Tuesday, October 23, 2012

Pengalaman Live In di Desa TambakSari Selama 3 Hari 2 Malam by Ajeng Kusuma XIA1-3


Sebenarnya, pada saat diberitahukan akan ada live in, kami mengira live in itu merepotkan. Kami berangkat naik truk tentara. Saling bercanda. Ada yang tidur juga. Walaupun sedikit sesak.
Saat sampai di balai desa TambakSari, kami melihat kekurangan pada bangunan tersebut. Bisa di bilang sangat minim. Di sana kami di suguhi makanan desa. Saat pembagian tempat homestay, saya mendapat dusun Ampelsari dekat balai desa. Pemilik rumah datang ke balai desa menggunakan motor untuk mengantar kami ke homestay.
Sesampai di rumah pemilik, ternyata pemilik rumah bernama Pak Totok memiliki sebuah toko kecil. Kami di tunjukkan kamar masing-masing. Saya masuk kamar dengan Elisabeth dan berganti pakaian. Rumah itu seperti tidak ada kekurangannya. Tidak kekurangan air, memiliki kompor, memiliki bebek, toko dll. Tetapi kamar mandi masih cukup minim. Setelah itu, kami berbaur dengan anggota keluarga, sayangnya Ibu Yuni, istri Pak Totok sedang kerja, di bagian koperasi. Pak Totok bekerja sebagai guru olahraga. Lalu kami ber6, saya, Elisabeth, Cindy, Grace, Amel dan Dewi, mengajak jalan-jalan anak Pak Totok bernama Titis keliling dusun, juga supaya lebih mengenal tentang dusun tersebut. Saat tengah-tengah perjalanan, kami bertemu beberapa teman kami dan berbagi cerita. Setelah itu, kami pulang dan membantu memasak dan menyiapkan peralatan makan. Selesai makan, kami mencuci peralatan makan dan merapikannya lalu kami mandi.
Esok harinya, kami bangun tidur jam setengah 5 dan merapikannya. Saat kami keluar kamar, Ibu Yuni sudah memasak di dapur. Lalu kami membantunya. Saya membantu menggoreng jamur goreng tepung, ada yang memotong bawang, memarut kelapa untuk diambil santannya buat kolak. Sekitar jam 6pagi,  kakak koordinator dusun membawakan susu murni. Setelah itu, kami mandi dahulu, makan pagi, dan merapikan peralatan makan. Sekitar jam setengah 9, Pak Totok dan Ibu Yuni pergi bekerja. Jadi, kami di rumah menyapu dan mengepel. Lalu memutuskan untuk keliling dusun dan bertemu teman-teman. Sekitar jam  setengah 1an teman-teman kami dari rumah tetangga main ke rumah kami. Itu Pak Totok sudah pulang dari mengajar. Kami izin menyuguhkan kolak buatan kami kepada Pak Totok. Saat itu ada teman kami bernama Erwin juga datang ke rumah kami dan Titis, anak Pak Totok, langsung memeluk Erwin. Kami tertawa melihat tingkah Titis. Erwin pun juga tertawa. Setelah itu, teman-teman kami kembali ke homestay masing-masing untuk persiapan Treasure Game.
Saat Treasure Game jam 2, kami sudah sampai di tempat, tetapi banyak yang belum datang. Setelah setengah 3, anak-anak sudah datang semua. Kami menyiapkan yel-yel tiap kelompok yang sudah di bentuk sebelumnya dan di beri peta untuk menyusuri jalan tersebut. Jadi kami menyusuri wilayah dusun dengan mengikuti peta. Setelah sampai di pos berikutnya, kami bermain game kekompakkan. Saat jam 4, kami selesai bermain game dan di izinkan untuk kembali ke homestay untuk persiapan Farewell Party. Sesampainya, kami langsung mandi, makan, membereskan peralatan makan dan berpamitan pemilik rumah untuk berangkat lagi ke balai desa. Di sana anak-anak dusun lain juga datang. Saat di balai desa, kami di suguhi makanan desa lagi. Tetapi saya tidak makan karena sudah kenyang.
Jam 8 acara Farewell Party baru di mulai dan kami berkumpul di lapangan sebelah balai desa. Saat itu banyak penduduk setempat yang datang juga dan mereka menujukkan kesenian daerah tersebut seperti kuda lumping dan bantengan. Saya memang agak takut melihat kesenian seperti itu. Pada saat jam 10.an, gerimis mulai rintik dan kami bergegas masuk balai desa walaupun tak semua dari kami bisa masuk. Lalu acara di tutup dan kami pulang ke homestay masing-masing. Sesampainya, kami mengobrol dengan pemilik rumah yang sangat ramah dan baik sekali. Lalu, kami tidur.
Hari ke3, kami bangun pagi dan seperti biasa, membereskan tempat tidur, membantu memasak,menyapu, mengepel dll. Kami juga packing barang untuk pulang hari itu. Setelah mandi, makan, dan mencuci peralatan makan, kami berkumpul jam 9.an untuk jelajah dusun tetapi banyak anak yang tidak ikut. Kami ke berbagai tempat bersejarah setempat. Sangat seru bercanda dan bercerita dengan kakak koordinator Ampelsari.
Setelah itu, kami pulang dan Pak Totok sudah pulang dari kerja. Lalu Elisabeth dan Pak Totok ikut membantu mengambil kelapa muda, sedangkan saya packing dll. Mereka pulang membawa kelapa muda untuk kami. Keluarga Pak Totok sangat baik,seperti sudah keluarga sendiri. Lalu, sebelum kami berangkat ke balai desa untuk pulang, kami menyantap kelapa muda tsb dan kami di beri pepaya. Kami berterimakasih pada keluarga tersebut.  Kami ke balai desa jalan kaki, tapi,selimut Elisabeth tertinggal dan Pak Totok dan 2 saudaranya mengantar naik motor. Jadi ada 3 motor dan kami ber 5 di antar sampai balai desa, padahal kami tidak meminta. Kami ber5 karena Ayu sudah berangkat lebih dahulu. Saat sampai balai desa jam 1 siang, ternyata balai desa masih sepi. Jadi Pak Totok dan 2 saudaranya mengajak kami keliling naik ke Tambakwatu naik motor. Kami mau dan berangkat naik ke sana saat anak-anak dari dusun Krai datang. Saya bertanya ini itu pada salah 1 saudara Pak Totok yang menggonceng saya. Saat lewat Tambakwatu, kami melewati dan menyapa teman-teman kami yang ada di dusun sana. Mungkin mereka bingung karena kami, dari Ampelsari bisa berkeliling Tambakwatu.Setelah kurang lebih setengah 2, kami sampai kembali ke balai desa dan berterimakasih banyak pada keluarga Pak Totok. Kami berkumpul dan pulang naik truk tentara lagi yang jauh lebih lebar.
Pengalaman Live In tahun ini sangat berkesan, disana kehidupannya berkecukupan. Tidak muluk-muluk, apa adanya. Kami sangat senang karena keluarga Pak Totok sangat baik pada kami. Memang, beberapa acara sempat molor karena kurang persiapan ekstra. Semoga Live In tahun ini dapat menjadi pelajaran hidup untuk kami.






No comments:

Post a Comment