Wednesday, October 24, 2012

Live In 2012 by Chyntia XIA1-12


SMAK Santa Maria Malang mengadakan live in ke-2 pada tanggal 11 Oktober 2012 sampai tanggal 13 Oktober 2012 di desa Tambak Sari. Kegiatan ini hanya diikuti oleh para siswa siswi kelas sebelas saja baik program IPA maupun program IPS. Setiap rumah akan di tinggali oleh 2 orang sampai 4 orang satu rumah. Siswa siswi berkumpul di sekolah seperti biasa jam 6.55 pagi. Sebelum berangkat kita d absen dan foto-foto bersama terlebih dahulu, lalu diikuti dengan doa bersama dan kita berangkat sekitar pukul 9.00 pagi menggunakan 6 truk tentara.
Sampai disana kurang lebih pukul 11.30 siang kami berkumpul di balai desa dan di sambut dengan kepala desa, setelah itu kami mulai di kirim satu persatu ke berbagai dusun menggunakan truk desa Tambak Sari. Saya di kirim ke dusun Gunung Malang bersama kurang lebih 50 anak lainnya. Setelah di antar satu persatu tiba lah saya di rumah yang saya tempati selama 3 hari 2 malam ini kira-kira pukul 12.30 siang.
Saya dan teman saya, satu rumah di sambut dengan baik oleh ibu Nanik, ibu asuh saya dan teman saya di sana. Saat kami datang kami di persilakan duduk dan sejenak berbincang-bincang kecil, setelah itu kami di beritau kamar kami. Kami segera meletakkan barang-barang bawaan kami dan tiduran sejenak karena lelah. Setelah merasa lebih enak kami bergegas menemui ibu Nanik dan mulai membantu memasak makanan untuk makan siang bersama. Setelah selesai memasak kita di suruh segera makan siang. Kami pun makan siang dengan lahap sekali , setelah selesai makan kami membersihkan perlatan makan kami, dan bergegas membantu membersihkan rumah seperti menyapu .
Setelah bersih-bersih rumah , saya beristirahat di kamar sejenak sambil menunggu teman saya mandi. Selesainya teman saya mandi saya langsung mandi-mandi membesihkan diri. Setelah itu kami di suruh membantu masak lagi untuk makan malam ,sambil berbincang-bincang dengan anak-anak ibu Nanik dan ibu Nanik sendiri. Setelah masak kita di suruh makan kembali . sama seperti tadi siang, kami makan dan kemudian mencuci  peralatan makan kami sendiri-sendiri. Selesai makan pukul 18.00 malam sehingga tepat dengan acara yang di adakan oleh sekolah yaitu ke rumah pak kelapa dusun. Kami satu dusun berkumpul di tempat yang sudah di sepakati bersama , lalu cek absensi  dan berangkat bersama-sama ke rumah pak kepala dusun.
Jalan yang di tempuh sangat menyeramkan karena kurangnya penerangan dan lagi jalannya tidak mulus, bnyak batu-batuannya sehingga membuat kaki saya sakit. Setelah melewati jalan itu kami tiba di rumah kepala dusun. Sayangnya kepala dusun lagi ada urusan penting sehingga kita tidak bisa member sambutan pada malam itu. Karena kepala dusun tidak ada ,panitia dusun Gunung Malang memutuskan untuk pergi ke rumah kepala desa karena kebetulan rumah kepala dusun ada di dusun Gunung Malang. Setelah acara selesai di rumah kepala desa kami semua pulang ke rumah kami masing-masing. Sampai di rumah saya berpamitan dengan sekeluarga untuk tidur duluan.
Keesokan harinya kita bangun pagi-pagi untuk memeras susu, tapi sayang saya tidak bisa ikut merasakan memeras susu sapi, hanya temen saya yang merasakan karena dia sudah masuk duluan. Saya susah masuk karena sapi-sapinya noleh semua ke saya. Setelah selesai memerah kami di beri susu dan masak susu untuk menghangat kan diri di pagi itu. Setelah minum susu kami membantu mengisi air di bak mandi. Kami harus ke sumber PDAM terlebih dahulu untuk mendapatkan air bersih. Kami membawa air dengan ember. Sangat susah sekali membawa air di ember dengan kondisi jalan menurun sehingga mengakibatkan air-air dalam ember tersebut menjadi tumpah-tumpah di jalan.
Setelah mengambil air bolak balik beberapa kali kami kelelahan dan duduk-duduk sejenak. Setelah itu kami membantu untuk masak sarapan pagi. Sebelum makan kami membersihkan diri dulu mandi-mandi dan membereskan tempat tidur. Setelah itu makan dan membersihkan peralatan makan kami. Setelah makan kami membersihkan rumah menyapu dan merapikan kursi. Setelah itu membantu memberi minum sapi, kami mengangkat angkat air lagi dari satu tempat ke tempat lain berlangsung sangat lama . setelah itu membantu masak kembali untuk makan siang, setelah itu kami pun di suruh makan siang. Setelah makan siang kami berkumpul kembali di tempat yang sudah di tentukan untuk acara treasure game.
Treasure game siang itu berlangsung dengan ricuh, semua tidak mau saling mengerti, semua sibuk dengan diri sendiri dan egomereka masing-masing, sehingga treasure game pada siang itu di batalkan dan langsung di suruh menyiapkan 2 lagu untuk acara fairwell party pada malam hari. Itu saja tidak berjalan dengan baik pula. Harus ada emosi baru bisa jalan. Setelah selesai menyiapkan untuk acara malam kami di perbolehkan pulang. Sampai di rumah saya langsung mandi. Setelah itu membantu kembali berkumpul di tempat yang sudah di tentukan dan di antar menggunakan truk untuk berkumpul di balai desa bersama teman-teman yang ada di dusun lain.
Di sana kita makan bersama-sama dengan makanan tradisional yang ada di sana. Setelah itu berkumpul di lapangan balai desa untuk penampilan acara-acara, baik dari masyarakat daerah Tambak Sari maupun dari siswa siswi.masyarakat  Tambak Sari menampikan bantengan dan kuda lumping yang sangat bagus . setelah acara selesai kami di antar kembali ke rumah masing-masing dengan menggunakan truk kembali. Sampai di rumah kami cuci kaki,cuci muka, dan kemudian berpamitan untuk tidur.
Keesokan harinya bangun kesiangan jam setengah enam, kami mulai membantu memasak untuk sarapan pagi, makan dan membersihkan peralatan makan, setelah itu bergantian mandi . sambil menunggu ,saya menyapu-nyapu rumah. Setelah itu mandi. Setelah mandi membantu memberi makan sapi dan membantu mas Didit mengambil air tetepai menggunakan gerobak. Kami mengangsuh 2 kali lalu pulang. Setelah itu kami packing-packing membereskan kamar.kemudian kami membantu memasak untuk makan siang, setelah itu kami makan dan membersihkan peralatan makan. Kemudian bergegas berpamitan kepada anggota keluarga dan berterimakasih karena diijinkan untuk menginap di rumah ibu Nanik.
Saya dan teman saya bergegas ke tempat berkumpul seperti biasa. Ternyata kami sudah di tinggal truk yang mengantar ke balai desa. Sehingga kami di antar oleh warga menggunakan sepeda motor sampai ke balai desa. Sampai di balai desa, siswa siswi menunggu truk tentara yang belum datang. Setelah datang rombongan melaksanakan doa bersama secara jawa dan secara Katolik. Kemudian semua siswa siswi kembali ke sekolah dengan selamat.








Pengalaman Pada Saat di Desa Tambak Sari by Gialluca Albert XIA1-20


Saat pertama kali berangkat dari sekolah sekitar pukul 08.00 kami dijemput oleh beberapa truk tentara, perjalanan menuju desa Tambak Sari yang kurang lebih 1,5 jam diisi dengan pembicaraan-penbicaraan yang menjadikan waktu yang ditempuh menjadi tidak terasa. Setelah sampai disana, kami langsung diantar menuju balai desa. Balai desa yang saya anggap besar, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Di balai desa itu kami semua duduk bersama dengan bersempitan,dan dengan dialasi oleh sebuah tikar. Setelah semua anak sudah masuk, kami diberikan beberapa snack kecil seperti naga sari, pisang rebus dan minumnya seperti teh, kopi air putih, beberapa saat kemudian kami disambut oleh kepala desa disana.
Acara pembuka yang sangat sederhana dan sangat singkat tersebut, diakhiri dengan pengiriman semua anak ke dusun yang dituju. Saya dan teman saya mendapat tempat yang tidak terlalu dekat dengan balai desa, sehingga kami dijemput oleh truk. Setelah sampai dirumah Bu Cicik kami langsung di bagi untuk pergi ke rumah orang tua asuh. Saya satu rumah dengan Januar, Kevin Menat dan Ito. kami langsung disambut baik dan diantar menuju kamar kami. Kamipun tidak lupa berkenalan dengan orang tua asuh kami, sambil berkenalan, kami diberikan snak dan segelas teh. Setelah kami selesai menyantap makanan yang diberikan, kami mencoba melihat keadaan disekitar rumah. Setelah selesai melihat-lihat kami pun meminta ijin kepada Ibu Cik Asih untuk berjalan jalan di sekitar desa. Saat jalan jalan di desa udaranya sangat dingin walaupun di siang hari. Akhirnya kami capek dan kembali ke rumah. Setelah kembali kami berkumpul bersama Ibu Cik Asih sambil menonton televisi dan bergantian untuk mandi. Setelah selesai mandi kami pun di suruh makan.
Pada malam harinya kami satu dusun berkumpul di rumah ibu Cicik untuk pergi ke kepala Dusun Tambakwatu. Di rumah kepala Dusun kami mendapatkan makanan ringan dan juga es sirup. Di sana kami mendapat pengarahan dan penjelasan tentang kehidupan orang orang yang ada di sana. Setelah selesai saya dan teman saya jalan jalan dan pulang ke rumah. Sampai di rumah kami langsung istirahat.
Pada hari kedua saya bangun jam 5 pagi. Saya bersama teman saya membantu Ibu Cik Asih untuk memasak ayam goring. Ternyata memasaknya tidak gampang karena harus memakai kayu bakar. Kadang kadang apinya kekecilan tapi kadang kadang apinya kebesaran. Setelah memasak kami pun makan pagi. Setelah makan kami jalan keliling Dusun untuk meminta tanda tangan ke penduduk Dusun Tambakwatu. Setelah selesai kami pulang. Sampai di rumah ternyata Ibu Cik Asih sudah siap siap untuk pergi ke ladang dan kami pun ikut.
Perjalanan ke ladang ternyata sangat jauh dan juga menanjak. Belum sampai ke ladang saya sudah capek tetapi saya tak boleh menyerah. Akhirnya kami sampai di ladang dan memetik lombok yang sudah berwarna merah. Kami mendapatkan lombok lumayan banyak dan setelah capek kami pun kembali ke rumah. Sampai di rumah saya bergantian untuk mandi dan kami pun tidur karena kecapekan. Setelah bangun kami di suruh makan siang dan setelah selesai saya keluar rumah dan bermain bersama teman teman. Kurang lebih jam 2 siang kami harus berkumpul di rumah bapak Tamat untuk melakukan permainan yang di adakan oleh panitia. Kami di bagi menjadi 4 kelompok dan di suruh membuat yel yel.
Setelah game selesai saya dan teman saya kembali ke rumah dan kami pun langsung mandi. Setelah kami selesai mandi kami bersiap siap untuk ke balai desa. Sebelum berangkat kami di suruh untuk makan dan setelah makan kami pun langsung berkumpul di rumah Ibu Cicik dan menunggu jemputan.
Akhirnya jemputan pun datang.  kami berkumpul di balai desa, dan berkumpul dengan teman-teman dari dusun yang lain. Kami di sana di kasih makan khas dari desa sana dan makannya tanpa pakai piring tetapi pakai daun pisang dan memakai tangan. Di malam hari itu kami ditunjukan kesenian daerah sana, seperti kuda lumping.
Acara pada malam hari itu selesai pada pukul 10.00 malam dan kami langsung pulang kerumah kamidengan di jemput truk karena rumah jauh dengan balai desa. Pada saat kami berjalan kaki untuk kembali kerumah tiba tiba mati lampu dan akhirnya menjadi sangat gelap, tetapi untung mati lampu iyu hanya sebentar saja.
Pada hari terakhir, kami lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah. Pada hari ketiga ini kami diajak jelajah dusun oleh panitia dusun kami. Pada jelajah dusun ini kami lebih mengenal dusun kami, dan kami pulang pada siang hari, kami langsung makan siang dan berpamitan dengan orang tua asuh kami. Setelah selesai berkemas dan berpamitan, kami berkumpul dibalai desa dan menunggu teman-teman dari dusun yang lain. Setelah semua sudah berkumpul, kami langsung menuju ke truk kami masing-masing dan pulang kembali ke Malang.


Live In Doctors Two by Angelia Irena XIA1-6



Hari kamis, 11 oktober 2012 siswa siswi SMAK Santa Maria Malang khususnya kelas XI ada kegiatan Live In. Kami bernangkat dari rumah kami seperti biasa menuju sekolah, di sekolah sebelum berangkat ada beberapa pengarahan dan berfoto-foto terlebih dahulu. Setelah selesai pengarahan kami berangkat menuju tempat Live In kami desa Tambaksari, kami berangkat dengan naik truk-truk tentatara sekitar pukul 9, perjalanan yang kita tempuh kurang lebih 1,5 jam. Sesampai di desa Tambaksari pertama-tama kita kumpul terlebih dahulu di Balai desa untuk pengarahan lebih lanjut serta sambutan. Saat di balai desa kita di beri jajanan tradisional ada lemet, pisang kukus, kopi, teh, air mineral. Selanjutnya kami berkumpul dengan dusun kami masing-masing. Habis di absen dan lengkap kami berangkat menuju dusun kami dengan menaiki truk yang atasnya terbuka namun karena truknya tidak cukup saya dan beberapa teman yang lain di antar ke dusun kami dengan naik mobil.
            Sesampai di dusun Tambakwatu kami di turunkan di sebuah rumah untuk di jemput oleh orang tua asuh kami. Berhubung rumah saya dan Eva serta Charina, Sherly, Rio, dan Felix masih jauh di atas kami diantar naik mobil untuk menuju rumah kami. Setelah sampai di rumah home stay saya dan Eva disambut oleh keluarga home stay dengan ramah. Kami dianatar menuju kamar setalah itu kami di suruh untuk  makan siang. Saat makan siang tiba-tiba ada seorang cowok datang menghampiri kami, ternyata cowok itu adalah suami dari bu Dum yaitu pak Toha. Setelah selesai makan kami berdua keluar rumah bersama Chariana, Sherly, Rio, dan Felix bermain bersama dengan anak-anak penduduk sekitar serta anak kecil di home stay kami. Ternyata hari itu ada kegiatan mengaji jadi kami berenam mengantar anak dari rumah yang kami tinggali.
            Hari ke-2 saya dan Eva bangun sekitar pukul 5. Kami membantu untuk membersihkan rumah. Dan pada hari itu kami di ajak pak Toha untuk kekebun yang pergi kekebun tidak hanya kami berdua melainkan ada Charina, Sherly, dan Felix saying Rio tidak bisa ikut karen harus mengantar Tiara ke sekolah. Kami berangkat dari rumah pukul 7 untuk ke kebun itu kita harus menempuh perjalanan yang jauh dan jalan yang naik dan medan yang cukup sulit untuk kami yang sebelumnya belum pernah naik gunung. Setiba kebun ternyata kebun milik pak Toha adalah kebun kopi, dan katanya mayoritas disini orang menanam kopi. Sayangnya saat kami kesana bukan waktunya panen, panen masih menunggu sekita 1 atau 2 bulan lagi. Disana kita membantu pak Toha membersikan kebun. Meskipun kita tidak dapat memanen kopi tapi kita dapat memanen strawberry gunung yang berada di dekat kebun pak Toha. Setelah dari kebun  kita melanjutkan perjalanan ke gua onto boega saat perjalan kita sempat beristirahat sejenak di lereng gunung yang disekelilingi pohon pinus. Kita juga melihat ada pohon yang sedang di ambil getahnya untuk dibuat karet. Setelah kita beristirahat kita melanjutkan perjalan ke gua tersebut. Kata bapaknya sihh nggak jauh ternyata jauh banget. Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya kita sampai di gua tersebut disana terdapat gua yang menghubungkan gunung Arjuna dengan gunung Semeru. Yang dapat masuk ke gua tersebut hanya orang-orang tertentu saja. Setelah beberapa saat kita disana akhirnya kita pulang. Perjalanan pulang terasa lebih dekat daripada saat berangkat karena kita lewat jalan yang lebih dekat.
            Saat sampai dirumah kita istirahat sebentar lalu mandi dan makan siang. Setelah makan siang kita istirahat sebentar di kamar terus jalan-jalan kerumah teman-teman lalu kita kembali pulang kerumah dan tidur bentar. Kita bangun karena dibanguni oleh Sherly, karena ada kegiatan treasure game pulang dare treasure game kita bermain volley lalu mandi untuk persiapan kegiatan fairywell party yang diadakan di balai desa. Saat fairywell party kita ada tumpeng dan makan bersama makannya kita menggunakan daun pisang, dan makannya tidak menggunakan sendok melaikan langsung dengan tangan. Setelah selesai makan kita diajak keluar karena ada acara api unggun dan tari jaran kepang dan tarian tradisional lainnya. Acara tersebut terhenti karena gerimis dan akhirnya kita kembali masuk ke balai desa dan fairywell party sudah selesai. Setelah itu kita kembali kedusun masing-masing. Saat perjalan menuju rumah tiba-tiba saja mati lampu. Kami sempat ketakutan karena sangat gelap untungnya kita membawa senter dan ternyata mati lampunya hanya sebentar. Sesampainya di rumah kita masuk kamar dan untuk langsung beristirahat.
            Keesokan harinya saya dan Eva tidak dapat bangun pagi karena kita kecapekan. Saat bangun saya langsung mandi, setelah mandi saya membantu ibu Dum untuk menyiapkan sarapan. Setelah sarapan kami persiapan untuk pulang, merapikan pakaian dll. Setelah itu kami disuruh untuk mengantarkan Manda pergi ke sekolah, saat mengantar kami disuruh untuk naik sepeda motor. Setelah mengantarkan Manda sekolah kami pergi kerumah teman kami sebentar. Setelah itu kami kembalih kerumah kami untuk bersiap-siap pulang. Sebelum pulang kami makan siang terlebih dahulu, setelah makan siang kami berpamitan kepada bu Dum sekeluarga dan tetangga sekitar kami yang telah menerima kami dengan ramah tidak hanya berpamitan kita juga foto bersama sebelum pulang. Setelah selesai kami berjalan menuju tempat dimana kita berkumpul untuk menunggu jemputan datang. Kami diantar ke balai desa untuk mengucapkan terimakasih karena telah menerima siswa siswi SMAK Santa Maria Malang dengan ramah dan baik hati dan memperbolehkan kita semua untuk tinggal selama 3 hari 2 malam setelah itu pukul 14.00 kita kembali ke sekolah dengan menaiki truk yang sama saat kita berangkat, sekitar pukul 16.00 kita sampai di sekolah dan pulang menuju rumah kami masing-masing.
            Itulah pengalaman live in yang tak pernah saya lupakan banyak pelajaran yang bisa saya ambil selama 3 hari 2 malam salah satunya hidup dengan kesederhanaan terimakasih dusun Tambakwatu khususnya keluarga Bu Dum yang telah menerima saya dan Eva dengan baik. Dan warga sekitar yang ramah-ramah.
God Bless You all..







Elisabeth XIA1-17


Hari Pertama
            Pada tanggal 11-13 Oktober 2012, kami siswa-siswi kelas XI diharuskan mengikuti kegiatan Live In di Desa Tambaksari, Kabupaten Pasuruan. Kamis, 11 Oktober 2012 kami diharuskan kumpul di sekolah pukul 06.55, pada awalnya saya pikir akan langsung berangkat saat itu juga, tetapi kami berangkat pukul 09.00 lebih karena harus menunggu truk datang, dan kami juga harus mendengarkan instruksi terlebih dahulu dari pihak sekolah.
          Setelah menempuh perjalanan 1 ½ jam, akhirnya kami sampai di Desa Tambaksari. Kami tidak langsung didistribusikan ke home stay kami masing-masing, tetapi kami masih harus berkumpul di Balai Desa terlebih dahulu untuk mendapat pengarahan dan untuk mencicipi kue tradisional buatan warga sekitar. Karena didalam Balai Desa sangat panas, saya memutuskan keluar dan bermain dengan anak-anak kecil di lingkungan sekitar.
          Setelah kami mendapat pengarahan, akhirnya kami mulai didistribusikan ke home stay kami masing-masing. Saya serumah dengan Ajeng Kusuma, Maria Grace, dan Cindy Setiawan. Kami dijemput dengan sepeda motor dan kami diantar sampai ke home stay kami. Sedangkan teman-teman saya yang lain, yang berada di Dusun Ampelsari harus berjalan kaki menuju home stay mereka masing-masing.
          Saat saya tiba di home stay, saya sangat senang sekali, alasannya karena home stay saya tidak seburuk yang saya bayangkan pertama kali, dan malah lebih dari kata sederhana, serta home stay saya tidak ada hewan ternak dan justru ada toko. Selain itu yang membuat saya senang karena tetangga saya adalah Dewi Susanti dan Ayu Amelia. Saya pikir awalnya kami tetangga, ternyata setelah saya masuk ke rumah, rumah saya dan rumah Dewi bergabung di bagian tengahnya, dan itu pertanda bahwa kami serumah 6 orang, itulah yang membuat saya senang, karena rumah home stay saya menjadi ramai.
          Pertama kali saya datang, saya disambut oleh Pak Totok ( Bapak home stay saya), beliau sangat ramah dalam menyambut kedatangan saya dan teman-teman saya, kami pun disuguhi miler dan teh hangat. Pak Totok memiliki seorang putri bernama Tinta ( biasa dipanggil Titis dan berumur 4 tahun ), dan istrinya Ibu Yuni ( Ibu home stay saya ). Pada saat saya datang Ibu Yuni tidak ada, karena masih harus bekerja di koperasi dan pulang sore hari.
          Setelah kami bercengkrama di ruang tamu bersama Pak Totok, kami dipersilahkan menuju kamar kami masing-masing. Saya sekamar dengan Ajeng, sedangkan Grace sekamar dengan Cindy.
          Ketika makanan sudah siap, kami pun dipersilahkan untuk makan, dan kami makan bersama, saat itu saya mulai berkenalan dengan Amel, dan mulai dekat dengan Grace dan Cindy. Mereka sangat seru untuk diajak bercanda, selain itu mereka mudah sekali untuk diajak bekerjasama dalam membersihkan rumah, sehingga kami solid satu dengan yang lain, dan hanya dalam waktu beberapa jam saja kami sudah mulai akrab. Itu adalah salah satu pengalaman baru yang saya dapatkan di Live In. Sesi makan-makan selesai, dan kami pun mulai mencuci piring kami masing-masing.
          Waktu menjelang sore hari, saya dan teman-teman saya meminta izin ke Pak Totok untuk berjalan-jalan. Kami mengajak Titis jalan-jalan di lingkungan sekitar dan disamping itu saya jalan-jalan untuk mengetahui home stay teman-teman saya yang ada di Ampelsari.
          Beberapa jam kemudian, kami kembali ke home stay bersama teman-teman kami yang lain. Istilah jawanya “nonggo”, beberapa teman-teman saya datang, bercerita satu dengan yang lain di ruang tamu kami, sambil makan miler dan minum teh hangat bersama.
          Sebelum petang hari, teman-teman saya kembali ke home stay mereka masing-masing. Kami pun juga mulai membersihkan ruang tamu yang tadi kita pakai untuk kumpul-kumpul bersama dan satu persatu dari kami mulai mandi, dan beberapa mulai menyiapkan makanan.
          Setelah kami semua mandi dan makan, beberapa dari kami mencuci piring, dan membersihkan dapur. Tiba-tiba saat kami mulai santai-santai dan bercanda bersama, Novi dan teman-teman yang lain datang untuk menjemput kami, dan saat itu saya dan teman-teman saya bergegas untuk pergi ke Kepala Dusun untuk mendapat instruksi dan untuk sesi tanya jawab dalam rangka untuk lebih mengenal Dusun Ampelsari.
          Selesainya kami dari rumah Kepala Dusun, kami pun pulang ke rumah kami masing-masing dengan jalan memutar, sehingga Saya, Ajeng, Grace, Cindy, Dewi, dan Amel, adalah anggota yang terakhir pulang. Untung kami diantar oleh Mas Bambang, jika tidak kami akan lari terbirit-birit karena untuk menuju rumah kami harus melewati kuburan.
          Setelah itu kami sampai di home stay dan kami bertemu Ibu Yuni, yang baru pulang dari koperasi. Kami tidak dapat bercerita panjang lebar dengan Bu Yuni karena kami sudah ngantuk dan ingin sekali tidur. Akhirnya kami berpamitan kepada Pak Totok sekeluarga untuk tidur terlebih dahulu.
Hari Kedua
          Saya dan Ajeng bangun pukul 04.10, kami pun bergegas membersihkan kamar dan mulai membantu Ibu Yuni memasak. Saya mendapat bagian mengupas dan merajang bawang, sedangkan Ajeng mendapat bagian mengupas tela. Kami pun bekerja bersama-sama. Tiba-Tiba Dewi, Amel, Grace dan Cindy bangun, kami mulai membagi tugas masing-masing. Pekerjaan di dapur diserahkan pada Dewi, Amel dan Grace, menyapu  diserahkan pada saya, dan urusan mengepel diserahkan pada Cindy dan Ajeng.
          Setelah rumah bersih, kami mulai bergantian untuk mandi, sambil menunggu giliran mandi, Dewi,Grace,dan Saya memarut kelapa untuk membuat kolak, itu pengalaman pertama saya marut kelapa untuk membuat kolak. Setelah semua selesai mandi, tiba-tiba Mas Bambang datang untuk membagikan susu pada kami, susu diolah oleh Dewi, dan kami tinggal menunggu hasilnya. Kemudian kami makan bersama.
          Saat kami makan, Novi, Yuli dan Ivena datang untuk mengajak kami berkeliling dusun untuk meminta tanda tangan warga sekitar. Akhirnya kami bergegas makan dan bergegas mencuci piring. Dewi, Grace, Cindy, dan Amel tidak ikut bersama kami, mereka kecapekan dan memilih tidur siang. Akhirnya yang berangkat untuk mencari tanda tangan hanya saya dan Ajeng. Kami mulai berkeliling dusun, dimulai dari rumah Deva hingga ke rumah Ongky yang berada di ujung atas (dekat balai desa). Akhirnya pasukan pencari tanda tangan bertambah banyak dan kami mulai berkeliling bersama.
          Setelah kami berhasil mendapat 10 tanda tangan dari warga sekitar, beberapa dari kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat, sedangkan Veda, Deva, Ongky, Misael, dan Erwin mampir ke rumah saya untuk bercanda dan melepas lelah sebentar di teras depan. Kami pun makan kolak bersama, saat itu rasa kekeluargaan diantara kami sangat terasa dan itulah salah satu hal yang membuat saya senang, karena jarang sekali bagi kami untuk bercerita banyak seperti itu dan bercanda bersama.
          Setelah kami puas bercanda Deva, Veda, Ongky, Misael dan Erwin pulang ke rumah mereka masing-masing untuk makan siang, dan untuk mempersiapkan diri untuk acara treasure game.
          Setelah saya dan Ajeng membersihkan teras depan dan mencuci mangkok, kami pun makan bersama dan bersiap-siap untuk pergi ke lapangan di belakang Balai Desa. Pukul 13.20 saya dan Ajeng bersama anak-anak yang lain bergegas menuju ke lapangan di belakang Balai Desa. Tetapi saya sangat kecewa disitu, karena yang datang tidak lebih dari 15 anak pada waktu yang ditentukan. Dan yang lebih mengecewakan lagi hanya Novi koordinator satu-satunya yang datang tepat waktu. Sedangkan koordinator yang lain belum datang.
          Setelah semua anak sudah berkumpul, kami mulai membagi dalam 3 tim, yang masing-masing berisi 15 orang. Kami menjalankan berbagai game dan mulai menjelajahi dusun sesuai dengan peta yang diberikan Mas Bambang. Tetapi setelah berjalan 2 sesi, game dihentikan karena waktu yang tidak memungkinkan ( sebagian waktu habis untuk menunggu anak-anak datang). Akhirnya kami pulang ke rumah kami masing-masing.
          Sesampainya kami di rumah, kami mulai bergantian mandi. Dan sembari menunggu giliran mandi, beberapa dari kami beristirahat di kamar masing-masing. Setelah kami semua mandi, kami pun makan, dan mempersiapkan diri untuk acara farewell party.
          Setelah kami sudah siap kami pun pergi bersama menuju Balai Desa, sebelum itu kami harus berkumpul di rumah Ibu Dasiah ( Ibu home stay Stefani dan Yustina ) pukul 18.00 untuk mempersiapkan pertunjukan. Tetapi disana kami main sendiri dan tidak latihan, karena saya bosan akhirnya saya, Veda, dan Deva bermain dengan anak kecil disana yang bernama Adi ( anak Dusun Ampelsari yang berumur 3 ½ tahun ).
          Setelah waktu mendekati jam yang sudah ditentukan, kami pun bergegas menuju Balai Desa. Anak-anak dari Dusun Gunung Malang sudah tiba dengan menggunakan truk, disusul dengan Dusun Krai yang datang dengan bis, dan yang terakhir anak-anak dari Dusun Tambak Watu.
          Setelah kami semua kumpul di Balai Desa, kami makan bersama dengan sistem “pincuk”. Saya tidak makan, bukan karena saya tidak suka makanannya, tetapi saya sudah merasa lelah dan ngantuk, sehingga tidak kuat untuk berjalan dan mengantri makanan. Setelah kami semua makan, kami diminta untuk berkumpul di lapangan belakang untuk melihat kesenian tradisional masyarakat sekitar.
          Pertama kali yang dipertunjukkan adalah tari-tarian, setelah itu bantengan, dan kuda lumping. Saat itu saya terkesan, tapi saya terkesan takut, karena waktu bantengnya “ndadi”, bantengnya itu mengarah ke saya, sehingga saya buru-buru berdiri dan kabur, dan hal yang sama terjadi lagi saat pertunjukkan kuda lumping. Karena saya sudah kapok dan tidak berani lagi, akhirnya saya pindah ke belakang dan tidak konsen melihat pertunjukkan tetapi konsen melihat bintang. Tiba-tiba langit mendung dan gerimis, kami diminta untuk kembali ke Balai Desa untuk berteduh dan untuk pengabsenan.
          Akhirnya kami pulang ke rumah kami masing-masing, dan pertunjukkannya dihentikan. Sesampainya saya di rumah, saya pergi ke kamar mandi dan tiba-tiba lampu mati. Saya berteriak kepada anak-anak, tetapi mereka malah ngumpet bersama di ruang tengah dan Pak Totok tiba-tiba datang dan member penerangan dari luar. Setelah itu lampu menyala kembali, dan kami pun pergi ke kamar kami masing-masing untuk beristirahat.
Hari Ketiga
          Saya dan Ajeng bangun pukul 05.15, hari ini kami bangun lebih siang karena kami kecapekan setelah seharian kemarin kami tidak beristirahat di siang harinya. Seperti biasa, kami membersihkan kamar terlebih dahulu dan membantu Ibu Yuni menyiapkan sarapan.
          Tidak lama kemudian Dewi, Amel, Grace, dan Cindy bangun. Mereka mulai membagi pekerjaan rumah seperti biasa, saya tidak mendapat bagian karena saya sudah membantu memasak. Tiba-tiba Pak Totok datang dan mengajak saya untuk membeli tempe dan tahu dengan menggunakan sepeda motor di desa sebelah.
          Di tengah jalan ada sepeda motor yang mebawa keranjang berisi tempe, dan ternyata Pak Totok biasa membeli tempe di orang ini. Setelah membeli tempe kami melanjutkan perjalanan untuk membeli tahu dan baru kali itu saya tahu bagaimana pabrik tahu itu sebenarnya.
          Selama perjalanan, saya cukup kagum dengan Pak Totok karena selama perjalanan dari rumah ke rumah hingga ke desa seberang pun semua orang mengenal Pak Totok, dan itu yang mebuat saya kagum, beda sekali dengan di kota yang orang-orangnya cenderung individualisme dan tidak mengenal satu dengan yang lainnya. Setelah selesai membeli tempe dan tahu kami pun pulang.
          Sesampainya di rumah saya langsung mandi dan makan bersama teman-teman saya yang lain yang sudah menunggu saya. Setelah mandi kami bercengkrama sebentar dan mengajak main Titis. Setelah itu kami melanjutkan acara kami, yaitu jelajah dusun. Dan kami diminta untuk berkumpul di rumah Ibu Dasiah lagi, dan ternyata yang berkumpul hanya belasan orang. Akhirnya kami tetap melanjutkan perjalanan dan kami menuju ke Sumur Gemuling dan ke beberapa sumur yang lain.
          Setelah selesai jelajah dusun, kami pulang ke rumah kami masing-masing, karena Pak Totok tahu bahwa saya cukup kecewa dengan jelajah dusun yang diadakan, akhirnya Pak Totok mengajak saya untuk memanen degan di rumah lamanya dengan menggunakan sepeda motor.
          Sesampainya disana Pak Totok menunjukkan saya beberapa pohon, seperti pohon salak, durian, kopi, dan masih banyak lagi yang lain. Tidak beberapa lama kemudian Pak Totok segera mengambil degan. Pak Totok mengambilkan saya 7 butir degan. Yang 5 dibawa pulang untuk anak-anak, yang 1 saya makan, dan yang satu lagi untuk Tinta.
          Sesampainya di rumah, anak-anak sudah sibuk berkemas dan siap-siap menuju Balai Desa. Sebelum mereka ke Balai Desa mereka makan degan terlebih dahulu. Akhirnya kami berpamitan pulang dan mengucapkan terima kasih.
          Kami berjalan menuju Balai Desa, tetapi di tengah jalan Ajeng mengingatkan saya tentang selimut saya, akhirnya saya kembali ke home stay, hampir saya mau kembali ke home stay, Pak Totok membawa motor bersama adik dan adik iparnya untuk mengantarkan selimut saya. Setelah itu saya digonceng Pak Totok, Ajeng dan Grace bersama Adik Ipar Pak Totok, sedangkan Cindy dan Dewi bersama Adik Pak Totok. Kemudian kami diantarkan menuju ke Balai Desa.
          Setibanya di Balai Desa, belum ada 1 anak pun yang datang disana selain kita. Akhirnya kita menaruh barang-barang kita di Balai Desa, dan Pak Totok mengajak kami ke Dusun Tambak Watu. Selama perjalanan saya sangat senang, karena saya bias melihat suasana baru, dan bertemu beberapa teman saya yang ada disana. Pemandangan di Tambak Watu sangat indah dan sangat menakjubkan. Kami di ajak sampai awal pendakian menuju Gunung Arjuno. Dan inilah pengalaman yang sangat sangat mengesankan bagi saya dan yang tidak akan pernah saya lupakan sampai kapanpun.
          Kemudian kami diantar kembali ke Balai Desa, dan kami sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Pak Totok sekeluarga karena sudah begitu baik pada kami, dan menerima kami dengan hangat di rumahnya, dan menganggap kami seperti anaknya sendiri, Kami kemudian berkumpul di Balai Desa, penutupan, dan kembali ke sekolah.











Heidyne XIA1-22

Laporan Live In klik disini

Beatrix da Silva Veda Chrisnadi XIA1-8

Laporan Live In Klik di sini

Anne Maria XIA1-47


            Pada tanggal 11 Oktober 2012 aku mengikuti kegiatan live in yang diadakan oleh sekolah. Saat malam sebelumnya aku tidak bisa tidur karena memikirkan apa yang akan terjadi pada hari besoknya. Hari yang ditunggu – tunggu telah tiba aku sungguh merasa senang.
            Saat di sekolah kami siswa siswi SMAK St. Maria diberi briefing terlebih dahulu oleh Pak Hendra tentang kegiatan live in kami di desa Tambaksari. Kami juga diberi kesempatan untuk berfoto bersama sebelum berangkat. Kami berangkat pergi ke desa Tambaksari menaiki truk.
            Lama perjalanan kurang lebih satu jam perjalanan, setibanya di sana kami pergi ke balai desa dan kami disuguhi welcome treat oleh pihak sana. Setelah acara pembukaan kami didistribusikan ke dusun kami masing – masing yang telah dibagikan oleh pihak sekolah. Kami semuanya di distribusikan menaiki truk juga sampai ke dusun masing – masing. Aku mendapat rumah home stay di dusun Gunung Malang. Sesampainya di dusun Gunung malang aku langsung di antarkan ke rumah tempat dimana aku akan tinggal selama 3 hari kedepan.
            Aku tinggal bersama teman sekelasku yang bernama Monica dan 2 orang lainnya. Di dusun Gunung Malang ini aku dan Monica tinggal di rumah seorang ibu yang bernama ibu Rusni. Ketika di rumah milik bu Rusni aku merasa sangat nyaman sekali suasana di rumah itu sungguh menyenangkan. Setelah meletakan barang di kamar kami langsung di suruh makan oleh bu Rusni mungkin dalam keadaan lapar sehingga tanpa pikir panjang kami langsung saja makan siang.
            Setelah makan siang kami pun bersantai di depan teras rumah bu Rusni, tak lama kemudian anak bu Rusni pulang. Aku pun berkenalan dengannya ternyata namanya adalah Zuan. Di rumah bu Rusni ada ibu dari bu Rusni, bu Rusni dan 2 orang anak  satu bernama Zuan dan yang atunya lagi bernama Yubi. Setelah selesai berkenalan aku dan Monica menawarkan diri untuk mengajar Zuan. Zuan juga dengan antusias mengeluarkan buku pelajarannya ternyata yang ia keluarkan adalah bahasa inggris.
            Aku mengajar Zuan dan Monica mengajar Ayu, Ayu adalah sepupu Zuan yang kebetulan tinggal di depan rumah bu Rusni. Sore hari itu terlewati tanpa terasa sedikit pun, karena sudah sore Aku pun ikut membantu bu Rusni untuk menyiapkan makan malam. Setelah makan malam selesai Aku segera mandi dan bersiap – siap karena ada jadwal lain yang menuggu. Ternyata malam itu kami di ajak pergi ke rumah kepala dusun, sesampainya di rumah kepala dusun Aku merasa kecewa karena sudah cukup berjalan ternyata kepala dusun sedang ada acara sehingga tidak memungkinkan kami siswa siswi yang tinggal di dusun Gunung Malang untuk mengujungi rumahnya. Kami pun di ajak ke rumah kepala desa yang ternyata bertempat tinggal di dusun kami.
            Di rumah kepala desa kami hanya berbincang – bincang, pengenalan lebih lanjut dan kami pun pulang ke rumah homestay kami masing – masing. Hari sudah malam jadi begitu sampai di rumah Aku langsung sikat gigi dan cuci muka kemudian masuk ke dalam kamar dan tidur. Keesokan paginya aku bangun jam 5 dan langsung membantu bu Rusni di dapur yang sedang mempersiapkan Zuan untuk berangkat ke sekolah. Kami juga memasak untuk sarapan kami di pagi hari itu. Karena tidak tahan berlama – lama di dapur karena napasku sedikit sesak maklum bu Rusni menggunakan kayu bakar untuk memasak, Aku pun bersih – bersih rumah. Setelah bersih – bersih rumah aku pergi ke kamar untuk mengambil buku laporan live in milikku dan duduk di ruang tamu untuk mengerjakannnya sambil menunggu sarapan pagi siap. Tak lama kemudian sarapan pagi telah siap aku pun segera makan, selesai makan aku mencuci piring Aku makan. Selesai sarapan kami ikut nenek pergi ke kebun untuk mencari kayu bakar, cukup jauh kebun milik keluarga bu Rusni. Mencari kayu bakar selesai kami pulang ke rumah dan mandi karena hari sudah cukup siang.
           
Setelah mandi karena sudah siang kami mempersiapkan makan siang. Makan siang telah siap kami pun segera makan dan beristirahat sebentar. Setelah beristirahat kami meminta ijin kepada bu Rusni karena ada jadwal acara lain yang menuggu. Di siang hari itu kami diajak main permainan tapi mungkin karena permainannya membosankan banyak dari kami para siswa siswi yang enggan ikut main, maka kami pun latihan untuk penampilan kami di malam itu untuk acara farewel party. Acara selesai kami pulang ke rumah dan mandi, setelah mandi kami berkumpul dan menggu truk yang akan mengankut kami ke balai desa. Setibanya di balai desa kami berkumpul dan makan malam di sana.
Setalah makan malam kami di suruh pergi ke tanah lapang di sebelah balai desa untuk farewel party kami. Ternyat sudah cukup banyak masyarakat sekitar yang berkumpul di sana. Acara pun segera di mulai, acara di buka dengan teman-teman kami yang menyanyikan mars St. Maria milik sekolah kami. Setelah itu acara sesungguhnya pun di mulai ternyata masyarakat sekitar menampilkan pertunjukan kuda lumping. Pada awalnya ada sekumpulan penari wanita kecil yang membuka, kemudian di lanjutkan oleh yang lainnya. Sungguh acara yang menarik perhatian kami.
Ternyata acara tidak sampai selesai di karenakan rintik hujan mulai muncul kami pun segera di pulangkan ke rumah kami masing – masing. Ternyata hari sudah malam sekali sesampainya di rumah kami pun beres – beres dan tidur. Esok paginya Aku bangun sekitar jam 5 dan kembali membantu bu Rusni di dapur. Aktifitas pun sama seperti hari kemarin tetapi bedanya kami tidak pergi ke kebun karena ternyata kayu bakar yang kami kumpulkan kemarin cukup banyak sisanya. Aku pun segera mandi dan merapikan tas karena pada siangnya kami akan pulang kembali ke Malang, setelah beres – beres aku pun bersantai di ruang tamu sambil menunggu waktu hingga cukup siang. Karena sudah dekat dengan waktu untuk makan siang kami pun ikut membantu mempersiapkan makan siang dan kemudian bersiap – siap. Kami menyiapkan barang – barang kami di ruang tamu.
Ketika sudah pada waktunya kami berpamitan kepada bu Rusni dan keluarga yang telah menjaga kami selama 3 hari kami berada di sana, tak lupa sebelum pulang kami sempat mengambil foto bersama dengan mereka. Aku merasa sedih dengan perpisahan kami karena aku sudah nyaman tinggal di rumah bu Rusni. Kami pergi berkumpul di balai desa dan mengikuti acara penutupan dan kami pun pulang kembali ke Malang untuk melanjutkan aktifitas kembali.