Tanggal 11 oktober adalah hari yang paling dinanti oleh
seluruh murid kelas XI SMAK SANTA MARIA. Karena di tanggal itu kami semua akan
melaksanakan kegiatan yang disebut “LIVE IN”. ketika hari tiba dan kami berkumpul bersama di aula,
kami tidak sabar menanti truk yang akan mengantar kami, ke sebuah desa. Desa
yang bernama Desa Tambak Sari. Ketika truk tiba dan kami segera menuju truk
kami masing-masing.
Sesampai di Desa Tambak Sari, kami semua berkumpul di Balai
Desa, guna mendapat pengarahan tentang apa yang boleh dan tidak boleh kami
lakukan selama LIVE IN. kami disambut dengan baik di Desa ini. Warga yang yang
ramah dan juga baik kepada kami. Setelah mendengar pengarahan kamipun dipanggil
menuju kelompok masing-masing Dusun yang telah di tenyukan oleh pihak sekolah.
Masing-masing Dusun di beri pengarahan dan perkenalan kepada panitia yang
mengkoordinir Dusun yang akn kami tempati. Setelah selesai kami naik ke truk
yang akan membawa kami ke Dusun masing-masing.
Kamipun satu persatu di antar ke rumah ibu asuh kami. Dusun
yang saya tempati bernama Dusun Krai. Dusun yang nyaman. Ketika truk yang kami
tumpangi tiba didepan sebuah rumah, sudah berdiri seorang ibu yang terlihat
sangat ramah menanti kami datang, dan itulah ibu asuh saya.
Saya satu rumah dengan DIKA,BELLA,VALERIE. Kamipun
dipersilahkan untuk masuk ke rumahnya, dan ibu menunjukan kamar yang akan kami
tempati. Satu kamar berdua. Sebuah rumah yang bersih,nyaman, dengan
kesederhaannya. Kamipun melanjutkan dengan beristirahat, setelah menempuh
perjalanan dengan menggunakan truk TNI.
Ketika kami berempat sedang beristirahat kami dipersilahkan
oleh ibu kami untuk makan siang. Ibu asuh kami bernama ibu Pariami. Ibu yang
sangat ramah dan baik hati. Setelah makan siang kami kembali ke kamar untuk
beristirahat. Dan ketika ibu kami melihat teman-teman yang lain sedang
berjalan-jalan unntuk melihat suasana Dusun, ibupun memanggil kami, dan
bertanya apakah kami tidak ingin bejalan-jalan dengan teman-teman yang lain.
Kamipun memutuskan untuk ikut berjalan-jalan melihat suasana Dusun Krai.
Setelah kami lumayan jauh berjalan, kamipun memutuskan untuk kembali, dan
teman-teman yang lain bertamu di rumah kami, di rumah ibu Pariami. Saya dan
Bella memutuskan untuk tidur sebentar.
Selesai kami mandi, kami berkumpul di rumah yang saya
tempati, untuk menuju rumah Bapak Kepala Dusun. Karena berhubung setelah ada
orang yang meninggal, kami pun lewat gang yang sempit dan gelap. Kami pun
sampai di rumah Bapak Kepala Dusun, kamipun dipersilahkan masuk. Bapak Kepala
Dusun, memberikan sambutan dengan beberapa patah kata. Setelah itu, kami di
beri makan, kamipun memakannya. Setelah itu panitia memberikan beberapa jadwal
acara untuk besok. Setelah selesai makan, kami masing berbincang, lalu kami
memutuskan untuk pulang ke rumah kami masing”. Sesampai di rumah kami, langsung
tidur, karena ibu dan suami beserta anak”nya pun sudah tidur.
Hari kedua kami berada di desa ini. Hari ini jadwal cukup
padat. Kami bangun, lalu kami membantu ibu, menyapu, lalu membuat sarapan.
Pengalaman pertama saya untuk masak menggunakan kayu bakar. Kamipun saling
membantu untuk membuat sarapan. Selesai membuat sarapan kami langsung
menyantapnya bersama.
Setelah makan
siang, kami diminta untuk membantu membuat makan malam untuk farewell party
nanti malam. Kamipun langsung menuju rumah salah satu panitia Dusun Krai, yang
bernama Mas Hadi, yang kebetulan rumah itu berada di depan rumah yang kami
tinggali. Stelah pekerjaan yang kami lakukan selesai, kami di ajak pulang oleh
ibu. Kami diminta untuk membentu membuat sapu lidi. Pengalaman yang
menyenangkan membuat sapu lidi. Sayapun juga membantu membersihkan kandang sapi
yang dimiliki oleh keluarga ibu Pariami.
Setelah itu
kami mandi dan bersiap untuk menuju salah satu rumah teman kami, yaitu ibu
Ro’biah. Di situ kami akan mengikuti Treasure Game. Di siang yang cerah, kami
bermain game, yang diberikan oleh Mas Hadi. Kamipun mengikuti dengan senang,
walau terik matahari yang membuat kami cukup berkeringat.
Setelah
Treasure Game selesai, kam I kembali ke rumah kami masing”. Kami langsung mandi
untuk persiapan Farewell Party yang akan di laksanakan di bali Desa. Pukul
setengan tujuh malam, kami semua berkumpul di rumah yang saya tempati, untuk
menunggu jemputan yang kan membawa kami menuju Balai Desa. Ternyata kami di
jemput oleh sebuah mini Bus. Dan kamipun sampai di Balai Desa. Kami langsung
masuk kedalam. Kami di sambut oleh kepala Dusun dengan beberapa patah kata. Dan
kami semua di persilahkan untuk menyantap hidangan yang telah dipersiapakan.
Setelah selesai makan kami disuruh menuju lapangan, yang berada dibelakang
Balai Desa.
Di lapangan
kami di beri berbagai pertunjukan dari
warga setempat. Setelah kami semua sampai di lapangan, sudah berdiri warga”
yang ingin menonton pertunjukan. Kamipun menikmatinya walaupun agak takut.
Karena pertunjukan yang berhubungan dengan makhluk halus. Ketika kami sedang
menonton pertunjukkan, hujanpun datang, dan kami langsung berhamburan menuju
Balai Desa. Dan karena hari sudah menunjukkan pukul 10, kamipun dipersilahkan
pulang kerumah masing”. Setelah sampai rumah, kami berempat langsung tidur.
Hari ketiga,
hari terakhir kami berada di Dusun ini, di Desa ini. Saya dan Dika bangun pukul
4.15 sedangkan Valerie dan Bella pukul 6.30. kami ingin membantu ibu memerah
susu sapi, namun kami tidak berani. Jadi kami berdua hanya dapat melihat.
Setelah ibu selesai memerah susu sapi, kami membantu ibu mengupas pohong untuk
di buat kolak.
Matahari mulai
muncul perlahan. Kami berdua memutuskan untuk meminta 10 tanda tangan dari
warga Dusun Krai, sebagai tugas dari Mas Hadi, yang menjadi panitia. Setelah
selesai meminta tamnda tangan kepada wargasekitar, kami kembali ke rumah dan
membantu ibu membuat sarapan. Selesai itu, kami mandi untuk kegiatan
selanjutnya, yaitu jelajah dusun. Kami semua berkumpul dan menuju sebuah sungai
yang ada di Dusun tersebut. Setelah sampai di sungai kami menikmati air sungai
yang segar. Dan kami melanjutkan perjalanan kami. Jalan yang sangat terjal,
bila kami terpeleset sedikit saja, kami akan jatuh ke bawah. Kami pun jalan
berhati”. Kami jalan menuju rumah kami masing”.
Setelah tiba di
rumah, kami langsung mempacking barang-barng kami, dan ibu mempersilahkan kami
makan kolak yang kai buat tadi pagi. Setelah teman kami yang lain sudah datang,
kamipun berpamitan kepada ibu,bapak, dan adik”. Berat rasanya meninggalakn
rumah ini. Rumah yang penuh kedamaian. Kami langsung menuju rumah yang menjadi
tempat berkumpul kami semua. Kami dijemput menggunakan truk untuk menuju ke
Balai Desa. Sesampai di Balai Desa, Bapak Kepala Desa mengucapkan kata penutup,
begitu pula dengan wakil dari SMAK SANTA MARIA.
Kami semua
menuju truk kami masing”, sesuai dengan awal kami menuju desa ini. Kamipun
pulang ke Malang, tempat kami yang sebenarnya.
Dusun
Krai,Desa Tambak Sari, tempat kami belajar selama 3hari2malam, belajar tentang
kehidupan, belajar tentang kesederhanaan, belajar tentang menghargai sesama
manusia. Sebuah tempat yang mengajarkan kami hal yang tak akan pernah kami dapat
di tempat lain. Sebuah kehidupan yang dapat menyadarkan kami, bagaimana dengan
kehidupan orang lain. Kehidupan yang tak sama dengan apa yang kami jalani
selama ini. Keramahan,kehangatan,ketenangan, itu yang kami dapat, hidup di
tengah keluarga yang baru, di tempat yang baru, yang bahkan kami semua tak
menyangka bagaimana dengan kehidupan kesehariaanya.
Kebahagiaan
yang kami dapat, berat rasanya saat kami harus meninggalkan Dusun ini, Desa
ini. 3hari2malam terasa sangat cepat. Sekarang yang kami ingin adalah kembali
ke Desa itu, Dusun itu, bertemu dengan ibu kami, yang sudah seperti keluarga
kami sendiri. Semoga apa yang kami dapat, menjadi pelajaran yang berarti.







No comments:
Post a Comment