Tuesday, October 23, 2012

LIVE IN by Agatha Grace XIA1-1


          Tanggal 11 oktober adalah hari yang paling dinanti oleh seluruh murid kelas XI SMAK SANTA MARIA. Karena di tanggal itu kami semua akan melaksanakan kegiatan yang disebut “LIVE IN”. ketika  hari tiba dan kami berkumpul bersama di aula, kami tidak sabar menanti truk yang akan mengantar kami, ke sebuah desa. Desa yang bernama Desa Tambak Sari. Ketika truk tiba dan kami segera menuju truk kami masing-masing.
        Sesampai di Desa Tambak Sari, kami semua berkumpul di Balai Desa, guna mendapat pengarahan tentang apa yang boleh dan tidak boleh kami lakukan selama LIVE IN. kami disambut dengan baik di Desa ini. Warga yang yang ramah dan juga baik kepada kami. Setelah mendengar pengarahan kamipun dipanggil menuju kelompok masing-masing Dusun yang telah di tenyukan oleh pihak sekolah. Masing-masing Dusun di beri pengarahan dan perkenalan kepada panitia yang mengkoordinir Dusun yang akn kami tempati. Setelah selesai kami naik ke truk yang akan membawa kami ke Dusun masing-masing.
        Kamipun satu persatu di antar ke rumah ibu asuh kami. Dusun yang saya tempati bernama Dusun Krai. Dusun yang nyaman. Ketika truk yang kami tumpangi tiba didepan sebuah rumah, sudah berdiri seorang ibu yang terlihat sangat ramah menanti kami datang, dan itulah ibu asuh saya.
        Saya satu rumah dengan DIKA,BELLA,VALERIE. Kamipun dipersilahkan untuk masuk ke rumahnya, dan ibu menunjukan kamar yang akan kami tempati. Satu kamar berdua. Sebuah rumah yang bersih,nyaman, dengan kesederhaannya. Kamipun melanjutkan dengan beristirahat, setelah menempuh perjalanan dengan menggunakan truk TNI.
        Ketika kami berempat sedang beristirahat kami dipersilahkan oleh ibu kami untuk makan siang. Ibu asuh kami bernama ibu Pariami. Ibu yang sangat ramah dan baik hati. Setelah makan siang kami kembali ke kamar untuk beristirahat. Dan ketika ibu kami melihat teman-teman yang lain sedang berjalan-jalan unntuk melihat suasana Dusun, ibupun memanggil kami, dan bertanya apakah kami tidak ingin bejalan-jalan dengan teman-teman yang lain. Kamipun memutuskan untuk ikut berjalan-jalan melihat suasana Dusun Krai. Setelah kami lumayan jauh berjalan, kamipun memutuskan untuk kembali, dan teman-teman yang lain bertamu di rumah kami, di rumah ibu Pariami. Saya dan Bella memutuskan untuk tidur sebentar.
        Selesai kami mandi, kami berkumpul di rumah yang saya tempati, untuk menuju rumah Bapak Kepala Dusun. Karena berhubung setelah ada orang yang meninggal, kami pun lewat gang yang sempit dan gelap. Kami pun sampai di rumah Bapak Kepala Dusun, kamipun dipersilahkan masuk. Bapak Kepala Dusun, memberikan sambutan dengan beberapa patah kata. Setelah itu, kami di beri makan, kamipun memakannya. Setelah itu panitia memberikan beberapa jadwal acara untuk besok. Setelah selesai makan, kami masing berbincang, lalu kami memutuskan untuk pulang ke rumah kami masing”. Sesampai di rumah kami, langsung tidur, karena ibu dan suami beserta anak”nya pun sudah tidur.
        Hari kedua kami berada di desa ini. Hari ini jadwal cukup padat. Kami bangun, lalu kami membantu ibu, menyapu, lalu membuat sarapan. Pengalaman pertama saya untuk masak menggunakan kayu bakar. Kamipun saling membantu untuk membuat sarapan. Selesai membuat sarapan kami langsung menyantapnya bersama.
Setelah makan siang, kami diminta untuk membantu membuat makan malam untuk farewell party nanti malam. Kamipun langsung menuju rumah salah satu panitia Dusun Krai, yang bernama Mas Hadi, yang kebetulan rumah itu berada di depan rumah yang kami tinggali. Stelah pekerjaan yang kami lakukan selesai, kami di ajak pulang oleh ibu. Kami diminta untuk membentu membuat sapu lidi. Pengalaman yang menyenangkan membuat sapu lidi. Sayapun juga membantu membersihkan kandang sapi yang dimiliki oleh keluarga ibu Pariami.
Setelah itu kami mandi dan bersiap untuk menuju salah satu rumah teman kami, yaitu ibu Ro’biah. Di situ kami akan mengikuti Treasure Game. Di siang yang cerah, kami bermain game, yang diberikan oleh Mas Hadi. Kamipun mengikuti dengan senang, walau terik matahari yang membuat kami cukup berkeringat.
Setelah Treasure Game selesai, kam I kembali ke rumah kami masing”. Kami langsung mandi untuk persiapan Farewell Party yang akan di laksanakan di bali Desa. Pukul setengan tujuh malam, kami semua berkumpul di rumah yang saya tempati, untuk menunggu jemputan yang kan membawa kami menuju Balai Desa. Ternyata kami di jemput oleh sebuah mini Bus. Dan kamipun sampai di Balai Desa. Kami langsung masuk kedalam. Kami di sambut oleh kepala Dusun dengan beberapa patah kata. Dan kami semua di persilahkan untuk menyantap hidangan yang telah dipersiapakan. Setelah selesai makan kami disuruh menuju lapangan, yang berada dibelakang Balai Desa.
Di lapangan kami di beri berbagai  pertunjukan dari warga setempat. Setelah kami semua sampai di lapangan, sudah berdiri warga” yang ingin menonton pertunjukan. Kamipun menikmatinya walaupun agak takut. Karena pertunjukan yang berhubungan dengan makhluk halus. Ketika kami sedang menonton pertunjukkan, hujanpun datang, dan kami langsung berhamburan menuju Balai Desa. Dan karena hari sudah menunjukkan pukul 10, kamipun dipersilahkan pulang kerumah masing”. Setelah sampai rumah, kami berempat langsung tidur.
Hari ketiga, hari terakhir kami berada di Dusun ini, di Desa ini. Saya dan Dika bangun pukul 4.15 sedangkan Valerie dan Bella pukul 6.30. kami ingin membantu ibu memerah susu sapi, namun kami tidak berani. Jadi kami berdua hanya dapat melihat. Setelah ibu selesai memerah susu sapi, kami membantu ibu mengupas pohong untuk di buat kolak.
Matahari mulai muncul perlahan. Kami berdua memutuskan untuk meminta 10 tanda tangan dari warga Dusun Krai, sebagai tugas dari Mas Hadi, yang menjadi panitia. Setelah selesai meminta tamnda tangan kepada wargasekitar, kami kembali ke rumah dan membantu ibu membuat sarapan. Selesai itu, kami mandi untuk kegiatan selanjutnya, yaitu jelajah dusun. Kami semua berkumpul dan menuju sebuah sungai yang ada di Dusun tersebut. Setelah sampai di sungai kami menikmati air sungai yang segar. Dan kami melanjutkan perjalanan kami. Jalan yang sangat terjal, bila kami terpeleset sedikit saja, kami akan jatuh ke bawah. Kami pun jalan berhati”. Kami jalan menuju rumah kami masing”.
Setelah tiba di rumah, kami langsung mempacking barang-barng kami, dan ibu mempersilahkan kami makan kolak yang kai buat tadi pagi. Setelah teman kami yang lain sudah datang, kamipun berpamitan kepada ibu,bapak, dan adik”. Berat rasanya meninggalakn rumah ini. Rumah yang penuh kedamaian. Kami langsung menuju rumah yang menjadi tempat berkumpul kami semua. Kami dijemput menggunakan truk untuk menuju ke Balai Desa. Sesampai di Balai Desa, Bapak Kepala Desa mengucapkan kata penutup, begitu pula dengan wakil dari SMAK SANTA MARIA.
Kami semua menuju truk kami masing”, sesuai dengan awal kami menuju desa ini. Kamipun pulang ke Malang, tempat kami yang sebenarnya.
Dusun Krai,Desa Tambak Sari, tempat kami belajar selama 3hari2malam, belajar tentang kehidupan, belajar tentang kesederhanaan, belajar tentang menghargai sesama manusia. Sebuah tempat yang mengajarkan kami hal yang tak akan pernah kami dapat di tempat lain. Sebuah kehidupan yang dapat menyadarkan kami, bagaimana dengan kehidupan orang lain. Kehidupan yang tak sama dengan apa yang kami jalani selama ini. Keramahan,kehangatan,ketenangan, itu yang kami dapat, hidup di tengah keluarga yang baru, di tempat yang baru, yang bahkan kami semua tak menyangka bagaimana dengan kehidupan kesehariaanya.
Kebahagiaan yang kami dapat, berat rasanya saat kami harus meninggalkan Dusun ini, Desa ini. 3hari2malam terasa sangat cepat. Sekarang yang kami ingin adalah kembali ke Desa itu, Dusun itu, bertemu dengan ibu kami, yang sudah seperti keluarga kami sendiri. Semoga apa yang kami dapat, menjadi pelajaran yang berarti.






 


No comments:

Post a Comment