Sebenarnya,
pada saat diberitahukan akan ada live in, kami mengira live in itu merepotkan. Kami
berangkat naik truk tentara. Saling bercanda. Ada yang tidur juga. Walaupun
sedikit sesak.
Saat sampai
di balai desa TambakSari, kami melihat kekurangan pada bangunan tersebut. Bisa
di bilang sangat minim. Di sana kami di suguhi makanan desa. Saat pembagian
tempat homestay, saya mendapat dusun Ampelsari dekat balai desa. Pemilik rumah
datang ke balai desa menggunakan motor untuk mengantar kami ke homestay.
Sesampai
di rumah pemilik, ternyata pemilik rumah bernama Pak Totok memiliki sebuah toko
kecil. Kami di tunjukkan kamar masing-masing. Saya masuk kamar dengan Elisabeth
dan berganti pakaian. Rumah itu seperti tidak ada kekurangannya. Tidak
kekurangan air, memiliki kompor, memiliki bebek, toko dll. Tetapi kamar mandi
masih cukup minim. Setelah itu, kami berbaur dengan anggota keluarga, sayangnya
Ibu Yuni, istri Pak Totok sedang kerja, di bagian koperasi. Pak Totok bekerja
sebagai guru olahraga. Lalu kami ber6, saya, Elisabeth, Cindy, Grace, Amel dan
Dewi, mengajak jalan-jalan anak Pak Totok bernama Titis keliling dusun, juga
supaya lebih mengenal tentang dusun tersebut. Saat tengah-tengah perjalanan, kami
bertemu beberapa teman kami dan berbagi cerita. Setelah itu, kami pulang dan
membantu memasak dan menyiapkan peralatan makan. Selesai makan, kami mencuci
peralatan makan dan merapikannya lalu kami mandi.
Esok
harinya, kami bangun tidur jam setengah 5 dan merapikannya. Saat kami keluar
kamar, Ibu Yuni sudah memasak di dapur. Lalu kami membantunya. Saya membantu
menggoreng jamur goreng tepung, ada yang memotong bawang, memarut kelapa untuk
diambil santannya buat kolak. Sekitar jam 6pagi, kakak koordinator dusun membawakan susu murni.
Setelah itu, kami mandi dahulu, makan pagi, dan merapikan peralatan makan.
Sekitar jam setengah 9, Pak Totok dan Ibu Yuni pergi bekerja. Jadi, kami di
rumah menyapu dan mengepel. Lalu memutuskan untuk keliling dusun dan bertemu
teman-teman. Sekitar jam setengah 1an
teman-teman kami dari rumah tetangga main ke rumah kami. Itu Pak Totok sudah
pulang dari mengajar. Kami izin menyuguhkan kolak buatan kami kepada Pak Totok.
Saat itu ada teman kami bernama Erwin juga datang ke rumah kami dan Titis, anak
Pak Totok, langsung memeluk Erwin. Kami tertawa melihat tingkah Titis. Erwin
pun juga tertawa. Setelah itu, teman-teman kami kembali ke homestay
masing-masing untuk persiapan Treasure Game.
Saat
Treasure Game jam 2, kami sudah sampai di tempat, tetapi banyak yang belum
datang. Setelah setengah 3, anak-anak sudah datang semua. Kami menyiapkan
yel-yel tiap kelompok yang sudah di bentuk sebelumnya dan di beri peta untuk
menyusuri jalan tersebut. Jadi kami menyusuri wilayah dusun dengan mengikuti
peta. Setelah sampai di pos berikutnya, kami bermain game kekompakkan. Saat jam
4, kami selesai bermain game dan di izinkan untuk kembali ke homestay untuk
persiapan Farewell Party. Sesampainya, kami langsung mandi, makan, membereskan
peralatan makan dan berpamitan pemilik rumah untuk berangkat lagi ke balai
desa. Di sana anak-anak dusun lain juga datang. Saat di balai desa, kami di
suguhi makanan desa lagi. Tetapi saya tidak makan karena sudah kenyang.
Jam 8
acara Farewell Party baru di mulai dan kami berkumpul di lapangan sebelah balai
desa. Saat itu banyak penduduk setempat yang datang juga dan mereka menujukkan
kesenian daerah tersebut seperti kuda lumping dan bantengan. Saya memang agak
takut melihat kesenian seperti itu. Pada saat jam 10.an, gerimis mulai rintik
dan kami bergegas masuk balai desa walaupun tak semua dari kami bisa masuk.
Lalu acara di tutup dan kami pulang ke homestay masing-masing. Sesampainya,
kami mengobrol dengan pemilik rumah yang sangat ramah dan baik sekali. Lalu,
kami tidur.
Hari ke3,
kami bangun pagi dan seperti biasa, membereskan tempat tidur, membantu
memasak,menyapu, mengepel dll. Kami juga packing barang untuk pulang hari itu.
Setelah mandi, makan, dan mencuci peralatan makan, kami berkumpul jam 9.an
untuk jelajah dusun tetapi banyak anak yang tidak ikut. Kami ke berbagai tempat
bersejarah setempat. Sangat seru bercanda dan bercerita dengan kakak
koordinator Ampelsari.
Setelah
itu, kami pulang dan Pak Totok sudah pulang dari kerja. Lalu Elisabeth dan Pak
Totok ikut membantu mengambil kelapa muda, sedangkan saya packing dll. Mereka
pulang membawa kelapa muda untuk kami. Keluarga Pak Totok sangat baik,seperti
sudah keluarga sendiri. Lalu, sebelum kami berangkat ke balai desa untuk
pulang, kami menyantap kelapa muda tsb dan kami di beri pepaya. Kami
berterimakasih pada keluarga tersebut. Kami ke balai desa jalan kaki, tapi,selimut
Elisabeth tertinggal dan Pak Totok dan 2 saudaranya mengantar naik motor. Jadi
ada 3 motor dan kami ber 5 di antar sampai balai desa, padahal kami tidak
meminta. Kami ber5 karena Ayu sudah berangkat lebih dahulu. Saat sampai balai
desa jam 1 siang, ternyata balai desa masih sepi. Jadi Pak Totok dan 2
saudaranya mengajak kami keliling naik ke Tambakwatu naik motor. Kami mau dan
berangkat naik ke sana saat anak-anak dari dusun Krai datang. Saya bertanya ini
itu pada salah 1 saudara Pak Totok yang menggonceng saya. Saat lewat
Tambakwatu, kami melewati dan menyapa teman-teman kami yang ada di dusun sana.
Mungkin mereka bingung karena kami, dari Ampelsari bisa berkeliling
Tambakwatu.Setelah kurang lebih setengah 2, kami sampai kembali ke balai desa
dan berterimakasih banyak pada keluarga Pak Totok. Kami berkumpul dan pulang
naik truk tentara lagi yang jauh lebih lebar.
Pengalaman
Live In tahun ini sangat berkesan, disana kehidupannya berkecukupan. Tidak
muluk-muluk, apa adanya. Kami sangat senang karena keluarga Pak Totok sangat
baik pada kami. Memang, beberapa acara sempat molor karena kurang persiapan
ekstra. Semoga Live In tahun ini dapat menjadi pelajaran hidup untuk kami.
No comments:
Post a Comment