Pengalaman saat mengikuti ‘LIVE-IN’ 2012 SMAK St.Maria 1 Malang “The
Doctors two”
Tanggal 11 Oktober
2012 saya mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah , yaitu live-in .
Live in adalah kegiatan dimana para siswa hidup bersama orang lain dengan
kehidupan yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari para siswa.
Pagi hari saya berkumpul d sekolah dengan
teman-teman untuk breafing , pak Hendra
selaku guru agama memberikan pengarahan dan persiapan untuk keberangkatan kami.Tiba
saatnya kami berangkat ke lokasi yaitu desa Tambak Sari Kab.Pasuruan. kami
melakukan perjalan menggunakan truk tentara , dalam perjalanan kami tidak
merasa jauh dan lelah karena selama perjalanan d campur dengan bergurau bersama
teman , sehingga tak terasa kami telah sampai di lokasi yaitu desa Tambak Sari
, di sana kami masih di bagi ke beberapa Dusun , ada dusun Ampelsari , dusun
krai , dusun tambak watu,dusun gunung malang.Saya mendapatkan homestay di dusun
Ampelsari.kami di kumpulkan di balai desa terlebih dahulu , untuk menyantap
snack khas daerah sana.Setelah itu kami d pencar ke home stay
masing-masing.Saya bersama teman serumah saya tiba di home stay.Tempatnya
bersih , rapi , termasuk rumah yang sedang. Tidak terlalu buruk . Saya di
sambut dengan baik di sana , langsung di siapkan makan siang , setelah kami
makan siang , kami beristirahat sejenak dan menata pakaian kami di dalam lemari
yang telah di sediakan.
Sore hari kami
berkunjung ke home stay lain bercakap dengan teman-teman dan warga sekitar .
hari menjelang malam , kami pulang ke home stay untuk mandi , setelah mandi
kami sudah di siapkan makan malam . Setelah makan malam kami bersama
teman-teman berkunjung ke kepala dusun yang letaknya tidak terlalu jauh dari
home stay.Kami ngobrol dengan kepala dusun tentang dusun ampelsari ini , beliau
menjelaskan cerita-cerita yang ada di dusun ampelsari. Malam tiba , kami pulang
k masing-masing home stay untuk tidur malam .
Hari ke-2 , kami
bangun pagi pukul 6.30 , padahal di
jadwal kami , kami harus bangun pukul 4.00 untuk membantu pekerjaan orang tua
asuh kami , tapi ternyata orang tua asuh saya tidak punya pekerjaan lagi selain
membuka took serba ada , jadi kami hanya membersihkan rumah , menyapu saja ,
tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya seperti menanam di lading atau sawah
, membersihkan kandang sapi / ayam , kami sudah di siapkan sarapan pagi , dan
selesai makan kami tidak lupa mencuci piring , lalu mandi. Setelah mandi kami
bermain d rumah teman kami dan bercanda , ngobrol , karena mereka juga tidak
ada kerjaan sama seperti kami. Hari mulai siang , kira-kira pukul 10.00 kami
pulang ke rumah untuk menyiapkan makan siang , kami berkantian tugas , tutus
yang menggoreng , saya mengupas bawang , begitu pula sebaliknya . Akirnya makan
siang pun siap , kami mandi terlebih dahulu , setelah itu kami makan , tak lupa
mencuci piring . pukul 14.00 kami semua berkumpul di lapangan belakang balai
desa untuk melakukan game yaitu ‘ Treasure Game’ namun ada beberapa anak yang terlambat
sehingga game agak terhambat dan tidak berjalan secara lancar. Kami tidak
mendapat apa=apa hanya lelah karena keliling dusun.
Sore hari kami
pulang untuk bersih diri dan bersiap untuk acara api unggu pada malamnya nanti
, malam pun tiba , kami berkumpul dibalai desa dan bertemu dengan teman-teman
lainnya yang berkumpul disana juga , pertama kami makan malam bersama dengan
makanan khas daerah sana , setelah itu api unggun di nyalakan , dan pertunjukan
‘Tarian Jaran Kepang’ persembahan dari dusun ampelsari di tampil kan , banyak
anak yang takut karena tarian itu ada hubungannya dengan makhluk halus , tentu
ada beberapa orang yang kesurupan , dan anak-anak menjadi takut . Malam hari ,
kira-kira pukul 9.00 kami pulang ke dusun masing-masing untuk beristirahat .
Hari ke-3 , kami
bangun pagi , menyapu dan membersihkan rumah , lalu mandi , dan makan pagi ,
lalu packing baju-baju kami .dan menyiapkan di luar , karena hari ini adalah
hari terakir kami disini , rasanya masih ingin lebih lama disana , karena kami
masih betah hidup di sana .akirnya tiba saatnya kami untuk pulang , kami
berpamitan dengan orang tua asuh dan tidak lupa untuk sangat berterima kasih
atas semuanya dalam 3 hari ini . kami berkumpul dib alai desa menunggu
kendaraan yang akan membawa kami pulang ke malang .
Itulah
pengalamanku saat live-in di desa tambak sari , ada pengalaman baru , namun
kehidupan disana tidak terlalu berat karena sudah cukup modern , namun ada
pelajaran yang saya dapatkan , yaitu : Kita harus mensyukuri dan Jangan pernah
menyia-nyiakan apa yang sudah didapat dan harus memanfaatkannya dengan
sebaik-baiknya







uuaaapikkk on!! sumpah !!
ReplyDelete