , kami bangun pagi , menyapu dan membersihkan rumah , lalu mandi , dan makan pagi , lalu packing baju-baju kami .dan menyiapkan di luar , karena hari ini adalah hari terakir kami disini , rasanya masih ingin lebih lama disana , karena kami masih betah hidup di sana .akirnya tiba saatnya kami untuk pulang , kami berpamitan dengan orang tua asuh dan tidak lupa untuk sangat berterima kasih atas semuanya dalam 3 hari ini . kami berkumpul dib alai desa menunggu kendaraan yang akan membawa kami pulang ke malang .
Itulah pengalamanku saat live-in di desa tambak sari , ada pengalaman baru , namun kehidupan disana tidak terlalu berat karena sudah cukup modern , namun ada pelajaran yang saya dapatkan , yaitu : Kita harus mensyukuri dan Jangan pernah menyia-nyiakan apa yang sudah didapat dan harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya








1 comment: